Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )

Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )
Hidup Baru


__ADS_3

Setelah mengikhlaskan hatinya dan harus meluapkan Aurin yang sebentar lagi menikah dengan Acher dan menjadi istri dari kakaknya, membuat Rigel harus bisa memahami semua ini.


" Kehidupan ku bukan untuk menangis. Jadi jika hanya putus cinta tidak akan membuat ku hidup dengan suram. " Ucapnya sambil merapikan penampilannya.


Pagi ini dia akan berangkat ke Paris dan tidak ingin mengabari Mom Starla karena dia tidak ingin melihat air mata wanita itu.


" Setelah sampai di Paris, kita harus langsung bekerja Felix. Aku tidak ingin menunda produksinya lagi karena aku sudah mendapatkan sokongan dana dari paman Satria. Jadi ayo kita bungkam pria sombong itu. " Mereka pun langsung berangkat ke Paris setelah menyelesaikan semua pekerjaan di London.


Rigel sudah bertekad untuk membuat pria bernama Arsya Antoni Gilbert itu bungkam karena kesombongannya.


" Aku seorang keturunan Alexander, jadi tidak semudah itu untuk membuat ku jatuh dan terpuruk." Ucap Rigel dalam hatinya.


Di dalam pesawat pun dia menatap gumpalan awan yang mereka lewati saat ini.


Entah mengapa rasanya Rigel nyaman dengan hidup barunya yang seperti ini.


Dia merasa tenang setelah merelakan perasaannya terhadap Aurin yang ternyata berlabuh pada kakak kembarnya sendiri.


Setidaknya, Rigel bisa hidup dengan tenang sekarang.


" Kita langsung ke perusahaan atau kembali ke rumah dulu tuan?" Tanya Felix pada Rigel yang tengah menikmati pemandangan kota Paris dari atas ketinggian saat ini.


Dari tempatnya saat ini, Rigel sudah bisa melihat bagaimana tampilan menara yang kokoh itu.


Menara yang menjadi icon pusat kota mode terbesar di dunia. " Aku rasa kau belum terlalu tua untuk bertanya hal seperti itu lagi. Aku sudah mengatakan padamu bahwa kita akan langsung bekerja. Kumpulkan semua staff yang menangani proyek ini. " Felix pun mengerti.


Dia langsung menyiapkan semuanya karena sebentar lagi mereka akan mendarat dan langsung ke perusahaan.


Rigel keluar dari pintu khusus setelah pesawat mendarat. Dia berjalan dengan wajah datarnya.


Namun tiba-tiba saja dia kembali menabrak seseorang yang entah siapa itu.


Brugh ..


Rigel hanya menatap datar pada orang yang baru saja menabraknya.


Rigel sangat mengenal wanita ini. Jangan remehkan ingatannya karena dia tidak akan melupakan siapa yang telah bertemu dengannya dan Rigel tau bahwa ini adalah gadis aneh waktu itu.


Tapi kenapa dia bersama dua orang wanita yang menurutnya sama menyebabkannya dengan gadis ceroboh itu.


" Kakak, harus minta maaf dan menolong kak Belle. Lalu kenapa diam saja?" Tanya seorang gadis itu dan dari apa yang di lihat Rigel wanita itu kembar.



" Katakan pada kakak mu ini untuk jalan memakai matanya. Berjalan juga tidak hanya menggunakan kakinya saja, tapi matanya juga harus di gunakan dengan baik. " Rigel langsung pergi meninggalkan ketiga gadis yang menurutnya sama-sama aneh itu.


Sementara gadis yang bernama Belle itu langsung teringat siapa pria itu.


" Calon jodoh...." Belle berteriak setelah dia sadar siapa yang telah di tabrakannya tadi.

__ADS_1


" Kak Belle, kakak mau kemana?" Kedua gadis kembar yang bersama Belle itu langsung ikut berlari mengejar kakak mereka karena dia mengejar pria itu.


