
" Bee, ayo bangun..." Belle membangunkan suaminya.
Dia berusaha untuk membangunkan pria itu karena dia merasa lapar sekali.
" Sayang, ayo bangun aku lapar."
" Apa lagi Belle? Kau sudah membuat ku tidak tidur dya hari yang lalu dan kini kau mengulanginya lagi. Apa yang kau inginkan?" Tanya Rigel pada istrinya.
Dia tidak tau entah apa lagi yang akan di inginkan istrinya itu
" Aku lapar Bee."
" Itu ada roti yang sudah tersedia lalu apa lagi? Maka saja roti itu karena aku ingin tidur. Aku sudah sangat lelah." Ucap Rigel dengan malas.
Bahkan dia sudah kembali merebahkan tubuhnya lagi setelah memberikan jawaban untuk istrinya.
Namun bukan Belle namanya jika dia tidak bisa membuat pria itu langsung bangun dan membuka matanya.
" Maafkan Mommy nak, Daddy kamu tidak mau menemani kita makan. Padahal kita--"
" Oke fine! Aku bangun! Aku sudah bangun untuk menemani kalian makan jadi ayo cepat makan dan kembali tidur." Rigel sudah duduk dan membuka kedua matanya.
" Tapi kami tidak mau makan roti." Ucapnya dengan begitu manja hingga membuat Rigel menatap tidak percaya pada istrinya itu.
__ADS_1
" Lalu kau ingin apa? Ini sudah malam jadi jangan macam-macam Belle."
" Aku ingin sosis bakar. Ayo masakkan untuk ku sosis bakarnya." Pinta Belle dengan begitu manjanya yang membuat suaminya itu tidak berkutik lagi.
Dia tidak bisa berbuat apapun lagi jika sudah seperti ini.
" Sudah ayo cepat." Rigel pun mengalah dengan membawa istrinya turun ke dapur karena dia akan membuatkan sosis bakar untuk istrinya itu.
" Bee, kamu memang ayah yang terbaik di dunia ini." Puji Belle pada suaminya.
Sementara Rigel langsung berucap dengan begitu sombongnya.
" Aku memang hebat dan yang terbaik di sini kau harus mengingatnya." Belle hanya memutar bola matanya dengan malas jika suaminya sudah bersikap seperti ini.
" Setelah anakku lahir nanti aku akan melatihnya menjadi pria yang hebat. Dia akan menjadi pria hebat nantinya. Pria yang bisa melindungi ibu dan saudara-saudaranya."
" Aku harap juga begitu. Aku ingin memiliki putra yang luar biasa. Putra yang menyayangi keluarganya persis seperti ayahnya." Ucap Belle dengan begitu tulus.
Tidak ada hal yang lebih membahagiakan lagi dari apa yang dirasakannya saat ini.
Kebahagiannya benar-benar terasa lengkap saat ini. Dia memiliki suami dan keluarga yang sangat hebat dan juga sebentar lagi dia akan menjadi ibu dari seorang putra yang tengah berbagi kehidupan bersamanya saat ini.
" Sosis apa yang kau inginkan? mau yang ayam atau yang daging?"
__ADS_1
" Keduanya juga boleh." Jawab Belle dengan penuh semangat saat dia di tawarkan keduanya oleh sang suami.
Sementara Rigel kembali mendesah pasrah saat melihat porsi makan istrinya yang naik berkali-kali lipat dari biasanya.
Bahkan saat ini tunggu istrinya begitu banyak kenaikan berat badannya saat mengandung seperti ini
" Dasar rakus."
" Dan anak kamu yang membuat ku rakus seperti ini." Jawab Belle tanpa rasa takut sama sekali.
Di saat dia membuatkan sosis bakar untuk istrinya Rigel kembali mengingat saat beberapa waktu lalu dia berbicara empat mata dengan ayah mertuanya.
Dia mengingat dengan jelas bagaimana ayah mertuanya itu mau minta apa adanya untuk mengambil alih perusahaannya karena dia ingin tinggal bersama mereka berdua.
Ayah mertuanya itu ingin pensiun dini karena dia ingin hidup dengan tenang bersama keluarga besarnya yaitu Belle dan juga anak mereka.
" Bee, kamu kenapa?" Tanya Belle pada suaminya saat dia makan dan melihat suaminya yang terlihat berdiam diri seperti itu.
" Aku hanya memikirkan apa yang Daddy mu katakan bahwa dia ingin pensiun dini. Dia juga menyerahkan semua tanggung jawab perusahaan pada ku. Doa ingin tinggal bersama kita dan aku yang harus bekerja. Apa sebaiknya aku menolak saja? Aku tidak ingin orang menganggap ku aji mumpung dengan semua itu."
" Percayalah Bee bahwa apa yang Daddy katakan saat ini adalah keinginannya. Dia ingin hidup dan tinggal bersama kita semua."
...💙💙💙...
__ADS_1