Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )

Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )
Kejadian


__ADS_3

Belle baru saja pulang dari kampusnya karena dia menyelesaikan semua mata kuliahnya dengan cepat.


Dia ingin lulus lebih cepat dari biasanya agar dia bisa hidup dengan tenang setelah ini.


Ya, setelah menyelesaikan tugas kuliahnya, Belle sampai tidak adar bahwa dia pulang sudah terlalu malam.


" Kenapa ini? Ada apa di depan sana?" Tanpa rasa curiga Belle keluar turun dari mobilnya begitu saj untuk melihat apa yang terjadi di alam depan sana dan ternyata itu adalah segerombolan pria mabuk yang ingin merampok pemilik mobil yang di depannya mungkin.


Sadar akan apa yang akan terjadi padanya, Belle langsung berlari kembali ke dalam mobilnya namun dia sudah di lihat lebih dulu oleh salah satu dari mereka.


" Hey, tunggu...jangan lari." Belle tetap saja lari menuju mobilnya.


Dia tidak lagi mempedulikan orang-orang yang mengejarnya saat ini.


" Tuhan, selamatkan aku." Belle mencoba untuk menghubungi seseorang namun dia tidak memiliki nomor siapa pun disini.


Ponselnya bahkan terjatuh ke lantai mobil dan tanpa sadar dia sampai menghubungi Rigel.


Rigel yang tengah bersantai di rumahnya kaget ketika melihat ponselnya bergetar dan itu panggilan dari Belle.

__ADS_1


" Ada apa gadis menyebalkan ini? kenapa dia menghubungiku?" Tanya Rigel dalam hatinya.


Dia memiliki perasaan aneh disini, entah kenapa jarinya bergerak untuk menggeser panel di layar ponselnya untuk mengangkat panggilan dari Belle.


" Hallo..." Tidak ada jawaban.


" Hey, kau Belle..." Tetap tidak ada jawaban dan itu membuat Rigel kesal.


Dia tidak menyangka jika perasaan khawatirnya ternyata salah. Belle hanya membuatnya merasa khawatir dan mengerjainya saja.


" Aku bersumpah jika kau tidak menjawab maka aku tidak akan pernah lagi ingin berhubungan dengan mu Belle." Rigel sama sekali tidak bisa mendengar apapun selain suara-suara aneh seperti ketukan di pintu atau semacamnya.


Dia tidak bisa menerima semua ini begitu saja. Dia merasa bahwa Belle sengaja mengerjainya tapi entah mengapa juga perasaannya semakin kalut dan berpikiran buruk dengan Gadis itu.


" Belle, katakan sesuatu pada ku! Aku akan membenci mu jika kau mempermainkan Ki seperti ini." Ucap Rigel lagi.


Dia semakin marah, dia marah dengan Belle yang tidak menjawab apapun yang dikatakannya saat ini.


" Aaahhhh...." Telinga tajam Rigel langsung menerima sinyal tidak baik saat ini.

__ADS_1


" Belle..." Rigel langsung berteriak.


Dia pergi begitu saja dari tempat tidurnya. Pikiran buruk langsung menghantuinya saat ini. Dia tidak ingin terjadi apapun pada Belle.


" Aku mohon untuk tetap baik-baik saja Belle. Jangan terluka bagaimana pun caranya. Kau adalah wanita hebat, kau bilang ingin menjadi pendampingku bukan? Maka aku mohon untuk tetap baik-baik saja." Rigel mencengkram kuat kemudi mobilnya.


Dia sengaja mengaktifkan terus ponselnya, dia mencari tau dimana titik ponsel Belle berada.


" Dia ada kelas, kemungkinan dia jalan pulang dari kampusnya. Jadi, aku harus mencari opsi pertama." Insting Rigel sungguh luar biasa.


Entah mengapa dia merasa bahwa Belle tidak jauh dari kampusnya. Gadis menyebalkan itu pasti baru pulang dari kampusnya.


" Aku mohon bertahan lah Belle, kau wanita kuat." Rigel mengendarai mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata.


Dia tidak takut jika terjadi apapun nanti dengan dirinya, karena yang ditakutkannya saat ini adalah keadaan Belle.


Sementara itu, Belle yang baru saja di tarik keluar dari mobilnya di seret begitu saja.


Bahkan tubuhnya banyak terdapat luka karena serpihan kaca mobilnya yang di pecahkan oleh para penjahat itu.

__ADS_1


...💙💙💙...


__ADS_2