
" Pergi! Waktu mu sudah habis."
" Hah?" Belle yang kaget dengan apa yang di katakan Rigel pun hanya bisa terpelongo saja.
Dia tidak menyangka jika pria yang tadinya dia pikir sudah berubah, pada kenyataannya tidak sama sekali.
" Aku bilang pergi! kau juga sudah terlihat baik-baik saja bukan?" Belle masih menatap Rigel dalam diam.
" Lalu mobil ku bagaimana?" Tanya Belle lagi yang masih memikirkan mobilnya.
Rigel sendiri menatap wanita itu dengan tatapan datarnya hingga membuat Belle ketakutan.
" Tinggalkan nomor rekening mu disini dan segera pergi!" Mau tidak mau Belle terpaksa meninggalkan nomor rekeningnya di atas kertas yang telah di tunjuk oleh Rigel.
Setelah itu dia pergi meninggalkan ruangan kerja pria dingin itu dengan wajah yang sudah terlihat jauh lebih baik setelah mendapatkan perobatan dari Rigel.
Belle pulang kembali ke apartemen miliknya karena dia tidak tau apakah dia akan tetap tinggal disini atau tidak.
__ADS_1
Terlebih lagi Belle yang tidak ingin menghubungi Daddy-nya atau pun Mommy Crystal.
Maka dia harus bisa mencari tempat tinggal baru yang mungkin bisa menampung dirinya. Belle sudah bertekad bahwa dia akan pergi memulai hidup barunya dengan berusaha untuk lebih mandiri lagi.
Dia akan memulai untuk mencari kerja paruh waktu untuk membuktikan pada Daddy-nya bahwa dia bisa hidup tanpa bantuan Daddy Ars.
" Masuk!" Ucap Rigel setelah dia tau pasti yang mengetuk pintu ruangan kerjanya itu adalah Felix.
" Apa apa tuan?"
" Kirimkan kembali uang milik gadis menyebalkan itu." Felix sedikit kurang paham dengan apa yang Rigel maksud dengan gadis aneh.
" Tapi, bukankah dia memesan mobilnya disini?"
" Aku bilang kirimkan saja!" Mau tidak mau Felix melakukan hal itu.
Dia langsung mengirimkan uang tersebut pada nama seorang gadis cantik.
__ADS_1
" Bisa-bisanya, gadis bertubuh kurus seperti itu mendapatkan pukulan dari pria bertubuh tinggi seperti itu. Lagi pula, bagaimana bisa seorang ayah memukul putrinya?" Ucap Rigel lagi.
Dia sampai tidak sadar, bahwa saat ini kedua tangannya sudah terkepal erat dan rahangnya mengeras sempurna saat membayangkan pria bertubuh besar itu memukul putrinya sendiri.
" Rasanya aku bahkan ingin mematahkan tangan itu! Benar-benar sangat memuakkan!" Ucapnya lagi yang kembali memfokuskan dirinya dengan pekerjaannya saat ini.
Dia juga sudah mendapatkan kabar dari Felix bahwa uang itu sudah di kembalikan pada Belle.
Di saat Rigel tengah menikmati pekerjaannya, ponselnya kembali berdering dan itu panggilan dari Acher lagi.
" Aku tidak akan melakukan hal apapun lagi jika itu berhubungan dengan ngidam istri mu! Dia bukan mengidam, tapi dia memang ingin mengerjai ku. Jadi tidak akan terpengaruh lagi dengan semua itu!" Rigel yang masih kesal pun langsung mematikan sambungan teleponnya karena dia malas jika harus kembali berurusan dengan Aurin dan segala macam ngidamnya wanita itu.
Acher sendiri, dia hanya bisa menghela nafasnya pasrah karena dia tau kenapa Rigel bersikap seperti ini.
" Benarkah yang Rigel katakan bahwa Aurin memang sengaja mengerjainya? Tapi bagaimana bisa?" Tanya Acher yang masih tidak percaya dengan apa yang Aurin lakukan.
" Membujuk Rigel saja aku tidak bisa, lalu bagaimana aku mengatakan hal ini pada Daddy? Bisa-bisa aku di cekik nantinya."
__ADS_1
...💙💙💙...