
Rigel membawa Belle ke rumah utama yang ada di Indonesia dan itu membuat mereka semua kaget setengah mati melihatnya.
Bagaimana bisa kekasihnya Rigel sampai di sini tanpa pengawalan dari orang tuanya.
" Belle, kenapa kamu nekad sekali sayang?" Tanya Starla pada kekasih putranya itu.
Belle sendiri hanya bisa tertawa saja karena dia juga bingung harus menjawab apa saat ini
Apa yang harus di jawabnya?
" Maaf, tapi aku sudah menyelesaikan semuanya. Aku ingin berlibur jadi aku memilih Indonesia karena ada Rigel di sini." Dia tertunduk lesu karena tidak menyangka jika apa yang di lakukannya ini salah.
" Sudah, bersihkan diri kamu dulu dan langsung makan. Kamu sudah melewati perjalanan panjang. Jadi biar Elle dan Aurin yang membawa kamu ke kamarmu. Kamu akan tidur bersama Elle tidak masalah bukan?" Belle menganggukkan kepalanya mendengar apa yang Mom Starla katakan padanya.
Setelah Belle di bawa ke kamarnya bersama Elle, Rigel pun langsung mengambil satu buah apel dan memakannya di sana.
Dia lapar, tapi dia juga harus menunggu Belle lebih dulu.
__ADS_1
" Kau terlihat tidak bahagia dengan hidup mu saat ini."
" Bagaimana bisa kau mengatakan bahwa aku tidak bahagia? Apa aku harus mengatakan pada mu jika aku bahagia atau tidak?" Rigel menatap Acher dengan tatapan kesalnya.
" Dia menyebalkan lalu--"
" Setidaknya dia menjadi dirinya sendiri tanpa membohongi hatinya. Dia bahkan berani mengatakan mencintai ku di saat usianya baru 17 tahun. Belle lebih dewasa dari apa yang kalian semua ketahui." Jawab Rigel dengan kesal pada kakaknya.
Dia hanya lelah, bukan berarti tidak bahagia dengan Belle.
" Maaf, bukan maksud ku begitu Giel, hanya saja--"
Dari pada dia kesal dengan kakaknya, lebih baik dia pergi saja dari sana.
Setelah kepergian Rigel, keluarganya langsung menasehati Acher untuk itu.
" Tidak seharusnya kamu berpikiran seperti itu Ace. Kamu sudah menikahi Aurin dan dia mencintai mu. Lalu apa lagi yang kau takutkan disini?" Memang benar apa yang di katakan keluarganya bahwa dia telah salah.
__ADS_1
Entah mengapa semenjak Aurin hamil, perasaan Acher yang semakin sensitif. Dia begitu takut dengan masa lalu mereka bertiga yang membuatnya ketakutan.
" Percaya dengan cinta mu sendiri Ace. Jangan membuat diri mu ketakutan dengan hal yang itu. Rigel juga tidak mungkin merusak kebahagiaan mu. Merusak mainan mu saja dia tidak pernah, lalu bagaimana bisa dia merusak kebahagiaan mu sendiri. Itu tidak akan mungkin." Ucap Sky pada putranya.
" Maaf..." Acher tertunduk lesu dengan semua itu.
Taka lama Belle sudah turun dan dia sudah terlihat jauh lebih segar dari sebelumnya dan dia pun mencari keberadaan Rigel.
" Ayo makan. Setelah ini aku akan mengomeli mu. Kau harus di hukum dengan apa yang telah kau perbuat saat ini. Jadi sebelum aku marah, kau harus makan lebih dulu begitu juga dengan aku yang harus memiliki banyak tenaga untuk mengomeli mu nantinya."
" Kenapa seperti itu? Aku juga ingin berlibur. Lagi pula aku sudah dewasa, jadi kenapa aku tidak boleh pergi berlibur?" Tanya Belle pada Rigel hingga membuat pria itu menatap tajam padanya.
" Makan Belle! Apa kau ingin puasa? Jika iya lebih baik tidak usah makan sekalian dan aku akan dengan senang hati menghabiskan semua ini."
" Iya, aku akan makan." Akhirnya Belle tidak berani melawan lagi karena Rigel sudah tidak dalam keadaan baik.
Jika Rigel sudah mode seperti ini maka dia harus diam dan menurut saja karena melawan pun percuma.
__ADS_1
Yang di lawannya adalah Rigel.
...💙💙💙...