
" Kenapa?" Tanya Rigel saat melihat Belle yang teru menatapnya sejak keluar dari dalam mobil tadi hingga mereka masuk ke dalam bandara.
" Tampan." Jawab Belle sambil menatap wajah tampan kekasihnya yang menggunakan masker pun terlihat sangat tampan.
" Jika aku tidak tampan kau tidak akan tergila-gila pada ku dan mengklaim ku sebagai calon jodoh mu."
" Memang, dan aku sudah membuktikan pada kamu, bahwa doa anak yang berbakti itu di dengar oleh Tuhan. Kau kalah dalam mempertahankan hati mu karena aku sudah mengatakan pada kamu waktu itu, bahwa aku adalah Beauty Daserina Antony Gilbert. Aku bisa mendapatkan apapun yang aku inginkan dengan kerja keras ku sendiri dan terbukti sudah. Tuhan selalu memberkati ku."
" Dasar menyebalkan." Ucap Rigel yang tidak ingin melanjutkan pembicaraan aneh bersama Belle.
Mereka langsung pergi ke London menggunakan pesawat pribadi milik Rigel hingga mereka berdua sampai di kota London.
" Kenapa kau pucat? Jangan bilang kau takut naik pesawat karena itu tidak mungkin."
Plak!
__ADS_1
" Hey, kau sudah berani melakukan kekerasan pada ku."
" Karena kamu menyebalkan. Aku takut dengan keluarga mu. Bagaimana jika mereka--"
" Keluarga ku bukan keluarga kolot seperti Daddy mu yang kuno itu. Hidup di jaman modern masih saja memikirkan tentang perjodohan. Itu sama sekali tidak masuk akal." Ucap Rigel.
Belle membenarkan apa yang di katakan Rigel karena memang itu kenyataannya. Daddy-nya memang kuno dan menurutnya juga kolot.
Dan karena perjodohan itu pula Belle dan Mommy-nya sampai meninggalkan pria itu.
Melihat Belle yang terlihat sedih membuat Rigel langsung menggenggam tangan sang kekasih dan mencoba menguatkannya.
" Tuhan harus setuju. Aku tidak ingin jodoh lain selain diri mu. Jadi, aku harap kita bisa berjodoh nantinya karena aku pun menginginkan kehidupan bersama kamu. Aku menginginkan kehidupan yang bahagia bersama kamu Bee.."
" Who is bee? kau tidak berpikir bahwa aku lebah bukan?" Tanya Rigel yang merasa tidak percaya jika Belle memanggilnya dengan sebutan seperti itu.
" Anggap saja seperti itu. Kamu adalah lebah dan aku madunya, atau aku bunganya. Jadi kita ini saling membutuhkan dan saling melengkapi. Jadi ayo hidup lebih bahagia lagi." Ucap Belle dengan penuh kebahagiaan dan ketulusan yang luar biasa.
__ADS_1
Rigel dapat merasakan semua itu. Semua yang Belle katakan padanya itu sangat luar biasa sekali dan Rigel bangga dengan gadis mengenalkannya itu.
" Dan aku akan terus bersabar untuk menghadapi gadis menyebalkan seperti mu."
" Cih, menyebalkan. Katakan saja jika kamu mencintai ku. Apa pria keturunan kalian itu adalah pria-pria paling gengsi?" Tanya Belle.
Dia merasa bahwa Rigel ini suka, namun mu untuk mengakui segalanya.
Anggap saja pria itu gengsi karena memang kenyataannya seperti itu.
" Dari mana kau tau jika para pria di keluarga ku itu gengsi? Lagi pula aku tidak gengsi seperti yang kau katakan."
" Kamu memang tidak, tapi Rigel itu iya." Jawab Belle yang membuat Rigel ingin sekali mencakar wajah Belle saat ini.
Namun, dia tidak mungkin melakukannya karena dia memang sayang dan mencintai gadis mengenalkannya itu.
" Tutup mulut mu dan jangan banyak bicara. Jika kau masih bicara lagi, maka aku akan melakukan hal yang tidak akan pernah kau bayangkan sama sekali."
__ADS_1
" Memangnya apa yang tidak bisa ku bayangkan? Menonton film yang ada adegan kiss-nya saja aku sudah menontonnya. Jadi---Hemph..." Bibir Belle langsung di bungkam oleh Rigel karena Belle terlalu banyak bicara hingga membuatnya kesal karena gadis itu terus saja bicara tanpa henti.
...💙💙💙...