Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )

Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )
Gila


__ADS_3

" Ahhhkkk...Pergi dari ingatan ku..." Rigel berteriak di dalam kamarnya setelah kejadian beberapa hari yang lalu di mana dia terjatuh dengan posisi yang sangat tidak menguntungkan baginya.


Apalagi bibirnya yang mencium kening Belle, itu benar-benar membuatnya sudah seperti orang gila yang terus saja di hantui dengan segala yang telah terjadi waktu itu.


" Pergi dari kepala ku gadis menyebalkan! Jangan menganggu ku!" Rigel kembali berteriak seperti orang gila saat kembali mengingat bagaimana kejadian waktu itu.


Setelah kejadian itu, dia terus saja terbayang-bayang. Apalagi dia yang mencium kening Belle dan aroma rambut gadis menyebalkan itu membuatnya seperti berada di taman bunga yang sangat harum sekali.


" Tapi kalau i lihat-lihat, dia tidak seburuk itu. Hanya saja--tidak! Aku tidak memikirkannya. Aku tidak memikirkannya. Ya, aku tidak memikirkannya dan aku tidak akan memikirkannya. Aku tidak akan memikirkannya..."


" Ada apa tuan? Apa tuan baik-baik saja?" Tanya Felix yang memberanikan diri untuk masuk ke dalam kamar Rigel walau nyawanya saat ini tengah menjadi taruhan.


" Kenapa kau masuk ke kamar ku? Apa kau ingin mati?"


Glug...


Susah payah Felix menelan ludahnya sendiri ketika melihat wajah Rigel yang tidak bersahabat dengannya saat ini.

__ADS_1


" A-aku hanya mengkhawatirkan anda Tuan. Sa-saya mendengar anda berteriak, jadi saya takut jika ada masalah disini." Felix tiba-tiba menjadi gugup saat Rigel berjalan ke arahnya saat ini.


" Buat kan aku jus mangga dan bawa ke kamar ku lagi. Aku ingin membicarakan hal penting dengan mu."


" Tapi saya tidak di bunuh kan tuan?" Tanya Felix yang ketakutan jika Rigel akan membunuhnya nanti.


Tatapan Rigel tertuju pada Felix yang mana membuat pria itu langsung berlari meninggalkan Rigel setelah mendapatkan tatapan seperti itu.


" Dia menyebalkan, tapi aku merasa hidup jika bersamanya." Ucap Rigel yang meras seberuntung karena bisa mendapatkan asisten seperti Felix.


Dia berjalan ke balkon kamarnya dan menatap langit yang terlihat mendung malam ini. Tidak ada bintang malam ini dan rasanya sangat hampa sekali.


Felix tau jika saat ini pasti ada yang ingin di ceritakan Rigel saat ini.


" Kau menambahkan gula terlalu banyak disini. Jus ini terlalu manis jadinya."


" Aku sengaja melakukannya biar kehidupan anda manis tuan." Terdengar Rigel berdecak mendengar apa yang Felix katakan padanya.

__ADS_1


" Kau pernah jatuh cinta?"


Uhuk...


Felix tersedak saat mendengar Rigel bertanya tentang jatuh cinta.


" Apa tuan sedang jatuh cinta? Apa wanita itu Belle?"


Plak!


" Auhh..." Felix memegangi kepalanya yang di pukul oleh Rigel.


" Hey! Mana ada aku bilang aku jatuh cinta. Aku kan bertanya pada mu apa kau pernah jatuh cinta? Bukan berarti aku yang jatuh cinta sialan!" Ucapnya dengan marah.


Dia tidak terima jika Felix mengatakannya jatuh cinta. " Jadi untuk apa anda mempertanyakan tentang jatuh cinta? dari menurut apa yang aku baca, orang yang sedang jatuh cinta itu hanya ada dua kemungkinan. Kemungkinan yang pertama dia tidak menyadari bahwa dia sedang jatuh cinta, dan yang kedua dia menyangkal bahwa dia itu memang jatuh cinta. Jadi pertanyaan saya hanya satu, dimana kah posisi anda saat ini?"


" Kau benar-benar ingin ku bunuh rupanya!"

__ADS_1


" Ahhhh...tidak, maafkan aku Tuan. Tolong maafkan aku. Aku bersalah." Felix pun kabur lebih dulu dari tempat itu dari pada dia menjadi mangsa Rigel.


...💙💙💙...


__ADS_2