
" Kau gugup?" Tanya Rigel saat merasa bahwa tangan Belle terasa dingin di genggaman tangannya.
" Aku tidak gugup. Hanya saja, ya begitu lah." Ucap Belle yang membuat Rigel mengerti dengan apa yang di rasakan wanita menyebalkan itu.
" Tidak perlu gugup dan menjadi orang lain. Tidak usah bersikap berlebihan karena beberapa orang di sana mengetahui bagaimana dirimu. Bahkan saat aku mencium mu tadi di bandara, itu juga sudah sampai pada mereka."
" What the--aahhhkkk..." Belle berteriak saat bibirnya di pukul oleh tangan Rigel.
Tidak sakit, hanya saja dia memang kaget saat Rigel memukul bibirnya seperti itu.
" Kau mulai berani mengumpat ya."
" Kamu salah. Aku tidak mengumpat."
" Lalu apa jika tidak mengumpat?"
" Itu namanya mau mengumpat. Jadi kamu salah."
" Kau itu, selalu saja menjawab." Ucap Rigel mengakhiri pembicaraan mereka saat mobil yang dikendarainya sudah sampai di depan rumah besar milik keluarganya.
Belle menatap kagum pada bangunan mewah yang ada di depannya saat ini. Dia melihat bagaimana megahnya bangunan itu yang membuatnya kagum.
__ADS_1
" Sekarang, kau siap?"
" Riasan ku pasti sudah jelek. Aku takut akan mengecewakan mu nantinya." Ucap Belle yang sedikit khawatir dengan keadaannya saat ini.
Dia takut penampilannya saat ini membuat Rigel malu nantinya.
" Jangan pedulikan orang lain karena aku tidak memikirkan semua itu. Aku sudah mengatakan padamu untuk memakai apa pun senyaman mu saja. Jangan membebani diri mu dengan menjadi orang lain. Jadi ayo masuk dan jangan banyak bicara lagi." Rigel pun membawa Belle masuk ke rumah utama keluarga Klan Alexander.
Bohong jika Belle mengatakan bahwa dia tidak gugup, karena pada kenyataannya dia sangat gugup.
Apalagi saat mereka di sambut para pelayan yang langsung membawa mereka ke ruang tamu di mana semua keluarga Rigel berada di sana.
" Maaf, apa kami terlambat?" Tanya Rigel yang membuat semua orang menatap ke arahnya saat ini.
" Berhenti membuatnya gugup. Kenapa memperlakukannya seperti itu sementara pada Aurin tidak?"
" Bukan seperti itu Giel, hanya saja kami bahagia karena kamu datang sayang." Starla yang lebih dulu menghampiri Rigel.
" Oh, jadi ini gadis yang membuat cucu ku panas dingin karena mencium pipinya?"
Duarrr...
__ADS_1
Meledak jantung Belle saat mendengar seorang pria tua mengatakan hal seperti itu.
Bagaimana tidak malu jika apa yang dilakukannya kemarin bisa sampai di ketahui oleh banyak orang di keluarga Rigel.
" Opa..berhenti membuat Belle malu. Rigel hanya menciumnya kenapa kalian sudah heboh? Ada yang lebih dari itu biasa saja." Acher langsung menatap saudara kembarnya yang tengah menyinggungnya saat ini.
Melihat tatapan Acher padanya membuat Rigel dengan berani menatap balik padanya.
" Kau ingin aku mencabut kedua mata mu itu? Kenapa kau menatap ku seperti itu?" Tanya Rigel dengan sengit pada Acher.
Acher pun langsung berdiri karena dia juga merasa di tantang oleh Rigel.
" Apa? Aku tidak takut dengan mu. Aku juga tidak akan kalah lagi dengan mu." Senyum Rigel mengembang sempurna saat Acher menantangnya seperti itu.
Belle sendiri sudah merasakan tubuhnya pada Rigel saat merasa kedua pria itu seperti ingin bertengkar.
" Kalian kutip uang taruhannya. Pastikan bahwa uang itu asli. Kau mau bertaruh berapa untuk diri mu? Patah tulang tidak di tanggung pemenang!" Tunjuk Rigel pada kedua adiknya yang tak kalah mengenalkannya dengan Belle.
Siapa lagi jika bukan Rava dan juga Reve. " Pastikan juga bahwa istrinya tidak menangis ketika melihat suaminya patah tulang, atau paling tidak wajah yang di pujanya itu babak belur." Aurin langsung menggelengkan kepalanya ketika Rigel mengatakan hal seperti itu.
Mana dia mau Acher babak belur hingga membuat wajahnya terluka. Apalagi Rigel juga bisa saja membuat suaminya mengalami patah tulang.
__ADS_1
...💙💙💙...