Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )

Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )
Lebih Indah


__ADS_3

Setelah acara pertunangan yang bersama Acher, Aurin merasa bahwa pria itu semakin hangat padanya.


Itu semua dibuktikan dengan bagaimana Acher memperlakukannya. Pria itu menjemputnya di pagi hari untuk berangkat ke kantor, walau Aurin tau jarak dari kantornya dengan rumah sakit itu cukup memakan banyak waktu tapi Acher tetap saja melakukan itu walau dia sudah menolaknya.


" Kenapa sekarang lebih sering membawa mobil sendiri? biasanya juga ada supir. " Tanya Aurin karena dia melihat banyak perubahan dalam diri Acher untuknya.


Walau pria ini tetap dingin, tapi setidaknya mulai menghangat saat bersamanya.


" Aku hanya ingin memiliki waktu bersama mu lebih lama lagi." Jawaban yang membuat Aurin salah tingkah.


Dia terlalu lemah hanya untuk mendengarkan kata-kata manis yang keluar dari bibir Acher.


Melihat Aurin yang tersipu malu seperti itu membuat Acher tersenyum lalu mengusap rambut Aurin.


" Kenapa?" Tanya Acher saat melihat wajah kaget Aurin yang menggemaskan seperti itu padanya.


Apalagi saat dia mengusap tangan Aurin, itu semakin membuat wanita itu menatap heran padanya.


" Kenapa membuat ku tersipu malu seperti ini?" Aurin lebih memilih menatap pemandangan jalanan kota yang mereka lewati dari pada hari menatap Acher yang akan membuat dirinya semakin meleleh dns melemah.


Aurin takut jika Acher terus menatapnya seperti itu dia bisa mencair di dalam mobil ini.


" Memangnya aku melakukan apa?" Aurin kembali menatap Acher lalu mengalihkan pandangannya lagi karena senyuman pria itu membuatnya semakin tidak karuan.


" Ahhh...jangan terus menggodaku seperti itu. Aku semakin malu. Bisa-bisa aku meleleh di dalam mobil kamu nantinya." melihat reaksi Aurin yang seperti itu semakin membuat Acher merasa gemas dengan tunangannya itu.


Cup...


" Ace..." Aurin kaget saat Acher mencium pipinya.


Dia takut jika mereka berada di dalam bahaya jika Acher melakukan hal ini padanya.


" Kita berada di lampu merah, jadi jangan khawatir." Aurin baru sadar jika mereka saat ini tengah berada di area lampu merah.


Pipi Aurin semakin teras setebal saat ini. Dia seperti terlalu banyak memakai make padahal tidak Aurin tidak memakai make sama sekali.

__ADS_1


Dia hanya memakai pelembab wajah saja. Tapi saat Acher menciumnya, tiba-tiba saja wajahnya menjadi tebal.


" Jangan seperti itu lagi." Ucapnya dengan malu.


Dia sungguh tidak akan kuat jika terus di perlakukan seperti ini oleh Acher karena rasanya sangat luar biasa sekali.


Bahkan rasanya jantung Aurin hendak meledak hingga menyebabkan ledakan besar.


Tapi, mendengar apa yang Acher katakan membuat Aurin merasa bahwa dia sangat di cintai oleh pria itu.


" Dengarkan aku Aurin, aku ini calon suami mu jadi mulai sekarang tolong membiasakan diri mu dengan ku. Aku akan mengantar dan menjemput mu setiap hari seperti ini."


" Tapi Ace--"


"Sssttt...jangan menolak ku lagi. Jadi jangan mengatakan apapun lagi dengan penolakan mu itu." Akhirnya Aurin diam.


Dia tidak lagi mendebat Acher dan membiarkan pria itu yang terus saja menggenggam tangannya dengan penuh kasih sayang.


Bahkan saat keluar dari mobil pun Acher terus saja menggandeng tangan Aurin dan mengantarkannya hingga ke depan ruangan kerjanya.


Sementara Acher tidak perduli sama sekali dengan itu semua.


Dia semakin menjadi dengan merapikan rambut Aurin dan mengusap pipinya. apalagi saat pria itu kembali memberikan kecupan di keningnya membuat banyak orang semakin menjadikan mereka objek tontonan.


