
Acher terlihat lebih banyak diam, padahal sebenarnya dia ingin melepaskan rindunya terhadap Aurin.
Tidak hanya itu saja, diamnya Acher membuat Aurin merasa bahwa ada yang di sembunyikan pria di hadapannya saat ini.
" Ace, are you oke?" Tanya Aurin pada Acher yang terlihat terus saja diam.
Mendapatkan pertanyaan seperti itu dari Aurin membuat Acher merasa bersalah dengan wanita yang tengah bersamanya saat ini.
" Tidak ada, aku hanya memikirkan Rigel saja. " Aurin langsung teringat sesuatu saat ini.
Dia tengah menimbang, apakah dia harus menceritakan hal ini pada Acher atau tidak.
Jika dia mengatakan hal ini, dia takut jika hubungan Acher dan Rigel akan memburuk, tapi jika dia menceritakan semuanya.
Maka dari itu Aurin tengah menimbangnya, bahwa dia tidak akan menceritakan apapun pada Acher karena menjaga hubungan mereka berdua.
" Memangnya ada apa dengan Rigel?" Acher menatap ke arah Aurin dan memberikan senyuman untuk gadis yang berada di depannya saat ini.
Gadis yang mampu mengalihkan dunianya. Sosok gadis bertubuh mungil yang mengisi hatinya selama setahun ini.
" Aku hanya memikirkannya saja. Dia belum makan dan entah pergi kemana. Terkadang dia jika sedang kesal dengan ku, dia akan pergi ke club' dan berpesta di sana. Entah apa yang di lakukannya di dalam club' itu aku tidak tau. Dia tidak pernah minum alkohol, tapi untuk apa dia pergi ke club'. " Aurin tertawa mendengar cerita Acher.
Ternyata hubungan mereka sahat luar biasa sekali. Dimana Acher yang selalu mengkhawatirkan keadaan adiknya. Melihat hubungan antara Acher dan Rigel membuat Aurin merasa iri.
Dia yang terlahir sebagai anak tunggal tiba-tiba harus merasakan yang namanya kehidupan rumah tangga kedua orang tuanya yang berkahir hingga dia di paksa memiliki dan harus memiliki saudara tiri.
Bukankah itu sangat lucu sekali? dia tidak tau apa yang terjadi di antara kedua orang tuanya dan harus menerima semua ini begitu saja tanpa ada yang ingin menjelaskan padanya tentang perpisahan ini.
" Kamu beruntung bisa hidup dengan banyak saudara yang bisa menemani dan menerima kamu. Sedangkan aku? " Jeda sejenak.
Aurin menarik nafasnya dalam sebelum dia melanjutkan apa yang akan di ceritakannya pada Acher saat ini.
Acher sendiri dia melihat begitu banyak kekecewaan yang di rasakan Aurin selama ini. entah apa yang membuat beban mental gadis itu terlihat sangat berat sekali.
__ADS_1
" Aku terlahir sebagai anak tunggal. Kehidupan ku terasa sangat sempurna dengan semua yang aku miliki, namun tiba-tiba saja aku di hadapkan dengan perceraian kedua orang tua ku. Tidak sampai disitu saja, beberapa bulan kemudian aku kembali di hadapkan dengan pernikahan ayah ku yang tak berselang lama juga ibu ku yang sudah menikah. Aku harus di hadapkan dengan semua ini. Belum hilang rasa sakit hati ku atas perceraian mereka, lalu dengan begitu mudahnya mereka kembali membuat luka baru di hati ku dengan pernikahan itu dan aku juga harus menerima bahwa aku memiliki saudara dan saudari tiri. Itu sangat luar biasa sekali bukan?" Air matanya hendak mengalir, namun dengan cepat Acher menghapusnya.
Dia tidak ingin melihat Aurin menangis. Malam ini adalah makan terakhirnya bertemu dengan Aurin, karena besok pagi dia akan kembali ke London lagi.
Jadi dia tidak ingin melihat air mata kesedihan di wajah Aurin, Acher tidak menginginkan hal itu.
" Jangan menangis lagi. Kita tidak tau apa yang Tuhan rencanakan untuk kita, tapi berusahalah untuk menerima apa yang telah Tuhan takdirkan. "
" Jika aku tau tuhan memberikan cobaan yang begitu berat seperti ini, lebih baik aku tidak bangun lagi saat kecelakaan 3 tahun yang lalu sebelum aku masuk ke Universitas. " Acher kaget saat mendengar bahwa aurin pernah kecelakaan hingga menyebabkannya koma selama beberapa hari.
