Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )

Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )
Kisah Kita


__ADS_3

Aurin sudah memutuskan bahwa dia tidak akan mau terlibat hubungan apapun lagi dengan dua orang pria itu.


Baik itu Acher ataupun Rigel sendiri karena keputusannya sudah bulat bahwa dia akan memulai hidupnya yang baru.


Dia mulai nyaman dengan kehidupan kota London ini, maka dari itu dia berusaha untuk hidup lebih baik lagi di kota London ini karena dia mulai nyaman dengan segala kehidupan di kota besar yang di juluki dengan The Smoke.


Bukan hanya Aurin sana yang bersikap demikian terhadap Acher, tapi dia juga melakukan hal yang sama pada Rigel.


Seperti saat ini, dia bertemu dengan Rigel di sebuah cafe, dan mereka sama sekali tidak melakukan tegur sapa seperti biasanya.


Aurin melakukan hal itu pada Rigel, dan Rigel pun melakukan hal yang sama terhadap Aurin walau di dalam hatinya dia merasa aneh dengan sikap Aurin padanya yang terlihat seperti tidak mengenalnya sama sekali.


" Hebat sekali dia bisa berakting seperti itu." Ucap Rigel saat Aurin sudah pergi dari cafe dan tidak melihatnya sedikitpun walau Rigel yakin, bahwa dia melihatnya tadi.


" Mungkin ini yang terbaik untuk semuanya." Ucap Aurin setelah masuk ke dalam mobilnya.


Dia sama sekali tidak ingin terus memikirkan kedua pria yang telah membuat hatinya hancur saat ini.


Bukan hanya Acher saja, tapi sikap Rigel terhadapnya juga membuatnya muak dengan semua ini.


Andai saja dia mengetahui semua ini lebih awal, mungkin Aurin bisa mencegahnya.


Tapi bagaimana pun itu, semua ini sudah sesuai dengan rencana dan takdir tangan Tuhan. Dia tidak bisa melawan kehendak dari Tuhan yang mengendalikan semua akan dan pikiran manusia.


" Kenapa dokter?" Tanya Anita yang sekarang juga sudah ikut tinggal bersama Aurin di apartemen karena dia bilang uangnya untuk menyewa sebuah tempat tinggal bisa di kirimkannya untuk sang ibu yang berada jauh dari kota besar ini karena dia adalah perantau.


" Tidak ada, hanya bergurau saja. " Aurin menjawab singkat.


Mereka langsung pulang menuju apartemen tempat dimana Aurin tinggal. Apartemen milik keluarga kedua pria yang telah menorehkan luka yang luar biasa di dalam hidupnya.

__ADS_1


Saat Airin dan Anita sudah sampai di apartemennya, seseorang menghampiri mereka dan memberitahukan kepada Aurin bahwa ada seseorang yang tengah menunggunya di rooftop apartemen.


Awalnya Aurin menolak dengan alasan dia lelah dan tidak mengenal orang tersebut, karena dia ingin menghindari jika yang datang adalah Acher.


Kenapa bisa bisa yakin dengan Acher? Ya karena Acher selalu mengajaknya bertemu di tempat seperti ini dan rasanya Aurin trauma dengan rooftop apartemen atau pun hotel karena awal dari rasa sakitnya adalah di rooftop saat dia melakukan dinner dengan Price Ice itu.


" Saya mohon nona, jangan menolak pesan ini karena pekerjaan saya menjari taruhannya saat ini." Dengan berat hati, akhirnya Aurin mengatakan pada petugas kemanan tersebut untuk menyampaikan pada seseorang yang tengah menunggunya saat ini bahwa dia akan datang kesana setelah membersihkan diri terlebih dulu.


Aurin langsung memeriahkan dirinya dan segera menemui orang tersebut, karena dia penasaran dengan sosok tersebut walau dia meyakini pada dirinya saat ini bahwa dia menduga bahwa itu adalah Acher.


Namun, saat dia sampai di rooftop, dia kaget saat melihat sosok pria tua yang berdiri di depannya saat ini dengan penjagaan ketat dan ada sosok pria tua juga di samping pria yang sepertinya menjadi bos di antara mereka semua.


" Kau adalah wanita pertama yang berani menolak ku dan membuat aku menunggu selama lebih dari 15 menit. "


Deg!