Sungguh, mereka berpikir bahwa betapa beruntungnya Aurin bisa mendapatkan pri seperti Acher.


Bukan hanya tampan saja, dia juga pemilik dari rumah sakit ini dan itu semakin membuat mereka semua mulai berkhayal ingin mendapatkan pria seperti Acher juga.


" Kenapa mencium ku lagi?"


" Karena aku ingin! Sudah, masuk lah. Aku akan menjemputmu untuk makan siang nantinya." Aurin hanya bisa menghela nafasnya dengan berat saat mendengar jawaban dari Acher yang sama sekali tidak perduli dengan orang-orang di sekitarnya.


Yang lebih parahnya lagi, dia bisa bersikap lebih hangat padanya dengan tersenyum dan menentukan banyak senyuman, tapi jika sudah tidak bersamanya pria itu akan kembali terlihat dingin dan tak tersentuh.


Acher berjalan dengan wajah datarnya menatap lurus ke depan tanpa memperdulikan banyak orang yang menatapnya dengan tatapan kagum dan juga ada beberapa orang dokter yang bekerja di rumah sakit ini memberikan salam padanya hanya di balas engan anggukan kepalanya saja.

__ADS_1


Sementara Aurin, dia langsung di serang oleh Anita yang menghampirinya dengan menjerit histeris setelah berada di dalam ruangan kerjanya.


" Aahhhkkk...Anda beruntung sekali dokter." Anita dengan segala kehebohannya membuat Aurin hanya bisa mengembuskan nafasnya dengan kasar.


Sudah sekali membuat Acher mengerti untuk tidak melakukan hal seperti itu lagi padanya. Bukan maksud Aurin menolak Acher, tapi setidaknya jangan melakukan hal itu lagi adanya di depan banyak orang.


Dia benar-benar membuatnya merasa malu. Aurin pun langsung mengetikan sebuah pesan yang akan di kirimkannya pada Acher.


"Jangan lagi melakukan hal itu padaku di depan banyak orang. Aku sangat malu."


Mendapatkan pesan seperti itu dari Aurin membuat Acher yang baru saja masuk ke dalam mobilnya hanya tersenyum saja.


Dia memberikan balasan pesan yang di kirimkan Aurin dengan kata cinta yang di ketik oleh pria itu.


" Karena aku mau😍" Mendapatkan balasan pesan seperti itu membuat Aurin tidak lagi membalas pesan itu karena jawabannya akan terus seperti itu.


Sementara Acher sendiri pun dia kembali melajukan mobil Ferarri biru miliknya menuju perubahan Sky Ax karena dia mulai semakin aktif untuk menangani semua proyek yang tengah berjalan saat ini.


Tidak ada reaksi apapun yang di berikan Acher selain Rekasi wajah datarnya dalam bekerja dan itu menjadi buah bibir dari para kalangan bisnisnya.


Saat sampai di lantai tujuannya, Acher langsung menuju ruangan meeting karena mereka akan menjalani meeting pagi ini dengan pembahasan pembangunan sekolah gratis untuk anak kurang mampu yang ada di negara kecil di luar kota London.


Dia membaca satu persatu berkas yang akan di teliti-nya dan dia menemukan sebuah kejanggalan di sana.


" Siapa yang mengaudit ulang berkas ini?" Acher mengangkat berkas tersebut hingga mereka semua bisa melihat apa yang di tunjukan Acher.


Namun tidak ada yang berani menjawabnya karena mereka tidak tau siapa yang bertanggung jawab ulang dengan semua audit dana yang akan di keluarkan untuk membangun sekolah tersebut.


Mereka tidak ada yang berani menjawabnya membuat Acher merobek kertas tersebut di depan mereka semua.


" Jangan kalian pikir bahwa jika Daddy ku sudah pensiun kalian bisa mempermainkan aku seperti ini?" Masih diam dan tidak ada yang ingin menjawab.


Acher langsung mengambil ponselnya dan menghubungi Ben asistennya.


" Kau tau apa yang harus kau lakukan Ben. Cari tau siapa yang mengaudit ulang laporan keuangan yang harus di keluarkan dari perusahaan. Jadi bawa pria yang telah berubah berkasnya!"

__ADS_1


...💙💙💙...


__ADS_2