Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )

Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )
Di Bahas


__ADS_3

Rigel benar-benar menyesal karena memilih untuk membawa mobil sendiri kali ini. Dia telah salah set hingga membuatnya merasa seperti seorang tersangka yang terciduk melakukan kesalahan.


Apalagi saat melihat sikap dan reaksi Belle yang sejak tadi terus saja menatapnya tanpa ingin berbicara. Itu benar-benar membuat Rigel semakin merasa diintimidasi.


" Kenapa sejak tadi menatapku seperti itu? apa kau ingin aku mencongkel kedua bola matamu dan membuangnya di pinggir jalan?"


" Hais... kenapa malah kamu yang marah. seharusnya aku yang marah di sini."


" Memang apa salahku hingga kau marah padaku? aku tidak berbuat kesalahan apapun." Jawab Rigel pada Belle.


Dia harus berusaha untuk tetap kuat agar tidak kalah dengan gadis menyebalkannya ini. Jika sampai dia kalah mau ditaruh di mana wajah tampan Rigel.


" Yakin tidak ingin mengatakannya padaku? setidaknya minta maaf lah karena telah melihat sesuatu yang tidak seharusnya kamu lihat."


Blush...


Tiba-tiba wajah Rigel bersama marah saat Belle mengatakan hal itu padanya. Apa Belle tau bahwa tadi dia memang melihat sesuatu yang tidak seharusnya dilihatnya?


" Aku, tidak sengaja melihatnya! lagi pulang untuk apa minta maaf kadang bukan kesalahanku. Kau yang salah kenapa tidak menutup dan mengunci pintu dengan benar? beruntung hanya aku yang masuk, bagaimana jika sampai orang lain? aku akan mematahkan kedua kaki mereka sampai mereka berani melihat mu dengan keadaan seperti itu."

__ADS_1


" Melihat seperti apa? seperti apa yang kamu lihat tadi? jangan bilang kamu melihat saat aku berpakaian?" Belle benar-benar malu saat ini.


Dia sudah ketakutan sendiri membayangkan bagaimana Rigel melihatnya tadi jika memang pria itu melihatnya berpakaian.


" Aku hanya melihatnya setengah, dari belakang dan tertutup oleh rambutmu. Lagi pula hanya seperti itu saja."


" Kamu bilang hanya?"


" Lalu apa lagi?"


Bugh...bugh...bugh...


Belle memukuli Rigel dengan membabi buta hingga membuatnya langsung menghentikan mobilnya di pinggir jalan.


Kedua bola mata Belle membulat sempurna ketika Rigel mencium bibirnya. Awalnya Belle hanya diam saja, namun saat dia merasakan bahwa semakin lama ciuman itu semakin dalam, Belle pun hanyut dalam gerakan bibir Rigel yang memporak-porandakan benteng pertahanannya.


" Emphhh...." Belle memukul dada Rigel karena dia sudah hampir kehabisan nafas karena ciuman yang mereka lakukan tadi.


Mendapatkan kode seperti itu dari Belle membuat Rigel langsung melepaskan tautan bibir mereka.

__ADS_1


Di usapnya bibir Belle yang masih meninggalkan bekas dari saliva keduanya.


" Kenapa?" Tanya Rigel pada Belle yang terus saja memegangi bibirnya yang habis di cium olehnya.


" Bibir ku sudah seperti di sengat lebah saja." Jawab Belle yang terus saja memegangi bibirnya yang terasa tebal saat ini.


Rigel sendiri merasa tidak terima dengan apa yang Belle katakan jika bibirnya seperti di sengat lebah. Itu artinya dia secara tidak langsung Belle mengatakannya lebah?


" Kau mengatakan ku lebah?" Kedua mata Rigel langsung melotot ke arah Belle yang mengatakannya lebah.


" Aku tidak mengatakan kamu lebah."


" Tapi kau mengatakan dengan jelas bahwa bibir mu seperti di sengat lebah."


" Kan masih seperti, bukan berarti iya. Lagi pula kenapa harus marah? Aku hanya mengatakan seperti lebah. Bukan lebah yang sesungguhnya. Kamu saja yang terlalu terbawa perasaan." Rigel semakin menatap tidak percaya dengan Belle yang terus saja menjawabnya.


Entah apa yang di maka gadis menyebalkan ini hingga bisa menjawabnya seperti itu.


" Kau benar-benar menyebalkan!"

__ADS_1


" Kamu pun sama!" Jawab Belle yang semakin membuat Rigel kesal dengan gadis menyebabkannya itu yang sayangnya juga telah membuat Rigel jatuh cinta padanya.


...💙💙💙...


__ADS_2