Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )

Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )
Heboh


__ADS_3

" Kau terlihat sangat luar biasa sekali kawan..." Ucap pria bernama Arkana anak dari Satria.


Pria yang pernah di mintai tolong oleh Rigel sewaktu di London waktu itu.


" Jangan membuat ku kesal dengan tingkah mu Arkana. Kau sudah memiliki istri dan anak. Lihat anak mu itu." Ucap Alta yang merasa risih dengan Arka yang selalu saja bersikap seperti ini jika mereka bertemu.


Sementara pria yang memakai topi di kepalanya hanya tersenyum saya sambil membawa wanita yang memakai penutup wajah dan hanya kelihatan matanya saja.


Rigel menatap mereka yang membuat kehebohan di sana.


Ada juga wanita yang tak kalah cantiknya dengan sang Mommy tercinta.


" Tidak bisakah kau bersikap seperti Husein? Seharusnya kau tinggal saja di pesantren miliknya. Aku harus mensucikan pikiran mu itu." Ucap Alta lagi yang merasa risih saat Arka selalu saja menggandoli dirinya seperti anak kangguru.


" Mau kemana?" Tanya Sky pada Rigel saat melihat putranya yang ingin pergi dari tempat itu.


" Rigel ingin mencari udara segar. Mungkin berkuda jauh lebih menyenangkan dari pada di sini. Kalian semua sibuk dengan dunia kalian lalu aku harus apa?" Sky pun membiarkan putranya itu pergi dari tempat mereka saat ini.


Rigel benar-benar pergi dari sana dan dia memilih berkuda saja di hutan.


Di saat Rigel tengah berada di hutan dia lebih memilih menghubungi Belle saja.


Sementara gadis yang dihubunginya tidak mengangkat panggilan telepon darinya sama sekali. Entah apa yang sedang dilakukan gadis menyebalkan itu hingga tidak bisa mengangkat panggilan telepon dari.


Rigel sudah terlanjur kesal karena tiga panggilan tak terjawab dan itu benar-benar membuatnya marah pada gadis menyebalkan itu.


Dia ngambil kembali berkuda dan menikmati suasana di hutan ini karena menurutnya sangat menyenangkan.

__ADS_1


" Ayo kita bermain hari ini. Aku ingin melihat seberapa tangguh dirimu." Ucap Rigel pada kuda yang tengah di tungganginya saat ini.


Keesokan harinya Rigel masih menata ponselnya dan tidak ada satu panggilan atau pesan yang masuk dari Belle.


" Sebenarnya ke mana manusia ini? jika sampai dia berani menyelingkuhi ku, aku akan menguburnya hidup-hidup. Aku akan membuatnya mati tertanam dalam tanah bersama pria itu." Ucapnya dengan penuh emosi.


Dia lebih memilih pergi untuk membersihkan dirinya. Namun, saat dia selesai mandi dan melihat ponselnya dia kaget saat Belle mengatakan bahwa dia sudah sampai di bandara internasional kota Jakarta.


Dengan segera pria itu langsung menghubungi nomor gadis menyebalkannya.


" Di mana kau sekarang?" Tanya Rigel pada kekasihnya saat panggilan telepon langsung dijawab oleh gadis menyebalkannya.


Sementara Belle sendiri hanya tertawa saja saat mendengar suara Rigel yang terlihat panik seperti itu.


" Calme-toi chรฉrie, je vais bien."


Melihat di mana Belle saat ini membuat reggae langsung mematikan sambungan teleponnya dan pergi meninggalkan kamarnya.


Dia langsung pergi menuju bandara untuk menjemput Belle. Gadis itu benar-benar sangat menyebalkan.


" Rigel mau kemana sayang?" Tanya Starla pada putranya yang terlihat buru-buru seperti itu.


" Rigel mau pergi sebentar Mom." Jawab Rigel yang kembali berlari.


Dia langsung memasuki mobil yang ada di sana tanpa melihat dan mengetahui lagi itu mobil siapa ini adalah menjemput Belle.


" Bagaimana bisa kamu sampai di negara ini tanpa izin dari ku lebih dulu. Kau benar-benar menyebalkan Belle." Ucap Rigel dengan perasaan kesalnya.

__ADS_1


Dia melajukan mobil itu dengan kecepatan di atas rata-rata. Hanya menggunakan aplikasi penunjuk jalan aja dia nekad untuk menjemput Belle padahal itu juga pertama kalinya dia pergi ke Indonesia.


Belle sendiri hanya bisa menunggu di luar pintu masuk bandara karena menurutnya itu adalah posisi yang paling strategis untuk menunggu Rigel.


Benar saja, tiba-tiba saja sudah ada mobil Ferarri merah yang sudah berhenti di depannya saat ini.


Brak!


" Bee..." Belle terlihat penuh senyuman saat melihat pria itu datang menjemputnya.


Sementara Rigel sendiri juga langsung memeluk Belle dengan erat.


Grep...


" Bee...aaahh...Sakit..."


" Kenapa kau begitu menyebalkan? Kenapa nekad pergi ke sini tanpa dampingan siapa pun? Perjalanan dari Paris ke Indonesia itu memakan waktu hampir 17 jam. Kau benar-benar membuat ku takut." Rigel menatap Belle dengan tatapan tajam hingga membuat gadis itu hanya tersenyum kaku mendengar kemarahan dan Omelan dari pria yang sangat di cintainya itu.


" Maaf, aku hanya ingin memberikan mu kejutan saja Bee."


" Tapi tidak seperti ini. Kau tau itu."


" Maaf..." Ucap Belle dengan manja.


Dia bahkan menjewer telinganya sendiri untuk meminta maaf pada pria itu.


" Huu, sudah lah ayo."

__ADS_1


...๐Ÿ’™๐Ÿ’™๐Ÿ’™...


__ADS_2