Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )

Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )
Puas


__ADS_3

Melihat Rigel yang di pukuli oleh anak buahnya seperti itu membuat Lian merasa dan puas.


Di benar-benar puas melihat pria itu di pukuli hingga tidak berdaya seperti itu.


" Sudah aku katakan bahwa kau akan mati di tangan ku nantinya!" Ucap Liam dengan sombong.


Sementara Rigel hanya menatap datar para Lian yang terlihat sangat bahagia dengan keadaannya saat ini.


Di tidak mengetahui bahwa sebentar lagi baka bantuannya akan datang dan saat itu juga dia akan menghabisi nyawa pria yang telah berani ingin menargetkan nyawanya.


" Kita lihat sampai berapa lama tawa ku itu akan terdengar. Aku akan pastikan bahwa kau akan menangis menjerit memohon ampun pada ku nantinya." Ucap Rigel dengan suara beratnya.


Tidak ada suara ketakutan dan kesakitan sama sekali yang di rasakan pria itu karena dia menahan semua itu agar tidak semakin terintimidasi dengan keadaannya saat ini.


" Dalam keadaan mu yang seperti ini pun kau masih bisa berkata sombong. Bahkan di saat nyawa mu sudah berada di tangan ku saat ini." Liam terlihat tidak percaya dengan apa yang di dengarnya dari Rigel tadi.


Bisa-bisanya dia masih berkata sombong seperti ini. Luar biasa sekali pria itu.

__ADS_1


" Kau akan tau siapa aku jika ikatan tali ini lepas. Bahkan dalam keadaan terikat saja pun aku bisa menghajar mu. Lalu bagaimana jika ikatan ini lepas? Aku rasa kau tidak akan selamat nantinya." Liam berpikir dengan apa yang Rigel katakan padanya.


Dia masih ingat dengan jelas bagaimana saat Rigel menghajarnya tadi.


Dalam keadaan terikat saja Elang bisa melakukan hal itu padanya.


" Kali ini aku akan pastikan bahwa keturunan Alexander akan mati di tangan ku dan itu di awali dengan diri mu." Senyum Rigel terbit.


Dia menatap sengit pada Liam yang terus saja bersikap bahwa dia akan menang melawannya.


" Kita lihat saja nanti dan jika ingin membunuh ku, maka lakukan dengan cepat sebelum keluarga ku mengetahui keberadaan mu saat ini." Ucap Rigel yang memberi peringatan pada Liam yang terlalu banyak membuang waktu menurutnya.


Liam sendiri yang baru saja hendak memainkan dramanya sudah mendapatkan kabar bahwa ada seseorang yang datang dengan tangan kosong.


Dia tidak membawa siapa pun bersamanya. Liam sendiri menatap pada Rigel yang terlihat menyunggingkan senyumannya.


" Kenapa? Kau takut bahwa ada seseorang yang datang dan kau tidak bisa menahannya?" Ucap Rigel dengan senyuman yang di buat semenyebalkan mungkin untuk memprovokasi Liam.

__ADS_1


Sementara Liam sendiri, dia memilih untuk memberi perintah pada anak buahnya untuk menangani pria yang berani mengusik ketenangannya itu.


Siapa pun dia, Liam tidak akan mengampuninya karena telah berani ikut campur dengan dirinya saat ini.


Di saat Rigel tengah menanti bantuan dari oleh yang akan menolongnya, di rumahnya Belle terus saja berusaha untuk menghubungi calon suaminya namun hingga saat ini dia juga belum mendapatkan kabar dari pria itu.


Entah kemana dia perginya, tapi yang pasti Belle sangat mengkhawatirkan keadaannya.


Dia begitu mengkhawatirkan keadaan Rigel yang belum ada kabar beritanya.


" Kamu di mana Bee? kenapa tidak ada kabar hingga saat ini juga?" Tanya Belle dengan panik.


Bukan hanya panik, tapi Belle begitu khawatir dengan keadaan pria yang sangat di cintainya.


" Aku harap kamu baik-baik saja Bee."


...💙💙💙...

__ADS_1


__ADS_2