Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )

Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )
Menantang


__ADS_3

Brak!


Rigel menghempaskan tubuh Belle hingga punggungnya menatap pintu ruangan aula tersebut setelah seluruh mahasiswa mengikuti acara seminarnya pergi meninggalkan ruangan itu.


Kini keduanya saling memberikan tatapan mereka di mana Rigel yang menatapnya dengan tajam sementara Belle memberikan tatapan tenangnya walau merasa bahwa punggungnya saya ini terasa sakit sekali.


" Kenapa diam? Dimana keberanian mu tadi yang menantang ku?" Belle tidak bisa menjawab apa yang menjadi pertanyaan dari Rigel.


Berada di jarak yang sedekat ini dengan Rigel membuat kerja jantungnya berdetak dua kali lebih cepat.


Apalagi saat melihat bagaimana tatapan mata Rigel yang menusuk hingga ke jantungnya membuat Belle sulit hanya untuk bernafas.


Dia tidak bisa mengontrol dirinya yang begitu terpesona dengan pria yang menjadi cinta pertamanya saat di kota New York saat itu.


Dan kini, dia bisa melihat dengan jelas, bahkan merasakan hangatnya hembuskan nafas Rigel yang menguat aroma lemon mint segar.


" Memangnya aku menantang apa dengan tuan? Aku tidak mengatakan apapun karena tuan sendiri yang mengatakannya. Apa aku pernah mengatakan bahwa aku meminta bertemu dengan keluarga anda jika bukan anda sendiri yang mengatakannya langsung?" Rigel semakin tidak senang mendengar jawaban dari Belle yang membuat emosinya tidak terkontrol lagi.

__ADS_1


Sulit sekali mengontrol emosinya di hadapan gadis berusia 17 tahun ini. Benar-benar sulit rasanya.


" Tau apa kau tentang semua yang aku rasakan? Kau tidak akan mungkin tau apa yang aku rasakan karena aku tidak ingin tau bagaimana respon mu terhadap ku. Aku tidak membutuhkan wanita seperti mu berada di dalam hidup ku!"


" Lalu wanita seperti apa?" Belle masih terus saja menantang Rigel karena dia masih sangat penasaran sekali dengan pria itu.


Dia ingin tau apa yang membuat pria ini hingga bersikap kasar dan sedingin ini?


" Aku tidak akan segan-segan menyakiti mu jika kau terus memancing emosi ku seperti ini."


" Lalukan! Aku ingin melihat seberapa berani seorang keturunan pria paling berkuasa di daratan Eropa ini. Aku ingin tau sehebat apa pria yang telah menguasai pasar saham kita Paris ini." Kedua tangan Rigel yang memegang lengan Belle semakin mencengkram erat di tangan wanita itu hingga membuat Belle meringis menahan rasa sakitnya.


Tapi itu tidak bertahan lama saat dia melihat wajah Rigel yang semakin mendekat padanya hingga membuat wajah Belle langsung reflek mundur ke belakang dan kedua matanya yang langsung terpejam.


Rigel yang mengetahui Belle tengah ketakutan saat ini pun langsung menghentikan aksinya dan yang hendak membuat Belle jera.


" Jangan pernah berharap aku mau melakukan itu pada mu karena aku tidak akan mungkin melakukannya pada gadis menyebalkan seperti mu."

__ADS_1


Brugh...


Tubuh Belle ddi hempaskan oleh Rigel begitu saja setelah dia mengatakan hal itu.


Belle sendiri dia yang baru saja tersadar dari lamunannya pun langsung terbengong.


" Kenapa aku bisa berpikir bahwa dia akan mencium ku? Dan dia, kenapa dia tega sekali melakukan hal ini pada ku?" Belle pun ikut keluar dari aula tersebut dan melihat Rigel yang baru saja memasuki mobil sport mewah miliknya yang berwarna putih.


Terlihat sangat gagah dan tampan sekali saat pria itu memakai setelan jas lengkap serta kaca mata hitam yang bertengger mancung di hidungnya.



" Kita lihat saja seberapa bisa anda menolak ku. Aku adalah Beauty Daserina Antoni Gilbert dan ibu ku adalah Crystal Ayana Bridge, jadi aku tidak terlahir sebagai gadis manja dan juga lemah. Aku akan mencairkan suasana hati mu yang membeku itu. Aku akan memastikannya Calon jodoh." Belle pun langsung pergi ke ruangan kelasnya untuk melanjutkan mata kuliah selanjutnya.


Sementara Rigel, dia benar-benar di buat kesal setengah mati oleh Belle yang memiliki wajah cantik namun sangat menyebalkan baginya.


" ****! Bisa-bisanya aku memiliki pikiran kotor untuk menciumnya. Kau gila Rigel, kau sudah gila."

__ADS_1


...💙💙💙...


__ADS_2