" Hey, tunggu..." Belle terlambat.


Dia kehilangan jejak calon jodohnya karena dia terlambat menyadarinya.


" Dimana pria itu? kenapa aku terlambat menyadarinya?" Tanya Belle dengan dirinya sendiri.


Sungguh dia sangat menyesal sekali karena tidak menemukan pria itu.


Sementara pria yang di kejarnya tadi langsung membuka masker yang di gunakannya tadi setelah masuk ke dalam mobil.


Dia tidak habis pikir, kenapa dia bisa terus bertemu dengan gadis aneh itu. Lagi pula kenapa anak berusia 17 tahunan seperti itu bisa di biarkan berkeliaran sendiri di kota besar seperti ini tanpa pengawalan.


Benar-benar tidak di benarkan oleh Rigel.


" Aku sudah seperti terkena kutukan saja. kenapa aku terus saja bertemu dengan gadis aneh itu. Gadis yang selalu mengatakan calon jodoh. Jangan sampai aku bertemu dengannya lagi. " Rigel sendiri tidak habis pikir dengan itu karena terus saja bertemu dengan gadis yang menurutnya aneh itu.


Membayangkan hal seperti itu sudah membuat Belle tersenyum dan tertawa sendiri.


Dia merasa konyol membayangkan hal seperti itu.


Kenapa bisa dia membayangkan hal seperti itu bahkan saat tidak ada satu pria pun yang berada di dekatnya.


Sementara Belle yang menuju hotel tempat mereka akan menginap di kota ini, terus saja membayangkan wajah pria itu.


Satu-satunya pria yang pernah menarik perhatiannya adalah pria yang sudah dua kali di temuinya dengan wajah dingin dan tidak memiliki ekspresi apapun selain ekspresi datar di wajahnya.


Belle bersumpah jika sampai dia bertemu untuk yang ketiga kalinya Belle tidak akan membiarkan pria itu pergi meninggalkannya begitu saja.


Setidaknya Belle harus mengetahui siapa nama pria itu agar dia tidak mati penasaran. Setelah mereka beristirahat sejenak di kamar hotel, Belle pun langsung kembali bersiap dan itu membuat kedua adiknya menatap heran.


" Kakak kita mau ke mana ?" Tanya Ailee yang tidak mengerti sama sekali mereka ingin pergi ke mana karena mereka hanya mengikuti kemanapun Belle akan pergi.


" Kita akan makan siang di menara Eiffel. Kita akan melihat seluruh kota dari atas ketinggian sambil menikmati sajian yang spektakuler. " Jawabnya dengan penuh senyuman.


Aisye dan Ailee hanya bisa mengangguk mengikuti apa yang di katakan kakak mereka. Mereka pergi ke menara Eiffel untuk makan siang.


Saat mereka sudah sampai di sana dan memesan menu makan siang, Belle kembali melihat pria yang pernah di temuinya dua kali waktu itu.


Apakah ini yang di namakan jodoh on the road. Bukankah Belle sudah mengatakan dan bersumpah jika sampai mereka bertemu untuk yang ketiga kalinya Belle tidak akan melepaskan pria itu.


Kali ini saatnya untuk dia beraksi. " Tunggu di sini dan jangan pergi kemanapun. " Titahnya pada kedua adiknya.


Belle Menghampiri pria yang terlihat sibuk dengan rekannya di sana.


Setelah menunggu beberapa saat akhirnya rekan-rekannya pergi meninggalkan pria itu sendirian.


Dan saat pria itu hendak pergi meninggalkan meja tempatnya makan tadi Belle langsung mencegahnya.

__ADS_1


Sementara itu pria itu merasa tidak asing dengan wajah wanita yang berada di depannya saat ini.


Apalagi tubuhnya yang cukup tinggi itu dengan berani menghalangi jalannya saat ini.