" Andai saja--"
" Stop! jangan pernah mengatakan hal apapun lagi tentang masa lalu kamu. Aku disini untuk mu, aku tidak akan membiarkan air mata mu keluar begitu saja. Aku akan berusaha untuk membuat mu bahagia. 3 tahun lagi Aurin, Selesaikan kuliah mu dengan cepat maka aku akan kembali pada mu dan akan mengenalkan mu pada keluarga ku lagi. Tolong bersabar untuk itu. " Aurin merasakan kehangatan yang luar biasa saat tangan besar Acher menggenggam tangannya saat ini.
Betapa beruntungnya dia memiliki Acher di hidupnya saat ini. Dia bisa berbagi dan menangis tanpa harus di tahannya lagi. Dia tidak lagi harus merasa malu dengan apa yang terjadi pada keluarganya.
Acher bisa menjadi pendengar yang baik untuk dirinya. Dan itu adalah sebuah keberuntungan untuknya.
" Sekarang sudah hampir larut, Pulanglah. Supir akan mengantarkan mu. " Dari sorot mata Aurin Acher menangkap bahwa gadis ini tidak menginginkan perpisahan di antara mereka.
" Jangan bersedih oke, besok aku akan menghubungi kamu sebelum aku pergi. "
" Promise?" Acher menganggukkan kepalanya dan tersenyum untuk Aurin.
Dia berjanji bahwa besok akan menghubungi Aurin sebelum pergi. Akhirnya mereka berpisah malam itu.
Jangan berharap bahwa akan ada kecupan serta apalah itu selayaknya pasangan pada umumnya.
Yang ada hanya sebuah gandengan tangan karena memang Acher terus menggendong tangan Aurin sampai gadis itu berada di dekat mobil.
" Segera tidur dan jangan lupa bersihkan makeup kamu. " Aurin mengangguk.
Acher mengusap kepalanya dengan lembut, seolah memberikan kasih sayang dan perhatian yang luar biasa.
__ADS_1
Mereka berpisah di sana, dimana Aurin yang telah pergi dan Acher yang juga masuk ke dalam hotel karena tempat mereka dinner malam ini adalah di rooftop hotel mewah milik keluarganya.
Saat dia kembali ke kamarnya, dia tidak mendapati bahwa Rigel berada di sana, apa anak itu belum pulang?
Namun tidak lama kembarannya itu kembali dan langsung menatap datar padanya.
" Hah, aku akan pergi. " Acher mencegah Rigel yang ingin pergi lagi.
" Sorry..." Rigel terhenti di sana saat mendengar kata maaf yang terucap dari bibir kakaknya. Acher meminta maaf padanya?
Senyum Rigel langsung terbit, tapi dia gengsi untuk menerima permintaan maaf dari Acher, maka dia harus berpura-pura biasa saja.
Padahal saat ini dia merasa menang dari Acher.
" Terserah. " Rigel langsung masuk ke dalam kamar mandi setelah melemparkan ponselnya begitu saja.
Tak lama ponsel Rigel bergetar dan ada Direct Message yang masuk.
Acher merasa penasaran, dia ingin tau apa isi ponsel Rigel, dan saat membaca pesan itu, tubuhnya langsung menegang kaku.
Dia tidak bisa berkata-kata lagi setelah melihat apa isi dari pesan tersebut. Acher benar-benar tidak percaya dengan semua ini.
" Rigel..." Acher menatap ke arah pintu kamar mandi di mana adiknya berada saat ini.
Acher terus membaca pesan tersebut dan saat merasa Rigel hampir selesai, Acher langsung menghapus isi pesan yang baru saja masuk ke ponsel Rigel tadi dan berlagak seolah dia tidak melihat apa pun.
Namun saat dia hendak mengembalikan ponsel Rigel, sang pemilik barang sudah keluar dan melihat bahwa ponselnya berada di tangan Acher saat ini.
" Sedang apa kau dengan ponsel ku?" Rigel langsung merebut ponselnya dari Acher yang langsung memutar otaknya untuk menjawab Rigel.
Sampai dia menemukan sebuah jawaban yang langsung membuat Rigel diam.
" Aku melihat bahwa kau mengoleksi film 21+. Aku akan mengadukan mu pada Mommy. " Mendengar jawaban dari Acher membuat Rigel langsung marah dan berperang dengan Acher di tempat tidur seperti biasanya.
__ADS_1
...💙💙💙...