
Setelah drama mereka di hotel, kini mereka datang ke rumah utama keluarga Belle yang membuat Rigel merasa berat untuk melakukan hal ini.
Apalagi saat melihat jalan istrinya yang seperti itu. Sungguh, rasanya Rigel ingin sekali menggendong Belle tapi wanita itu sama sekali tidak menginginkan hal itu.
" Sudahlah, biarkan saja aku yang menggendong mu hingga masuk ke dalam rumah. Aku tidak ingin membuatmu kelelahan karena kau sudah cukup lelah akibat pertempuran kita malam tadi." Ucap Rigel yang berusaha untuk membantu wanita itu namun tetap saja menolaknya.
" Aku baik-baik saja Bee, aku tidak masalah dengan semua ini." Jawab Belle pada suaminya.
Mendengar jawaban dari istrinya yang seperti itu membuat Rigel hanya bisa menghela nafasnya saja.
" Terserah kau saja." Jawab Rigel balik.
Dia malas sekali berhubungan dengan Belle yang keras sepala seperti ini karena semakin membuatnya kesal nanti.
" Sayang..." Crystal menghampiri beliau saat melihat putrinya itu datang bersama suami.
Ya, sebagai seorang ibu Crystal sangat bahagia sekali ketika Putri satu-satunya bisa mendapatkan pria terhebat Rigel yang bisa mengerti dirinya dan juga mengutamakan kebahagiaannya.
Crystal selalu berharap untuk keselamatan dan kebahagiaan bagi putrinya dan juga menantunya itu.
__ADS_1
" Mommy..." Belle menghampirinya Mommy-nya dengan berusaha sekuat tenaganya untuk menahan rasa sakit yang berpusat di inti tubuhnya.
Sebenarnya dia malu, tapi mau bagaimana lagi?
Dia tidak mungkin menolak ajakan suaminya karena memang itu sudah kewajiban baginya sebagai seorang istri.
" Mommy rindu nak." Kedua wanita itu saling berpelukan untuk mengungkapkan perasaan mereka masing-masing saat ini.
Namun berbeda dengan pria bernama Arsya Antony Gilbert itu karena dia tengah menatap tajam pada menantunya saat ini karena dia mengetahui bahwa mereka telah melakukan hubungan itu.
Pastinya Rigel telah mengambil haknya sebagai seorang suami pada putri kesayangannya.
" Dad, hentikan itu. Suami ku tidak melakukan apapun." Ucap Belle yang berusaha untuk menghentikan tatapan Daddy-nya yang menatap seperti itu pada Rigel suaminya.
" Memangnya Daddy melakukan apa? Daddy tidak melakukan apapun pada suami mu."
" Daddy memang tidak melakukan apapun padanya tapi Daddy memberikan tatapan tajam seperti itu pada suami Belle." Jawab Belle lagi.
" Ya...Ya...Ya...terserah kamu saja." Ucap Ars karena dia tidak ingin berdebat dengan putrinya lagi.
__ADS_1
Berdebat dengan Belle sama saja bertanding dengan keadaan yang tidak akan bisa menang.
" Ayo makan dulu, Mommy sudah masak kesukaan kamu." Crystal membawa putrinya untuk makan karena ini sudah waktunya jam makan siang.
Begitu juga dengan Rigel, dia mengikuti mertuanya yang membawa mereka untuk makan siang bersama.
" Jangan berani-beraninya mengingkari janji mu. Kau sudah berjanji pada ku untuk tidak membuat putri ku hamil sebelum dia menyelesaikan kuliahnya."
" Aku tidak pernah mengingkari janji ku. Bukan hanya dengan Daddy mertua saja, tapi dengan orang lain pun aku tidak pernah mengingkarinya." Jawab Rigel pada ayah mertuanya itu.
" Bagus jika kau tidak mengingkarinya. Jangan pernah mencoba mengingkarinya jika tidak ingin aku menghancurkan mu."
" Coba saja jika Daddy bisa. Kami sudah terbiasa untuk melakukan semuanya sendiri dan bertahan hidup di luar jadi jika hanya sebuah ancaman seperti ini saja aku tidak gentar sama sekali." Di dalam hatinya dia merasa beruntung sekali bisa mendapatkan menantu seperti Rigel ini.
Dia bisa menjaga putrinya dengan baik tanpa harus merasa ketakutan lagi dengan keselamatan Belle nanti.
...💙💙💙...
__ADS_1
...💙💙💙...