Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )

Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )
Masih Cemburu


__ADS_3

Rigel merasa uring-uringan karena Belle yang semakin sibuk dengan kuliahnya hingga membuatnya tidak sempat memiliki waktu yang luang lagi bersamanya


Terhitung sudah 4 hari ini mereka tidak bertemu hingga membuat Rigel merasa sangat kesepian.


Seperti hari ini, Rigel merasa bahwa harinya sangat menyebalkan sejak tidak bertemu dengan Belle.


Karena tidak ingin membuang waktunya lagi, akhirnya Rigel lebih memilih pergi pergi dari kantornya untuk melihat Belle di kampusnya.


Saat dia berada di perjalanan menuju kampus sang kekasih, tiba-tiba saja pikiran buruk menghantuinya dengan bayangan pria yang bernama Kevin waktu itu.


Pria yang memberikan kartu undangan ulang tahun pada Belle.


" Tidak! aku tidak akan membiarkan siapapun berani mendekati kekasihku. Belle adalah milikku dan aku tidak akan mau bersaing dengan pria manapun. Bukan karena aku tidak mampu menyayangi mereka tapi mereka yang tidak mampu menyayangi ku!" Ucapnya dengan bangga.


Tidak ada yang salah dengan apa yang kau katakan Rigel. Karena yang namanya air laut itu asin sendiri. Air laut tidak asin karena ada orang yang menaburkan garam.


Jadi, engkau mengatakan bahwa tidak ada yang bisa menyayangimu terserah padamu saja.


Karena dihantui dengan bayangan-bayangan Kevin yang seperti menyukai kekasihnya, Rigel pun melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata agar dia bisa lekas sampai di kampus sang kekasih.


Dia tidak perduli lagi dengan pekerjaannya saat ini karena ini pikirannya saat ini hanya Belle. Soal pekerjaan bisa dikerjakannya malam nanti.

__ADS_1


Citt...


Bunyi decitan ban dan tanah berkerikil itu terdengar begitu nyaring hingga membuat banyak pasang mata yang menatap ke arah mobil saat ini.


Namun Rigel sama sekali tidak peduli dengan itu karena yang diinginkannya hanya bisa bertemu dengan Belle.


Dia mencoba menghubungi nomor gadis menyebalkan itu dan tidak di angkat olehnya.


Maka dia lebih memilih masuk ke dalam area kampus untuk mencari gadis mengenalkannya dan ternyata gadis itu sedang bersama Kevin lagi.


Kedua tangan Rigel terkepal erat. Dia benar-benar cemburu melihat bagaimana Pria bernama Kevin itu mendekati Belle.


" Belle aku---"


Tubuhnya di dorong begitu saja hingga langsung menjauhi Belle.


Sementara Belle yang melihat itu hanya bisa pasrah saja.


" Bee .."


" Ayo pergi." Ucap Rigel yang langsung menarik tangan kekasihnya itu namun Kevin langsung menghampiri Belle dan menghentikan aksi Rigel yang menarik tangan Belle.

__ADS_1


" Lepaskan tangan Belle, kau bisa menyakitinya." Rigel menatap tajam pada pria yang telah berani mengusik ketenangannya itu bersama Belle.


Di tatap seperti itu oleh Rigel membuat nyali Kevin menciut tapi dia tidak ingin kalah dengan pria itu.


Dia tidak ingin di nilai lemah oleh banyak orang karena mereka saat ini tengah menjadi pusat perhatian banyak orang.


" Jangan mengajari ju soal menyakiti wanita. Bahkan memegang tangannya pun aku sangat begitu hati-hati. Jadi dari mana kau bisa mengatakan bahwa aku akan menyakitinya?"


" Bee, sudah ayo kita pulang saja. Aku lapar." Belle berusaha untuk membuat Rigel tenang dan tidak berbuat ulah di sini.


" Kau tau siapa yang tengah kau tantang saat ini?" Tanya Rigel pada Kevin.


Dia sudah lama tidak bertarung, mungkin Kevin ini ingin menjadi sasaran dari kekuatannya mungkin.


" Aku tidak perduli siapa kamu. Yang penting kamu jangan menyakiti Belle karena aku--"


Bugh...


" Bee..."


" Aahhhkkk..." Kevin menjerit kesakitan saat Rigel melepaskan sebuah pukulan yang cukup keras tapi berhasil membuat Kevin terjatuh tanpa bisa menahannya.

__ADS_1


" Kau baru ku pukul sekali saja sudah terjatuh. Lalu bagaimana bisa bermimpi mendapatkan Belle dan mencoba merebutnya? Kau salah orang karen telah membuat ku cemburu. Jika masih ingin hidup dengan keadaan sempurna jangan pernah mencari keributan dengan ku jika aku tidak ingin ku gulung semua yang kau miliki."


...💙💙💙...


__ADS_2