Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )

Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )
Rencana


__ADS_3

" Kenapa membiarkan putra ku pergi lagi? kenapa membuat ku kembali menjadi ibu yang buruk?" Starla terus saja menangis sambil memukuli tubuh suaminya.


Dia merasa kecewa sekali dengan Sky yang membiarkan putranya kembali pergi.


Jika dulu Reyden, kini Rigel yang di biarkan Sky pergi darinya.


" Aku melakukan ini demi anak-anak kita. Rigel ingin melupakan Aurin dan membiarkan Acher kembali mengejar cintanya. "


" Tapi kenapa harus pergi? Tidak bisakah disini saja bersama ku?" Starla menangis di dalam pelukan suaminya.


Dia menangisi nasibnya yang begitu menyedihkan. Starla tidak menginginkan semua ini. Dia tidak ingin anak-anaknya pergi jauh.


Lalu, kenapa suaminya membiarkan Rigel pergi dan lebih parahnya lagi dia tidak tau kemana Rigel pergi.


" Percayalah padaku, ini semua demi anak-anak. Rigel juga sudah setuju dengan semua ini."


" Tapi--"


" Aku mohon, percayalah bahwa ini semua yang terbaik untuk mereka semua. Biarkan mereka menjalani semuanya dengan baik dan kita hanya akan memantaunya saja. " Terpaksa Starla menurut dengan suaminya.


Dia tidak tau harus melakukan apalagi saat ini. Sementara itu, Acher yang tidak mendapati keberadaan Rigel langsung menghampiri pamannya. Siapa lagi jika bukan Jupiter.


" Paman, tolong katakan dimana Rigel, Ace mohon. " Jupiter terlihat tidak tau menahu soal ini.


Dia bukan tidak bisa mengetahuinya, hanya saja dia memang tidak harus tau. Jika dia nekad mencari tau pasti akan sulit nantinya.


Bukan hanya dari Sky, tapi dari Rigel dan juga Papa-nya.


Bisa saja nyawanya melayang nantinya.


" Baik kamu pulang saja, tolong jangan libatkan Paman dengan masalah kalian ini. kamu tidak mengetahui bagaimana menyeramkannya Daddy kamu. Jika sampai Paman ketahuan membantumu untuk mencari Rigel, bisa tamat riwayat Paman Acher. " Membayangkannya saja Jupiter sudah merinding sendiri.


Dia benar-benar ketakutan, cukup sekali dia berurusan dengan Sky, dan dia tidak ingin itu terjadi lagi.

__ADS_1


" Ace, mohon paman tolong Ace sekali ini saja. "


" Paman bisa saja menolong mu untuk mencari keberadaan Rigel saat ini, tapi apa kamu bisa menolong Paman dari serangan Daddy kamu? belum lagi penguasa daratan Eropa yang pertama sudah kembali, bisa habis kita semua di tangannya. " Jupiter tetap menolak permintaan keponakannya ini.


Jupiter yakin, jika kakaknya melakukan ini semua dan didukung oleh papa-nya itu artinya keputusan inilah memang yang terbaik untuk mereka semua.


Jika keputusan ini salah seorang Alexander tidak akan mungkin membenarkan yang begitu saja. Maka Jupiter yakin bahwa inilah keputusan yang terbaik untuk mereka.


" Pulanglah Ace, jangan membuat diri mu susah sendiri. Percaya lah jika ini yang terbaik. Mereka semua melakukan ini demi kalian semua. Rigel menyayangi mu, maka itu dia pergi agar kamu bisa mengejar cintamu lagi. " Acher tertunduk lesu.


Dia tidak menyangka jika Rigel pergi meninggalkan mereka itu demi dirinya.


" Baiklah paman, terima kasih atas waktunya. " Acher pergi dari ruangan kerja pamannya.


Saat keluar dari ruangan kerja pamannya, dia minat ada keluarga besarnya di sana.


Dia pergi melewati mereka semua begitu saja setelah menundukkan kepalanya untuk berpamitan.


