
Entah mengapa, langkah membawa Belle ke perusahaan Rigel yang dia sendiri sudah pasti tau akan mendapatkan pengusiran lagi.
Tapi dia tetap pergi ke sana untuk bertemu dengan pria itu.
" Tuan, di bawah ada gadis yang membawa uang satu koper kemarin memesan mobil pribadi miliknya." Rigel yang tengah bekerja serius pun langsung menatap tajam pada Felix yang menyampaikan semua itu.
Di tatap seperti itu oleh Rigel membuat Felix langsung ngeri langsung mengatakan hal lainnya lagi.
" Tapi wajahnya terluka dan lebam seperti bekas di pukul seseorang dns kemungkinan besar seorang pria yang memukulnya." Kedua tangan Rigel terkepal erat saat mendengar seorang wanita yang mendapatkan kekerasan dari pria.
" Bawa dia masuk." Tanpa di duga Rigel menyuruh Felix membawa Belle masuk ke ruangan kerjanya.
Belle yang di jemput Felix juga tidak menyangka jika dia di perbolehkan masuk. padahal sebelumnya Belle sudah menyiapkan dirinya untuk kembali mendapatkan penolakan yang kesekian kalinya.
Rigel sendiri merasa penasaran dengan wajah gadis menyebalkan itu yang katanya mendapatkan kekerasan dari seorang pria dan ternyata benar apa yang di duganya.
Itu bekas luka tamparan yang menurut Rigel memang seorang laki-laki yang melakukannya.
__ADS_1
Jika itu seorang wanita yang melakukannya tidak mungkin bisa seperti itu.
" Kenapa wajah mu?" Tanya Rigel langsung to the point' ketika melihat Belle yang baru saja masuk ke ruangannya di antar oleh Felix.
" Ahh...wajah ku tidak apa-apa. Aku tadinya terjatuh di kamar mandi dan berguling-guling di lantai."
Brak!
Belle terkejut ketika Rigel menggebrak meja kerjanya seperti itu hingga membuatnya kaget bukan main.
" Kau pikir aku orang bodoh yang tidak mengetahui mana luka pukulan dan mana luka yang terjatuh? Bahkan aku bisa menilai luka tembakan dari jenis senjata apa yang di gunakan orang tersebut. Jadi jangan membohongiku dengan alasan bodoh seperti itu." Belle pun terdiam.
" Ini perbuatan Daddy ku, tapi aku baik-baik saja kok. Aku kesini hanya ingin membatalkan pesanan mobilnya apakah sudah di kerjakan atau belum jika belum bisa tolong di batalkan aja dan bisa aku mendapatkan uang ku kembali? Tidak perlu penuh. Setidaknya 30% saja sudah cukup bagiku." Rigel menatap datar pada Belle yang terus saja berbicara panjang lebar tentang hal yang sama sekali tidak di sukainya.
Apalagi saat mendengar bahwa yang memukul gadis aneh itu adalah ayahnya sendiri.
__ADS_1
" Apa Daddy mu tidak waras?" Tanya Rigel yang masih menatap wajah Belle.
Dia yang di tatap seperti itu membuat Belle semakin bergetar hatinya. Pesona pria ini sangat luar biasa. Apalagi melihat kedua telinga pria itu yang di piercing seperti itu. Terlihat semakin tampak dan menawan menurut Belle.
Bad boy, tipenya sekali.
" Apa aku boleh mengatakan tidak?"
" Katakan pada Daddy mu untuk menghadapi ku jika dia ingin bertarung. Bisa-bisanya dia melakukan hal seperti itu pada putrinya sendiri. Sungguh sangat memalukan." Umpat Rigel lagi.
" Eh, kenapa begitu?"
" Diam dan jangan banyak bergerak! Sebentar lagi dokter akan datang untuk mengobati luka mu." Rigel kembali melanjutkan pekerjaannya tanpa memperdulikan Belle yang masih berada di ruangan kerjanya.
Belle sendiri merasa sangat bahagia ketika Rigel memberikannya perhatian seperti ini.
" Aku melakukan ini bukan karena kasihan pada mu tapi karena aku masih memiliki hati nurani. Jadi jangan salah menilai ku dengan pikiran bodoh mu itu."
__ADS_1
...💙💙💙...