
Saat cinta mu belum berlayar, tapi harus karam lebih dulu, disitu lah rasa sakit itu tumbuh ~~ Rigel Sky Alexander
Mungkin saat ini itulah yang cocok digambarkan untuk situasi dan kondisi yang Rigel rasakan saat ini.
Di saat dia baru mulai mengerti apa itu cinta dan berharap bahwa dia bisa memilikinya, namun Tuhan berkehendak lain. Tuhan tidak memberikannya izin untuk memiliki jalan kehidupan bersama Aurin, selain hubungan persaudaraan.
Dia memilih hidup di Paris bukan dia ingin lari dari masalah, bukan juga karena dia ingin menghindari masalah itu.
Tapi dia memilih pergi ke Paris itu ke semua karena saran dari daddy-nya. Dad Sky lah yang menginginkan semua ini, berharap bahwa masalah di antara mereka akan segera selesai nantinya.
Rigel, terus saja menikmati harinya yang mulai mendapatkan kenyamanan untuk tinggal di kota romantis. kota yang menyimpan sejuta cerita cinta, sepasang kekasih yang selalu menjadikan Paris sebagai destinasi utama untuk menjalin kasi di antara mereka.
" Andai aku tahu jika mencintai akan sesakit ini karena cintamu tidak sampai aku tidak akan pernah mau lagi untuk mencintai. Aku takut jika aku kembali mencintai di hatiku akan kembali layu sebelum berkembang. " Rigel mengatakan hal itu pada dirinya sendiri.
Entah mengapa, di saat menyendiri seperti ini Rigel merasa nyaman dengan kehidupannya saat ini.
Dia akan pergi bekerja pagi-pagi sekali dan akan pulang malam hari. Tapi, hari ini dia memutuskan untuk meliburkan dirinya sendiri karena memang dia yang menginginkannya.
Di saat dia tengah menatap hatinya, di sana Acher tengah berjuang untuk mendapatkan hati Aurin.
__ADS_1
ingin hubungannya dan aurin berjalan di tempat saja. Dan yang paling ditakutinya adalah jika dia tidak bisa kembali bersama Aurin dan Acher sangat di takuti eh banyak orang termasuk keluarganya sendiri.
" Ace, aku mohon hentikan semua ini. Sudah beberapa hari ini kamu terus melakukan hal yang sama. Kamu selalu datang ke rumah sakit dan mengganggu jam praktekku. Kamu memang memiliki rumah sakit ini tapi bukan berarti kamu bisa melakukan apapun sesuka hati kamu. " Aurin benar-benar tidak habis pikir dengan pria pemilik rumah sakit ini.
Bukankah Aurin sudah mengatakan bahwa dia tidak ingin memulai hubungan apapun lagi dengan yang berhubungan dengan klan Alexander.
Rasanya orang ingin benar-benar mengakhiri semua itu, ingin melupakan segala kenangan yang pernah mereka lewati bersama. Baik itu mau suka ataupun duka, awalnya Aurin berharap bahwa suami telah bisa mencintainya setulus hatinya.
" Aku tidak akan berhenti semoga kamu benar-benar memaafkan ku. Aku tidak akan mengganggumu lagi setelah aku mendapatkan minta maaf yang tulus dari karena selama ini saat aku meminta maaf atas nama padamu yang aku lakukan kepadamu dan pergi begitu saja. " Aurin pun berusaha keras untuk membuat Acher tidak mendekat lagi padanya.
Sementara Aurin sendiri, dia merasa tidak mengerti lagi harus melakukan apa untuk membuat Acher yakin bahwa dia bisa melakukan semua agar Acher tidak masteran berusaha untuk mengajarkan.
" Ace, tolong mengerti apa yang kuinginkan saat ini. tidak semua yang kamu pikirkan benar itu akan menjadi benar pula di mata orang banyak. Jika hanya perkara maaf saja oke fine, aku akan memaafkan mu karena memang aku merasa bahwa kita tidak salah sama sekali. " Entah bagaimana lagi cara Aurin mengatakan semua ini pada Acher.