Sebenarnya siapa pria ini? Kenapa auranya sangat mengerikan?


" Jika kau bertanya siapa aku, maka aku akan menjawabnya. Aku adalah Christian Alexander Guero. Sudah mengenalku saat ini?" Pria itu berbalik dan betapa kagetnya Aurin saat dia mengetahui nama belakang dari pria tua yang masih terlihat sehat di usianya yang sudah tidak muda lagi.


Aurin tidak pernah bertemu langsung dengan pria ini, tapi wajahnya sangat luar biasa sekali.


Memiliki aura yang sangat dominan di sekitar mereka saat ini.


" Katakan padaku, apa alasan mu menolak lamaran dari cucuku? aku dengar kau menolak lamaran dari keluarga ku untuk meminang mu, dan berikan aku alasan yang logis untuk sebuah penolakan ini. "


Glug!


Aurin menelan ludahnya secara kasar saat dia melihat pria tua itu semakin maju dan mendekat padanya.

__ADS_1


Apalagi saat dia melihat bahwa pria di belakang kakeknya Acher ini juga tak kalah menyeramkan.


" Fokus mu hanya tertuju pada ku saja saat ini, lagi pula untuk apa kau memikirkan siapa pria di belakang ku itu karena dia tidak penting sama sekali. " Jika tidak memikirkan image mantan bosnya itu, Markus sudah ingin mengumpatnya saat itu juga.


Tapi berhubung masalah ini sangat serius, mau tidak mau Markus harus menahannya untuk tidak membuat ulah.


" Waktu ku tidak banyak, aku paling tidak suka saat ada seseorang yang terlalu banyak membuang waktu hanya karena tidak tau apa yang harus di jawabnya. Itu bukan sebuah alasan, tapi itu sebuah bentuk pembodohan dari diri sendiri. " Aurin semakin merasa terpojok saat ini.


Dia memang sangat Inging harus menjawab apa untuk kakeknya Acher dan juga Rigel saat ini. Dia berusaha untuk tenang dan santai saat ini dan setelah dia menarik nafasnya dalam-dalam, dia baru bisa menjawab Alex.


" Karena saya--"


" Tatap aku saat bicara. Kau harus tau siapa lawan bicara mu dan jangan pernah menundukkan pandangan mu di hadapan seseorang karena perbuatan mu itu, kau bisa di rendahkan oleh orang banyak nantinya. " Sungguh luar biasa sekali kakeknya Acher ini.


Jika Acher sangat logis, maka pria di depannya ini jauh lebih logis lagi dari Acher karena memang menurut Aurin, kakeknya Acher memang sangat luar biasa sekali pesonanya.


" Saya tidak ingin terlibat perasaan dan hubungan apapun lagi dengan cucu anda. tidak untuk Acher tidak juga untuk Rigel. Jika dulu aku dan kedua cucu anda tidak saling mengenal, maka aku harap akan seperti itu juga saat ini." Jawab Aurin.


Sementara Alex, dia hanya diam berdiri di tempatnya dan menatap datar pada sosok wanita yang di cintai kedua cucu kembarnya itu.


" Alasan mu sangat klise sekali untuk wanita sekelas dirimu. Aurin Ananta, siapa nama China mu itu? Zheng Jianyin, Gadis cantik keluarga Zheng Yi. " Tidak heran lagi jika sosok tersebut bisa mengetahui segala hal.


Bahkan mungkin saja jika dia menginginkannya, dia bisa mengetahui berapa bersaudara semut yang berada di dalam tanah, dan juga cacing yang hidup di dalamnya, karena dia adalah seorang Alexander Guero sang penguasa.


" Masuk akal atau tidaknya itu untuk anda, saya tidak peduli dengan itu semua karena keputusan saya sudah bulat. " Alex hanya menarik sudut bibirnya saat melihat bagaimana Aurin yang berusaha untuk bersikap sombong padanya.


" Jangan panggil aku Alexander jika aku tidak bisa mendapatkan apa yang aku inginkan saat ini. Jika dalam waktu 3 bulan aku tidak bisa merubah keputusan ku, maka aku akan dengan senang hati memberikan satu rumah sakit internasional milik ku atas nama mu. Jadi, selamat berjuang dengan kesombongan mu itu dan terus pertahanan, karena aku suka orang yang sombong seperti mu. "


...💙💙💙...

__ADS_1


__ADS_2