
Aurin tidak tahu apa yang harus dilakukannya lagi saat ini. ternyata alasan dibalik semua yang Acher lakukan terhadapnya adalah Rigel.
Andai saja dia tau ini lebih awal, dia tidak akan ikut dengan ayahnya untuk pergi ke rumah besar keluarga Acher hingga menyebabkan semua ini terjadi.
" Hey, kenapa terus saja diam?" Tanya salah satu perawat yang menjadi teman Aurin setelah dia bekerja di rumah sakit ini.
" Apa kau pernah merasakan bahwa cintamu harus patah sebelum tumbuh? " Suster Anita menatap Aurin dengan tatapan bertanya-tanya.
Dia tidak mengerti dengan apa yang dimaksud Aurin saat ini.
" Maksudnya?" Tanya Suster Anita lagi karena dia belum paham dengan ini semua.
" Apa pernah merasakan bahwa kamu memimpikan sebuah hubungan indah, tapi belum semua itu terjadi kamu harus merasakan patah lebih dulu. " Anita menggelengkan kepalanya.
Dia belum pernah merasakan hal itu sebelumnya dan dia tidak pernah memiliki kekasih, jadi dia tidak tau dengan apa yang di katakan Aurin padanya tadi.
" Hehehe, saya itu single dok, jadi tidak mengerti hal seperti ini. " Aurin terlihat menghembuskan nafasnya berat.
Dia tidak tau harus bercerita apa dengan Anita, karena Anita pun tidak mengetahui apa yang dia rasakan saat ini.
" Memangnya apa yang terjadi dok?" Tanya Anita pada Aurin.
Jujur, dia pun penasaran dengan apa yang dirasakan Aurin sih dokter muda yang mencari dokter terfavorit di rumah sakit saat ini.
" Aku menyukai seorang pria, dan pria itu juga menyukaiku. Tapi sayangnya hubungan kamu yang belum dimulai harus kandas begitu saja saat dia memikirkan perasaan saudaranya. Dia mengorbankan perasaannya demi perasaan saudaranya. Dan ternyata apa yang dilakukan itu salah. Hubungannya dan saudaranya hancur dan itu gara-gara aku. Gara-gara akulah yang menyebabkan hubungan mereka berdua rusak. Akulah yang telah merusak hubungan mereka berdua. " Sampai disini Anita baru paham dengan apa yang di ceritakan Aurin saat ini karena dia mulai paham dengan perasaan dari dokter yang menjadi atasannya.
Dokter baru yang begitu lembut tutur katanya Hinga senyuman yang indah menurut Anita.
" Apakah orang tersebut saling berkaitan, maksudnya saudara kandung?"
__ADS_1
" Bahkan mereka kembar. "
" What the?" Anita langsung menutup mulutnya.
Dia tidak sadar bahwa dia hampir saja mengumpat di depan dokter Aurin.
" Mereka adalah saudara kembar, mereka terlibat perasaan yang sama. Dan yang lebih parahnya lagi aku di jodohkan oleh orang tua ku, betapa kagetnya aku saat jodoh yang di siapkan mereka adalah pria yang sama dengan yang ku sukai. "
" Aahh...dok, saya pusing dengan kisah cinta dokter yang rumit ini. " Aurin memang mengakui bahwa hubungannya saya ini sungguh rumit.
Benar-benar rumit hingga tanpa sadar dia meneteskan air matanya di depan Anita.
Melihat Aurin yang menangis dalam diam membuat Anita bingung.
" Dok, kenapa menangis? " Anita panik.
Dia tidak tau, apakah sesakit ini perasaan Aurin hingga membuatnya menangis?
Dia tidak tau bagaimana jadi Aurin, tapi dia ingin berusaha menjadi teman yang terbaik untuk Aurin.
" Pernah mendengar bahwa cobaan datang dari Tuhan untuk hambanya yang beriman?" Aurin menggelengkan kepalanya karena dia tidak tau itu sama sekali.