Dia adalah dokter muda di rumah sakit ini, banyak para perawat dan juga dokter wanita yang menginginkan Dio, apa yang dilihatnya di itu seperti menyukai dirinya dan itu pula menjadi Boomerang untuk dirinya sendiri.
" Tolong katakan padaku apa yang bisa membuatmu agar tidak kembali marah padaku. Aku bener-bener terus mencintaimu dan aku ingin memulai semuanya dari awal lagi bersamamu. Aku akan mulai mempelajarinya itu semua untuk dirimu. " Bukan kah seharusnya Aurin dan Acher yang telah melakukan survei, tapi kenapa hingga saat ini mereka belum juga bisa menjelaskan apa yang bisa mereka jelaskan saat ini.
" Aku tidak memiliki pria idaman manapun, dan itu itu yang harus kamu ketahui. Aku sudah berkali-kali mengatakan padamu bahwa aku sudah memaafkan mu. Lalu kenapa terus ada mengejar ku memaafkan mu karena aku sudah lelah dengan ini Ace, aku sangat lelah El. " Acher pun melepaskan genggaman tangannya.
" Lalu kenapa bersikap sangat dingin seperti ini. " Lagi-lagi Aurin hanya bisa tersenyum miria untuk mentertawakan kehidupan cintanya yang sangat luar biasa ini.
__ADS_1
" Ace, aku tidak ingin kamu terlalu banyak membuang waktu karena aku. Aku tidak ingin mereka menatap ku dengan tatapan tidak suka.ereka. Aku tidak nyaman dengan semua itu, tolong pahami itu. "
" Apa yang harus ku pahami dari kamu lagi Aurin? saat aku berada di depan mu, jika berani tatap mataku dan katakan semuanya. Katakan bahwa kau tidak mencintaiku, katakan bahwa kau tidak menginginkan aku terus berada di dekat mu. " Aurin tidak bisa berkata-kata lagi.
Acher tidak terlihat sedang main-main seperti saat kemarin. Saat dia yang terus saja berusaha untuk bisa mendekati Aurin lagi.
Tidak hanya seikat buka besar yang di isi dengan 100 tangkai bunga mawar itu, dan kini malah membuatnya semakin tidak bisa untuk menatapnya.
" Aku permisi tuan..." Aurin hendak meninggalkan Acher di sana, namun dengan cepat juga Acher menahan tangan Aurin.
" Aku mohon lepaskan aku. Aku sudah cukup bahagia dengan apa yang aku miliki kakak kamu tolong lepaskan ini Ace. " Aurin terus saja meminta untuk di lepaskan oleh Acher yang terus saja menahannya sejak tadi.
" Aku akan melepaskan mu tapi dengan satu syarat, tatap mataku dan katakan bahwa kamu tidak mencintaiku. Katakan bahwa kamu tidak memperdulikan ku lagi. Katakan semua itu sekarang juga. Biarkan aku mendengar semuanya agar aku percaya bahwa kamu benar-benar yang tidak membutuhkan lagi. " Air mata Aurin jatuh begitu saja.
Dia tidak tau harus melakukan apalagi saat ini, dia benar-benar tidak tau harus bagaimana menyikapinya lagi.
" Aku sudah pernah mengatakan pada mu untuk tidak menangis bukan? lalu kenapa menangis seperti ini?"
" Tolong, jangan membuatku semakin tersakiti dengan perasaan ini. Tolong jangan membuat ku menangisi kisah cintaku yang bahkan belum saja di mulai tapi harus kandas begitu saja hanya sebuah salah paham yang mendalam." Acher sungguh sangat tidak tega sekali dengan wanita yang di cintainya ini sampai pada akhirnya Acher memilih untuk melepaskan Aurin.
" Aku melepaskan mu bukan karena ku sudah ikhlas dengan semua ini, tapi aku melepaskan mu karena memang itu sudah tugas ku. Aku membiarkan mu pergi saat ini, tapi setelah satu minggu nanti, aku harap kamu bisa mengerti dengan apa yang ku lakukan saat ini untuk kamu Aurin Ananta. "
__ADS_1