Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )

Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )
Kejutan


__ADS_3

Duar...


" Surprise..." Semua berteriak saat Rigel masuk ke rumah utama dimana seluruh keluarganya yang berada di London berkumpul untuk menghadiri acara ulang tahunya dengan Acher.


Melihat wajah Acher yang terlihat dingin seperti itu membuat Rigel mencium aroma konspirasi disini.


Tapi apa? Rigel menjadi waspada ketika melihat saudara kembarnya yang terlihat diam dan tidak banyak bicara seperti itu.


Apalagi ketika Aurin datang menghampirinya dengan membawa sebuah paperbag yang entah apa itu isinya.


" Apa?" Tanya Rigel dengan datar membuat Aurin kaget dan langsung memundurkan langkahnya.


Dia tau, bahwa ada yang akan terjadi setelah ini. Tidak biasanya Aurin berani mendekat padanya seperti ini.


" Jangan seperti itu pada istriku." Ujar Acher marah.


Dia tidak terima saat Rigel membentak Aurin seperti itu hingga membuat istrinya kaget.


" Lalu aku harus apa? Kau tidak mungkin meminta ku pulang ke London jika tidak ada sesuatu di baliknya. Ini bukan hanya sekedar pesta ulang tahun saja, karena aku mencium aroma konspirasi disini." Acher tidak bisa mengelak lagi karena memang ada sesuatu yang akan membuat Rigel marah setelah ini pastinya.

__ADS_1


" Ambil ini." Rigel menatap penuh curiga pada Aurin yang memberanikan diri untuk memberikan paperbag itu padanya.


" Untuk apa?" Tanya Rigel lagi yang semakin curiga dengan istri saudara kembarnya itu.


" Sudah aku katakan jangan seperti itu pada istri ku. Dia tengah mengandung anak kamu saat ini." Mata Rigel langsung menatap penuh intimidasi pada Aurin yang langsung berlindung di balik tubuh jangkung suaminya.


Baik Acher maupun Rigel, keduanya sama-sama memancarkan aura permusuhan yang sangat kental disini.


Acher tidak suka dengan Rigel yang memarahi istrinya, dan Rigel yang tidak suka dengan Aurin yang akan membuatnya susah.


" Suda lah, ayo cepat ke kamar dan gunakan itu."


" Aku mohon tolong aku sekali ini saja. Nanti jika istri mu hamil aku juga akan membantu mu menuruti ngidamnya, jadi ayo bantu aku."


" Kau yang menghamilinya dan kau yang mengambil DP lebih dulu lalu bagaimana bisa aku yang harus membayarnya? Kau sudah gila ya." Umpat Rigel lagi yang semakin kesal dengan kembarannya ini.


Yang hamil itu istrinya Acher, lalu bagaimana bisa dia yang harus ikut bertanggung jawab dengan semua ini?


" Aku mohon, bukan kah kita ini saudara? kau pernah berjanji pada ku untuk selalu ada di sampingku, lalu mana janji mu ingin itu? Aku akan menagihnya sekarang."

__ADS_1


Krik...krik...krik...


Terdengar suara jangkrik tiba-tiba di sekitar mereka karena tidak ada lagi yang bersuara disini selain mereka berdua.


Jika sudah di ingatkan dengan janji setia mereka sebagai seorang anak kembar, Rigel menjadi lemah dan untuk itu Acher merasa menang saat ini.


" Kemarikan itu." Rigel langsung menarik paparbag yang ada di tangan Aurin dan membawanya begitu saja ke kamar tanpa berpamitan lagi pada mereka semua yang ada di sana.


Acher pun menghampiri Aurin yang sedang cemas, karena dia takut dengan Rigel yang semakin hari semakin menyeramkan saja menurutnya.


Apalagi ketika dia melihat tatapan mata Rigel yang selama ingin menelannya hidup-hidup membuat Aurin semakin takut.


" Tidak apa-apa, jangan takut karena dia tidak akan berani memarahi mu lagi oke. sekarang tersenyumlah." Aurin pun tersenyum dengan apa yang Acher katakan padanya.


Dia benar-benar menginginkan mereka berdua memakai pakaian itu yang pastinya akan terlihat sangat menggemaskan nantinya.


Aurin sendiri merasa tidak sabar untuk menantikan hal itu terjadi.


...💙💙💙...

__ADS_1


__ADS_2