
" Bee, ayolah jangan merajuk seperti ini. Aku minta maaf oke." Belle terus saja membuntuti pria itu berharap dia tidak akan lagi matah adanya.
Bukan hanya itu saja, tapi Belle tidak ingin Rigel kesal padanya hingga membuat pria itu mendiamkannya.
" Bee . Ayo bicara, jangan teru diam seperti ini." Rengek Belle lagi hingga membuat Rigel semakin kesal dengan gadis itu.
" Bee..."
" Bisa diam tidak? Kau itu selalu saja membuat ku kesal." Ucap Rigel pada Belle yang terus saja mengganggunya sejak tadi.
Bahkan saat Rigel tengah melepaskan pita mobil Belle pun gadis itu terus saja mengganggunya.
" Bee, kamu mau apa?" Tanya Belle saat melihat kekasihnya sedang membuka pintu mobilnya seperti itu.
" Masuk!" Ucap Rigel pada kekasihnya itu karena dia sudah membuka pintu mobilnya untuk gadis menyebabkannya itu.
" Tapi untuk apa?" Tanya Belle lagi yang belum mengetahui apa yang di inginkan Rigel.
Brak!
Belle sampai memegang bagian dadanya saat pintu mobil itu di banting dengan keras oleh Rigel hingg membuatnya kaget bukan main.
" Bee, pelan-pelan nanti mobilnya rusak."
__ADS_1
" Itu urusan ku! Lagi pula itu uang ku ya terserah ku mau melakukan apa!" Ucapnya lagi dengan raut wajah datarnya.
Kini mereka sudah berada di dalam mobil namun Belle belum menyalakan mobilnya sama sekali hingga membuat Rigel yang tadinya sudah baik-baik saja malah di buat kesal olehnya lagi.
" Ayo nyalakan mobilnya! Aku sudah membuang banyak uang untuk mobil ini jadi ayo nyalakan dan jalankan mobil ini dengan baik."
" Hah? maksud kamu aku mengendarai mobil ini?" Tanya Belle lagi.
Rigel menganggukkan kepalanya karena dia memang ingin melihat bagaimana Belle mengendarai mobil ini nantinya.
" Lalu siapa lagi? Apa kau ingin aku memberikan mobil ini pada wanita lain?"
" Tidak! Jangan berikan mobil ini pada siapa pun. Aku akan mengendarainya." Ucap Belle yang mulai menyalakan mobilnya di bantu oleh Rigel.
" Hentikan mobilnya!"
Cittt...
Belle menghentikan laju mobilnya hingga membuat Rigel langsung menahan tubuh kekasihnya agar tidak terhuyung ke depan.
" Kau baik-baik saja?" Tanya Rigel dengan panik meneliti tubuh kekasihnya apakah dia baik-baik saja atau tidak.
" Aku baik-baik saja Bee." Jawab Belle pada kekasihnya.
__ADS_1
Rigel menghembuskan nafasnya dengan kasar. Entah mengapa setiap kali bersama Belle jantungnya selalu di buat tidak aman oleh gadis itu.
" Turun!"
" Tapi kenapa Bee? Apa aku membuat kesalahan? Aku minta maaf jika aku membuat kesalahan tapi aku--hemph...." Bibir Belle langsung di bungkam oleh Rigel karena di merasa bahwa Belle ini terlalu banyak bicara dan cerewetnya minta ampun.
Mereka berdua begitu menikmati apa yang mereka lakukan saat ini hingga Rigel begitu menikmatinya.
Begitu juga dengan Belle, dia yang awalnya merasa kaku dan tegang, lama kelamaan dia bisa mengimbangi Rigel yang menciumnya seperti itu.
Merasa bahwa Belle merasa kehabisan nafasnya membuat Rigel langsung melepaskan ciuman mereka.
" Jangan banyak bicara lagi oke? Aku akan melakukan hal ini setiap kali kamu banyak bicara karena aku tidak tahan saat melihat bibir mungil ini terus bergerak. Tolong jaga diri mu dan jaga kewarasan ku untuk itu Belle. Aku mohon..." Bak sapi yang di cucuk hidungnya, Belle langsung menganggukkan kepalanya setuju dengan apa yang di katakan kekasihnya itu.
" Sekarang turun, biar aku yang akan mengendarai mobil ini." Belle kembali menganggukkan kepalanya pada Rigel.
Jujur, jantungnya masih berdetak sangat kencang saat ini.
Dia tidak menyangka jika dia bisa membalas ciuman dari Rigel seperti tadi.
Astaga Belle, kau sudah mulai nakal ternyata.
Ucapnya dalam hati setelah keluar dari mobilnya untuk berpindah posisi dengan Rigel.
__ADS_1
...💙💙💙...