Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )

Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )
Resah


__ADS_3

Semakin hari, perasaan Rigel semakin resah. Dia seperti merindukan Belle yang selalu saja cerewet padanya.


Entah mengapa dia memutuskan untuk pergi ke rumah utama, dia pergi kesana hanya untuk menenangkan pikirannya sejenak.


Dia ingin kembali berpikir dengan tenang saat ini. Namun, ternyata dia salah masuk dan ternyata dia masuk ke ruangan kerja Kakeknya.


" Woho...Pangeran kegelapan dari Paris telah datang." Alex menyambut kedatangan cucunya yang dia ketahui pasti ada masalah dengan dirinya sendiri saat ini.


" Jangan menghubungi siapa pun Opa, aku hanya ingin tenang saat ini." Rigel merebahkan tubuhnya di sofa panjang yang ada di ruangan kerja kakeknya.


Dia bahkan melipat tangannya untuk menutupi matanya saat ini.


" Datang ke mari dan bawa cheese cake kesukaan putra mu. Saat ini dia membutuhkan asupan gizi."


" Opa! Kenapa menghubungi Daddy?" Tanya Rigel yang langsung membuka matanya dan menatap kesal pada pria tua itu.


" Kau--" Tunjuk Alex pada Rigel yang berani membentaknya saat ini.


" Berani sekali kau membentak ku!" Ucapnya dengan memberikan tatapan tajam pada Rigel.

__ADS_1


Melihat Opa Alex yang sudah seperti itu u membuat Rigel kembali merebahkan tubuhnya di sofa.


" Terserah Opa. Hidup di keluarga ini memang tidak bisa memiliki privasi sedikit pun." Ucapnya dengan kesal.


" Itu lah gunanya keluarga. Kita semua harus saling melengkapi."


" Bukan melengkapi, tapi ikut campur." Jawab Rigel yang membuat Alex tersenyum.


Cucunya ini bahkan tidak mengetahui bahwa Daddy-nya pernah mengunjungi pria bernama Arsya Antony Gilbert itu.


" Kau terlihat sangat buruk rupa. Terkadang aku bingung, rambut kalian begitu pirang sewaktu bayi, lali bagaimana bisa berubah menjadi hitam seperti ini? Bahkan kau sering mewarnai rambut mu. Melihat kau yang sering mewarnai rambut mu membuat kepala ku ingin pecah rasanya."


" Itu karena aku terlalu tampan. Lagi pula buah tidak jatuh jauh dari pohonnya. Jika pun dia jatuh dan jauh dari pohonnya, itu bisa saja pohonnya di atas bukit dan buahnya jatuh ke dasar bukit. Atau tidak bisa saja buahnya di bawa oleh kelelawar dan jatuh di kota." Jawab Rigel tanpa membuka matanya.


" Aku heran, kenapa kalian bisa mengalami dilema hati semua. Aku dulu tidak pernah mengalami dilema hati seperti kalian-kalian ini."


" Itu karena kau yang menjebak ku dengan hutang palsu itu."


Deg!

__ADS_1


Rigel kembali membuka matanya dan melihat bahwa ada Nai-nai Kesayangan mereka semua.


" Pergi kau Tarisa. Aku tidak bicara dengan mu!"


" Tapi aku mendengarnya." Jawab Tarisa yang tidak mau kalah dengan suaminya.


Melihat perdebatan di antara orang tua itu membuat Rigel hanya bisa menghela nafasnya berat. Dia ingin tenang dengan datang ke rumah ini. Bukannya mendapatkan ketenangan, dia malah mendapatkan tontonan gratis seperti ini.


" Kalian memang menyebalkan. Nai-nai dan Gege sama saja." Ucap Rigel yang sudah bangkit untuk meninggalkan mereka berdua.


Doa ingin pergi ke kamarnya saja dan mengistirahatkan tubuhnya.


Beruntung dia pulang ke rumah utama, jika dia pulang ke rumah orang tuanya pasti dia akan bertemu dengan Aurin dan itu sangat menyebalkan baginya.


Jika dulu dia menyukai Aurin, maka kali ini tidak lagi. Bahkan wajah Aurin baginya sangat menyebalkan dengan tingkah anehnya yang selalu meminta hal tidak masuk akal padanya dengan alasan sebagai paman yang baik.


" Jangan sampai ada sofa bergoyang di sini. Ingat, bahwa tulang kalian tidak sekuat dulu lagi."


Brak!

__ADS_1


Rigel membanting pintu ruangan kerja pria tua itu dan kembali ke dalam kamarnya.


...💙💙💙...


__ADS_2