" Aku memang tidak pernah merasakan apa yang kau rasakan, dan semoga aku tidak merasakan hal yang sama seperti yang Dokter rasakan. Tapi, aku rasa Tuhan pasti tahu bahwa Dokter bisa melewati semua cobaan ini. Tuhan tidak akan salah memberikan cobaan kepada hambaNya, dan aku yakin Dokter bisa melewati semua ini. " Walau Anita tidak tahu apa yang dikatakannya ini benar atau tidak tapi setidaknya dia sudah berusaha untuk menghibur Aurin.
" Saya ini terlahir dari sosok wanita yang begitu kuat, saya dibesarkan oleh single mom dan bahkan hingga usia saya 20 tahun seperti ini saya tidak pernah bertemu dengan ayah saya. Tapi saya tidak ingin menangisi semua itu karena saya tidak ingin melihat ibu saya bersedih. saya harus bisa bangkit dan kuat untuk menjalani semua ini demi ibu saya, begitu juga dengan anda Dokter, saya harap anda juga bisa bangkit dan melewati semua ini karena aku yakin Dokter adalah wanita yang hebat. " Aurin merasa bahwa hidupnya terlalu banyak mengeluh dengan semua ini.
Dia malu dengan Anita yang bahkan memiliki kehidupan yang jauh lebih buruk darinya. Jika dia merasakan bagaimana sakitnya saat orang tuanya bercerai,alu bagaimana dengan Anita yang bahkan tidak pernah merasakan kasih sayang dari orang tua yang lengkap.
" Rasanya, aku sangat malu sekali mengeluh seperti ini pada mu Anita. Aku mengeluh sementara yang menjadi tempat keluhan ku saat ini adalah gadis yang menurutku kehidupannya jauh lebih berat dari aku. " Anita hanya tertawa saja.
__ADS_1
Dia tau bahwa Aurin tengah merasa kasihan dengan cerita hidupnya, tapi dia tidak ingin Aurin mengasihaninya karena perjalanan hidupnya.
" Hahaha...jangan mengasihani saya dengan cerita hidup saja Dokter, lebih baik kita makan siang dan Dokter yang mentraktir saja makan siang kali ini. " Aurin pun menghapus air matanya karena dia akan pergi makan siang di kantin bersama Anita.
" Ayo, "
" Yes...Dokter yang bayar ya. "
" Oke. " Mereka langsung pergi ke kantin untuk makan siang kali ini.
Namun, saat Aurin tengah sibuk dengan ponselnya saat ini, dia menabrak seseorang hingga membuat ponselnya terjatuh.
" Mampus, tuan Acher. " Anita sudah ketakutan saat melihat ternyata yang di tabrak Aurin adalah Acher.
Pemilik rumah sakit ini yang di tabrak Dokter Aurin.
" Maaf, tuan...saya tidak sengaja. " Aurin langsung mengambil ponselnya dan langsung pergi meninggalkan Anita dan Acher.
Melihat Aurin yang sudah berjalan meninggalkannya lebih dulu, membuat Anita pun pamit pada Acher untuk menyusul sang Dokter.
" Apa benar yang di katakan Rigel, bahwa kamu adalah orang yang paling tersakiti disini?"
Acher masih berdiri di tempatnya dan menatap Aurin yang sudah berjalan menjauhinya.
Dia menatap datar, tapi hatinya benar-benar jungkir balik merasakan sakit yang luar biasa saat melihat Aurin menjauhinya.
Apa sesakit ini saat melihat wanita yang kita cintai ya, menjauhinya begitu saja bahkan Aurin tidak menatapnya lagi setelah tau siapa yang ditabraknya.
Bukankah ini yang di inginkannya? Seharusnya dia senang bahwa Aurin menjauhinya, tapi kenapa dia merasakan sakit sekali dengan sikap Aurin yang seperti ini?
__ADS_1
...💙💙💙...