Tidak tahukah wanita ini bahwa dia adalah penguasa Eropa ? Berani sekali wanita ini menghalangi langkahnya.


" Minggir. " Satu kata yang keluar dari bibir pria itu.


Bukannya takut Belle malah semakin berani dan menantang pria itu. adia menggelengkan kepalanya dan semakin berkacak pinggang di depan pria yang terlihat sangat dingin dan tak tersentuh itu.


" Jika aku tidak mau bagaimana ?" Tidak ada reaksi apapun dari pria di depannya saat ini.


Belle sudah berpikir bahwa dia akan menang melawan pria ini tapi kenyataannya tidak sama sekali.


Karena pria itu tidak memiliki perasaan apapun terhadap lawan jenis sepertinya.


" Kamu mau minggir atau aku yang membuatmu minggir dengan sendirinya. " Belle semakin menatap tak percaya pada pria itu.


Kenapa pria ini terlihat sangat dingin sekali ? Tidak bisakah dia bersikap manis sedikit saja padanya.


Walau bagaimanapun Belle harus tetap pada pendiriannya agar bisa mengetahui siapa nama pria ini.


Sebuah nama yang kalau bisa mengubah hidupnya.


" Beritahu aku siapa nama mu maka aku akan memberi kamu jalan untuk keluar dari sini. " Tidak ada reaksi apapun yang ditunjukkan pria itu selain reaksi datar saat mendengar apa yang dikatakan Belle padanya.


" Aku tidak mengenalmu. Jadi jangan pernah menghalangi langkahku dan minggir. " Saat pria itu hendak melewatinya, Belle kembali mencegah langkah pria itu hingga membuat pria itu benar-benar kesal padanya.


" Aku bisa membuat dirimu susah karena apa yang kau lakukan akan berakibat buruk pada dirimu. Siapa pun kau, aku tidak akan pernah terlibat apapun dengan mu. Baik itu kau atau siapapun. Aku tidak mengenalmu jadi jangan pernah berharap bahwa aku bisa menjawab semua pertanyaan. "


Brugh...


" Auhh..." Belle meringis kesakitan saat tangannya terhantam meja di sampingnya saat pria itu mendorongnya begitu saja.


Bukannya membantu Belle yang merasa kesakitan pria itu malah pergi meninggalkannya begitu saja.


Namun rasa sakit yang di rasakan Belle langsung hilang seketika saat dia mendengar seseorang mengetahui nama pria tersebut.


" Tuan muda Rigel. " Ucap Belle dengan wajah yang berbinar.


Tidak dari pria itu, tapi dia mendengar dari pria lain yang memanggil pria tersebut dengan panggilan tuan muda.


" Tutup mulut mu dan jangan pernah memanggil ku seperti itu. Aku katakan berulang kali padamu bahwa aku tidak mengenalmu, jadi aku tidak akan terlibat hubungan apapun bersamamu. Jadi sudahi kekonyolanmu itu dan jangan pernah berani mencari tahu apa yang tidak seharusnya kau cari tahu. Karena aku Axelo Rigel Sky Alexander tidak akan membiarkan siapapun mengusik ketenangan hidupku. Termasuk wanita seperti. " Apa Belle sakit hati ?


Apa itu sakit hati Belle tidak mengerti apa itu yang namanya sakit hati karena di tolak seorang pria.


Bukannya sakit hati Belle semakin meyakinkan dirinya bahwa suatu saat dia akan membuat pria itu jatuh cinta padanya dan berlutut di hadapannya.


" Dan aku adalah Beauty Daserina Antonie Gilbert. Aku akan membuat mu jatuh cinta pada ku suatu saat nanti Tuan Muda Axelo Rigel Sky Alexander !" Luar biasa sekali kau Belle.

__ADS_1


Kau bahkan bisa mengingat nama panjang pria itu hanya dengan sekali mendengarnya saja.


...💙💙💙...


__ADS_2