Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )

Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )
On The Way


__ADS_3

" Ingat, jangan nakal di sana. Aku baru mencari tau bahwa gadis Indonesia itu cantik dan kulit mereka sangat eksotis. Jadi jaga mata dan hati kamu jangan sampai selingkuh." Ucap Belle panjang lebar pada kekasihnya.


Mereka masih terhubung dengan panggilan Vidio di mana Rigel yang begitu banyak menerima petuah dari Belle.


" Kau sudah seperti pembawa berita yang sejak tadi terus saja berbicara tanpa jeda. Sudah lah, aku bukan pria murahan yang mudah tergoda dengan wanita di luar sana. Kau harus tau itu." Belle merasa sangat beruntung saat Rigel meyakinkannya dengan cinta mereka.


Berharap semua itu benar-benar bisa membuat Rigel menjaga hatinya. Tapi Belle juga yakin, jika Rigel pasti bisa memegang kata-katanya.


" Je t'aime Bee..." Ucap Belle dengan penuh kasih sayang pada kekasih hatinya saat ini.


" Je t'aime aussi mon cher." Balas Rigel.


Mereka pun mengakhiri panggilan Vidio mereka karena sebentar lagi Rigel dan keluarganya ke Indonesia akan terbang sebentar lagi.

__ADS_1


" Kenapa?" Tanya Rigel saat semua keluarganya tengah menatapnya dengan penuh keingintahuan mereka.


" Tidak ada, hanya penasaran saja. Ternyata kau bisa bersikap manis seperti itu." Ucap Acher mengejek saudara kembarnya.


" Itu bukan urusan mu." Jawab Rigel yang langsung masuk ke dalam ruang tunggu pesawat yang akan membawa mereka semua pergi ke Indonesia.


Melihat Rigel yang seperti itu membuat mereka semua tersenyum. Itu artinya Rigel sudah berubah dan sudah melupakan perasaannya terhadap Aurin.


" Kau terlihat lebih bahagia saat bersama dengan Belle Son." Ucap Sky pada putranya yang terus aja menatap gumpalan awan yang mereka lewati saat ini ini.


Rigel sendiri langsung mengalihkan pandangannya terhadap sang Daddy yang entah sejak kapan duduk bersamanya.


Mereka bukan hanya menggunakan pesawat pribadi yang biasa, tapi mereka menggunakan pesawat pribadi yang cukup besar menampung keluarga besar mereka semua.

__ADS_1


" Entah apa yang di lakukan Belle pada Rigel, tapi yang pasti Rigel merasakan kenyamanan saat bersamanya. Tidak hanya itu saja Dad, bahkan Rigel seperti ingin menghabisi Daddy-nya Belle yang berani menampar wajahnya." Kedua tangannya terkepal erat saat mengingat bagaimana saat dia melihat pipi Belle yang memar dan sudut bibirnya berdarah.


" Laki-laki tidak akan pernah bermain tangan dengan wanitanya. Sesalah apapun wanita, jangan pernah bermain kasar dengannya. Jika tidak suka, tinggalkan. Jangan pernah meninggalkan bekas luka di tubuhnya. Kau akan cacat jika sekali saja melakukan kekerasan terhadap wanita. Bahkan dunia pun seakan tidak lagi percaya dengan mu." Petuah yang Daddy-nya berikan membuat Rigel merasa tenang dengan pembelaannya terhadap Belle waktu itu.


Bahkan dengan berani dia menantang pria bernama Arsya Antony Gilbert hanya karena seorang gadis bernama Beauty Daserina Antony Gilbert.


" Belle membuat hari-hari Rigel lebih berwarna Dad. Walau engan segala tingkah menyebabkannya. Dia bisa menjadi dirinya sendiri yang selalu membuat Rigel merasakan sensasi ya g berbeda setiap kali bersamanya."


" Apa termasuk menciumnya? Berapa kau sudah melakukan hal itu padanya?" Mendengar pembicaraan Daddy dan kakaknya tentang ciuman membuat Rava dan Reve langsung menguping apa yang sedang mereka bicarakan.


" Dad, berhenti mengatakan dan mempertanyakan hal itu. Mereka sedang menguping apa yang kita bicarakan saat ini." Ucap Rigel yang langsung menatap tajam pada kedua adiknya yang selalu saja ingin tau dengan apa yang mereka bicarakan.


...💙💙💙...

__ADS_1


__ADS_2