Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )

Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )
Kencan


__ADS_3

Aurin semakin tidak mengerti bagaimana cara dia menghadapi Acher saat ini karena menurutnya Acher ini semakin aneh.


Jika setiap harinya Acher akan menjemputnya, kini pria itu kembali berulah dengan mengajaknya berkencan ala orang biasa.


" Yang benar saja Ace, mana ada kencan ala orang biasa." Aurin tidak habis pikir dengan apa yang di katakan calon suaminya ini.


Semakin hari Acher akan semakin aneh dan menurut Aurin Acher yang sekarang itu lebih menyenangkan tapi ya, begitu lah.


" Ada, Daddy bilang ada kencan ala orang biasa."


" Yang seperti apa kencan ala orang biasa Ace? lagi pula apa bedanya kencan ala orang biasa dan kencan ala orang kaya?"


" Kamu cukup diam dan menikmatinya saja, karena aku yang akan memberitahumu seperti apa kencan ala orang biasa." Terpaksa Aurin diam saja mengikuti apa yang di katakan Acher.


Entah kemana Pria itu akan membawanya, yang pasti Aurin hanya perlu diam seperti apa yang di katakan Acher.


Perjalanan terasa sangat hening dan sunyi karena hanya ada suara musik yang menemani mereka.


Selebihnya Acher hanya memegang tangannya sampai mereka sampai di tempat tujuan.


" Danau pa ini?" Tanya Aurin yang tidak mengetahui bahwa ada danau di dekat sini.

__ADS_1


Jika dulu sewaktu mereka belajar di Amerika, Acher pernah mengajaknya ke sungai dan kini Acher mengajak Aurin ke danau.


Dan lihatlah kekasihnya itu yang terlihat sangat bahagia sekali.


" Ini indah bukan? Lihat danau ini."


Crek...


" Kenapa mengambil foto ku seperti itu?" Tanya Acher pada Aurin yang tiba-tiba saja mengambil fotonya.



Apalagi saat melihat bagaimana cantiknya wajah Aurin saat terkena sinar matahari seperti itu.


Acher datang menghampiri Aurin dan menutupi bagian matanya dari paparan sinar matahari dengan kedua tangannya.


" Ahh.. biarkan saja, jangan seperti ini. Aku tidak takut dengan panas." Aurin menyingkirkan kedua tangan Acher yang berusaha melindungi wajahnya dari sinar mentari yang menyengat kulitnya.


" Ace, kamu yakin bisa mengemudikan yacth ini?" Tanya Aurin yang merasa khawatir dengan Acher yang ingin mengendarai yatch tersebut.


" Jika hanya mengendarai yatch seperti ini saja aku bisa. Walau Rigel lebih hebat mengendarai alat transportasi seperti ini, tapi aku juga bisa lah." Aurin tidak menyangka jika kekasihnya ini bisa melakukan hal seperti ini.

__ADS_1


Tapi yang membuatnya heran adalah, bagaimana bisa Acher mengatakan kencan ala orang biasa, sementara yang mereka jalani saat ini tidak seperti itu.


" Ace..."


" Hem?" Jawab Acher saat Aurin memanggil namanya.


Dia masih sibuk dan penuh konsentrasi saat mengendarai yatch tersebut.


" Kamu mengatakan kencan ala orang biasa, tapi menurut ku itu sama sekali tidak terlihat seperti orang biasa." Acher menatap Aurin sejenak dan kembali fokus pada kegiatannya saay ini.


" Ini biasa menurut ku An,. "


" Menurut mu tapi tidak menurut Ace. Lagi pula apa yang bisa kita lakukan di atas yacth seperti ini? apa saat ini kita sedang melakukan simulasi honeymoon?" Acher terdiam, dia baru mengingat bahwa kencan versinya sangat berbeda sekali dengan kencan versi Aurin yang terlihat tidak suka kencan seperti ini.


" Apa kau tidak menyukainya?" Aurin terlihat menghela nafasnya saat Acher bertanya hal seperti itu padanya.


" Aku lebih menyukai kita bermain di tempat bermain atau menonton bioskop karena menurut ku itu adalah kencan ala orang biasa seperti ku. Jika kamu takut terlihat banyak orang, kita bisa memakai masker dan topi, karena menurutku itu lebih menantang lagi." Acher berpikir sejenak lalu dia memutuskan untuk menyandarkan yatch yang tengah di kendarainya saat ini ke tepi danau dan mereka pun turun.


" Ayo, kita akan kencan seperti yang kamu katakan sebelum acara pernikahan kita nanti. Mungkin setelah ini aku dan kamu tidak akan di perbolehkan bertemu lagi. Tapi aku harap kamu akan baik-baik saja setelah ini walau tanpa aku. "


...💙💙💙...

__ADS_1


__ADS_2