Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )

Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )
Tangisan


__ADS_3

Mendapatkan kabar dari kekasihnya bahwa dia berada di rumah sakit membuat Belle terus saja menangis sejak tadi.


Bahkan, saat pelipis Rigel di jahit pun dia masih menangis. Ya, Belle menangisi keadaan calon suaminya yang terlihat sangat menyedihkan seperti itu.


Sementara Rigel sendiri hanya menatap datar dan malas melihat Belle yang menangis seperti itu.


" Tidak bisakah kau menghentikan tangisanmu itu? kepalaku pusing dan aku ingin istirahat jadi tolong berhenti menangis. Kau sudah tahu bahwa aku tidak menyukai wanita yang suka menangis tapi kenapa tetap melakukannya?" Tanya Rigel pada Belle setelah dokter yang menanganinya tadi keluar dari ruangan itu.


Belle sendiri hanya bisa menggelengkan kepalanya saja. Dia tidak perlu peduli dengan apa yang dikatakan pria itu mau dia marah atau mengumpat sekalipun biarkan saja yang penting dia bisa menangis saat ini.


" Kau mau berhenti menangis tidak?"


" Biarkan aku menangis! aku sudah mengkhawatirkan mu semalaman dan bahkan aku tidak bisa tidur jadi biarkan aku menangis saat ini. Biarkan aku menangisi keadaan kamu ini dan jangan membuatku kesal." Rigel sendiri menatap tidak percaya dengan kekasihnya itu.


Bisa-bisanya Rigel yang marah dan gadis menyebalkan itu pula yang kembali memarahinya.


" Sudah sini peluk aku." Rigel merentangkan kedua tangannya agar Belle mau menghampirinya dan memeluk tubuhnya.


Jujur, Rigel juga sangat merindukan gadis menyebalkan ini.


Baru saja mereka tidak bertemu satu harian tapi rasa rindu itu sudah sangat membelenggu di hatinya. Kerinduannya terhadap gadis menyebalkannya itu sudah memenuhi hatinya dan juga rongga paru-parunya hingga membuat dirinya sesak.


" I mis you Belle..." Ucapnya dengan penuh kelembutan.


Dia meluapkan rasa rindunya terhadap gadis itu. Sungguh, Rigel sangat merindukannya.

__ADS_1


" Apa kau merindukan ku?" Tanya Rigel.


Bugh...


Belle memukul dada pria itu dan bahkan rasanya dia ingin sekali mengigit dada bidangnya.


" Pukul saja aku lagi jika itu bisa membuat kamu tenang. Pukul aku sebanyak yang kau mau Chéri." Suara tangis Belle kembali terdengar dan itu sangat menyakitkan sekali di telinga Rigel.


Sungguh, ini benar-benar sangat menyakitkan sekali baginya. Mendengar tangisan dari Belle membuat hati Rigel terasa sakit.


Sakit sekali rasanya saat mendengar gadis menyebalkan yang paling dicintainya merasa sedih seperti ini.


" Maaf karena telah membuatmu panik. Aku juga tidak tahu bagaimana bisa aku sampai diculik seperti ini. Mereka salah karena telah melakukan hal ini padaku." Ucap Rigel yang berusaha menjelaskan apa yang terjadi padanya.


" Lihat ini, wajah kamu tidak tampan lagi Bee. Kamu jelek, wajah kamu di penuhi dengan luka." Ucapnya dengan suara tangisan.


" Nanti akan kembali lagi." Belle menggelengkan kepalanya karena dia tidak setuju dengan apa yang pria itu katakan padanya saat ini.


" Kenapa?" Tanya Rigel pada Belle yang terlihat tidak menerima apa yang dikatakannya.


" Aku sedih, aku takut dan pikiran ku berkelana kemana-mana saat tidak mendapatkan kabar dari kamu. Aku ketakutan bahkan aku tidak bisa tidur dengan baik. Kenapa memaksa untuk menghindari mobil sendirian di saat keadaan sedang tidak baik-baik saja. Kenapa tidak menghubungi anak buahmu untuk menjemput saja? jika saat itu kamu---"


" Sssttt..." Rigel menghentikan apa yang Belle katakan karena dia tidak ingin mendengar gadis menyebalkan ini terus saja berbicara panjang lebar yang akan membuat kepalanya semakin sakit.


" Apa pun yang terjadi itu memang sudah takdirnya. Aku bersyukur bahwa aku masih dikelilingi dengan orang-orang baik dan lihatlah saat ini, aku sudah baik-baik saja jadi apalagi yang kau takutkan? aku bahkan sudah bisa memelukmu lagi saat ini." Jelas Rigel lagi.

__ADS_1


" Tapi tetap saja aku mengkhawatirkan keadaan kamu. Kamu, kamu itu sudah separuh dari jiwaku. Jika aku tidak mendapatkan kabar dari kamu rasanya bernapas saja pun sulit."


" Jangan mencintai aku sebegitu besar Chéri."


" Kenapa?" Tanya gadis itu dengan mata indahnya yang terlihat sangat sendu.


" Jangan terlalu besar mencintaiku karena biarkan aku yang mencintaimu. Kamu hanya akan ku izinkan untuk menerima rasa cintaku dan seluruh yang aku miliki. Biarkan aku yang melakukan semua ini untukmu." Ucap Rigel dengan penuh perasaan.


Belle sendiri menatap calon suaminya itu dengan mata yang berkaca-kaca. Dia kembali memeluk dengan erat pria itu.


Namun, saat keduanya tengah dalam momen haru tiba-tiba saja pintu ruangan rawat Rigel terbuka.


Dia melihat bahwa ada saudara kembarnya yang mengunjunginya saat ini.


" Bawa istri mu pulang jika dia menginginkan hal aneh lagi dari ku. Aku tidak bisa menuruti ngidam anehnya lagi."


" Aku tidak meminta mu untuk melakukan hal itu." Ucap Acher yang merasa bahwa Rigel telah berburuk sangka padanya.


Dia memang datang bersama Airin, tapi bukan berarti dia ingin meminta sesuatu yang tidak masuk akal lagi.


" Aku dan Aurin hanya ingin menjenguk mu saja."


" Itu jauh lebih baik!" Jawabnya dengan datar.


...💙💙💙...

__ADS_1


__ADS_2