Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )

Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )
Menerima


__ADS_3

" Bee..." Panggil Belle saat mereka berdua sudah sampai di kampusnya.


Rigel belum berbicara apapun padanya sejak kejadian di rumahnya tadi di mana sang jadi menolak apa yang diinginkannya.


Dia ingin tahu sebenarnya apa yang terjadi pada Rigell hingga memintanya secara langsung kepada sang Daddy.


Bisa dikatakan bahwa itu adalah lamaran keluarga karena Rigel sudah berbicara kepada kedua orang tuanya untuk menjalin hubungan yang jauh lebih serius lagi.


" Sebenarnya ada apa? kenapa kamu tiba-tiba melamar ku seperti ini? berikan aku alasan yang jelas agar aku bisa mengatakan kepada kedua orang tuaku apa yang kamu inginkan." Terdengar nafas berat dari Rigel yang mengartikan bahwa saat ini apa yang dirasakannya memang benar-benar berat.


" Elle akan dilamar oleh seorang pria yang sudah disiapkan oleh Opa untuknya. Tapi Daddy menolak jika Elle dinikahkan sebelum aku menikah. Daddy takut jika aku di dahului oleh Adik ku maka aku akan menikah lama seperti apa yang dirasakannya dulu." Belle juga ikut berpikir apa yang dikatakan kekasihnya saat ini.


Walau dia tau, bahwa kekasihnya itu juga tidak mungkin memintanya secepat ini karena dia sendiri yang mengatakan bahwa bila harus menyelesaikan studinya lebih dulu baru mereka akan melangkah ke jenjang yang lebih serius.


" Jika begitu aku siap. Aku siap menikah dengan kamu."

__ADS_1


Deg!


Rigel langsung melihat ke arah kekasihnya yang baru saja mengatakan hal itu adalah.


Benarkah apa yang dikatakan gadis menyebalkan ini bahwa dia menerima lamarannya dan siap untuk menikah bersama Rigel?


" Jangan pernah main-main dengan ucapan Belle. Seperti yang Mommy-mu katakan bahwa pernikahan itu tidak mudah. Kita harus mempersiapkan segalanya termasuk mental karena mental adalah yang utama. Jangan asal muliakan apa yang aku inginkan kamu tapi tidak kamu ingatkan. Aku tidak ingin kamu merasa terpaksa dengan apa yang aku katakan tadi." Belle mengambil tangan Rigel dan menggenggamnya dengan erat.


" Percaya sama aku Bee, bahwa aku baik-baik saja. Tapi bisa kah aku meminta satu hal sebagai permintaan sebelum kita menikah?"


Belle mencoba untuk menguatkan hatinya saat ini bahwa dia benar-benar harus mengatakan ini pada Rigel. Setidaknya hanya ini yang diminta olehnya sebelum mereka menikah nantinya.


" Bisakah untuk menunda kehamilanku lebih dulu? maksudku sampai aku benar-benar menyelesaikan studiku. Aku takut jika aku mengandung nanti aku lebih memilih anakku daripada studiku dan aku tidak ingin cita-citaku terbengkalai begitu saja. Biarkan aku menyelesaikan kuliahku dan setelahnya aku akan menurut dengan apa yang kamu katakan. Biarkan aku menyelesaikannya dengan tenang tanpa harus memikirkan masalah anak diantara kita. Aku benar-benar berjanji hanya sampai aku menyelesaikan semua urusanku." Ucapnya dengan jelas.


Apa yang diminta oleh kekasihnya ini masuk akal sekali menurut Rigel dan dia pun menyanggupi permintaan Belle.

__ADS_1


" Baik, aku setuju!" Jawabnya dengan tegas.


Rigel menyetujui apa yang diinginkan milih karena itu memang semua demi kebaikan mereka berdua.


" Aku serius Bee."


" Lalu kau pikir aku bercanda? Aku tidak pernah bercanda jika itu berhubungan dengan mu dan masa depan kita. Bahkan aku sudah mempersiapkan rumah untuk kita tinggal jika kamu menerim pernikahan ini." Ucap Rigel lagi.


Belle sendiri benar-benar merasa bangga dengan apa yang Rigel siapkan untuk mereka.


" Biarkan aku yang mendesain rumah kita. Aku ingin mengerjakannya sendiri."


" Besok kita akan melihat rumahnya dan kau bebas mengatur apapun sesuka mu."


...💙💙💙...

__ADS_1


__ADS_2