" Ini semua tidak semudah yang kita bayangkan. Jika dulu Sky bermasalah dengan Jupiter karena perasaan terlarang yang dimiliki Jupiter terhadap Starla, baik Sky maupun Jupiter, mereka bisa menyelesaikan semuanya dengan baik karena hingga saat ini Starla tidak mengetahui perasaan Jupiter terhadapnya. Tapi mereka, mereka semua mengetahui perasaan mereka masing-masing hingga membuatnya rumit seperti ini. " Memang benar apa yang dikatakan Alexander, pokok permasalahan antara Sky dan juga Jupiter dulu bisa diselesaikan dengan mudah karena Starla tidak mengetahui perasaan Jupiter.


Sementara sih kembar ini, mereka semua mengetahui semua perasaan mereka hingga menyebabkan ini semua semakin rumit.


Bukan hanya itu saja, baik Acher maupun Rigel, mereka sama-sama ingin mengalah dan merelakan perasaan mereka untuk Aurin.


Sementara Aurin, wanita itu terpaku dengan sosok Acher yang memiliki sejuta pesona dalam diamnya.


Diamnya seorang Acher menyembunyikan pesona yang sangat luar biasa. Dia diam saja pun mereka semua sudah hampir gila saat melihatnya.


Sementara Rigel sendiri, pesonanya tidak terbantahkan lagi. Dia tersenyum, para wanita akan langsung menjerit histeris.


" Maka sederhanakan semua ini. Jika Rigel sudah menyetujui usul dari Sky untuk mengurus perusahaan di Paris, maka kita harus memantaunya saja. Kita lihat sejauh mana takdir mengejar mereka. "


" Aku bahkan berpikir untuk menjodohkan Rigel. " Alex sudah menyusun rencana.

__ADS_1


Tapi rencana itu langsung di patahkan begitu saja oleh Matheo yang terlihat tidak setuju dengan semua usul papa-nya.


" Tidak semua perjodohan itu baik Pa, begitu juga sebaliknya. Biarkan anak-anak memilih kehidupannya masing-masing. Jangan mencampur urusan mereka dengan tekanan Pa. Seperti Alta, yang harus berjuang keras untuk semua kehidupannya. " Memang benar apa yang di katakan Matheo bahwa tidak semua perjodohan itu baik.


Tapi bukankah mereka harus mencobanya lebih dulu? Mungkin jika mereka mencobanya bisa jadi Rigel mau.


" Sudahlah, kau tidak semuda dulu. bisa saja analisa mu salah satu ini. Kemarin saja kau salah mengirimkan pesan terhadapku."


Bugh...


" Sialan kau!" Umpat Alex.


Dia tidak menyangka jika Markus semakin hari akan semakin berani saja dengannya


Di saat mereka semua tengah berdebat, di sisi lain Mario asik sendiri dengan ponselnya.


Melihat tatapan dari Alex membuat Steve langsung mengerti. Dia mengambil ponsel Mario dan melemparkannya pada Alex.


" Kembalikan ponsel ku. " Mario meminta ponselnya lagi namun tidak berani karena Alex yang memegangnya saat ini.


" Di saat usia mu sudah bau tanah seperti ini, kau masih bisa menggombali gadis yang bahkan lebih pantas kau sebut dengan anak atau cucumu. luar biasa sekali kau. "


"Bukan seperti itu maksudku Alex, aku hanya--"


" Hanya ingin memastikan bahwa saluran pembuangan rumah sakit atau tidak? apa kau ingin aku yang memastikannya bahwa seorang itu masih aktif atau tidak?" Mario langsung menggelengkan kepalanya.


Dia tidak ingin berurusan apapun dengan Alexander karena jika sudah urusan dengan Alexander maka akan rumit urusannya.


Perkataannya memang terlihat sangat santai dan sederhana, tapi makna yang terkandung di dalamnya sungguh sangat luar biasa.


" Jadi jika tidak ingin aku memastikan bahwa saluran pembuanganmu masih sehat atau tidak jangan pernah berubah lagi. Apa tidak bosan berhubungan seperti itu dengan banyak wanita dan berganti wanita setiap harinya. Beruntung kau sehat jika kau tidak beruntung kau akan mati saat terkena penyakit mengerikan itu. " Mario tidak berani melawannya makan dia hanya bisa terdiam saja.


...💙💙💙...

__ADS_1


__ADS_2