
Setelah mengantarkan Aurin untuk tinggal di apartemen milik keluarganya hingga akhirnya Rigel harus menuruti permintaan Aurin yang mengatakan bahwa dia tidak ingin menempati tempat itu jika tidak di kenakan biaya.
Maka jadilah, Aurin yang menyewa tempat itu dengan biaya yang sudah di tentukan, bahkan Aurin juga tidak ingin jika dia di berikan potongan harga.
Kini Rigel langsung pergi ke rumah tempat dimana dia tinggal. Tujuan utamanya adalah Acher karena dia yakin bahwa Acher sudah berada di rumah.
Apalagi saat dia sampai di rumah, dia sudah melihat mobil Acher terparkir di sana dan itu artinya dia sudah berada di rumah.
" Dimana Acher?"
" Ada apa sayang? Kenapa mencari kakak kamu?" Rigel langsung melihat ke arah wanita yang begitu sangat mencintainya.
Starla datang menghampiri putranya yang terlihat tengah memikirkan sesuatu saat ini. Entah apa yang terjadi pada kedua putranya hingga membuat Rigel dan Acher terlihat semakin hari semakin jauh dan ada yang menjaga jarak di antara mereka berdua.
" Tidak ada apa-apa mom, hanya saja kak Ace menyebalkan. " Jawab Rigel pada Mommy-nya.
Dia tidak ingin jika wanita yang sangat berarti dalam hidupnya ini mengetahui apa yang terjadi di antara mereka. Jika sampai Mom Starla tau dan menangis, sudah pasti mereka akan bertarung dengan pria yang memiliki langit dan seisinya.
Dia tidak takut jika hanya bertarung saja, tapi untuk melihat Acher yang tidak ingin melawan hingga membuatnya babak belur membuat Rigel tidak tega melihatnya.
" Mommy mohon jangan saling bertengkar. Mommy tidak ingin kalian saling menyakiti satu sama lain nantinya. " Rigel mengerti dengan apa yang di inginkan Mommy-nya saat ini.
Sebenarnya Rigel juga tidak ingin bertengkar dengan Acher, hanya saja memang dia merasa ada yang disembunyikan oleh kembarannya itu. Jika emang kembarannya itu tidak menyembunyikan apapun, tidak mungkin dia menjauhinya seperti ini.
__ADS_1
Terlebih lagi saat Rigel melihat tatapan yang diberikan Aurin pada saudaranya itu bukan tatapan biasa. itu adalah tatapan kerinduan seorang wanita yang merindukan kekasihnya.
Dan itu yang di ingin cari tahu oleh Rigel saat ini. dia ingin mencari tahu kebenaran di balik semua ini.
" Tidak ada yang bertengkar mom, Rigel janji tidak akan bertengkar dengan kak Ace, "
" Mommy harap memang begitu. " Ucap Starla berusaha agar mereka akan baik-baik saja.
Dia tengah menantikan kepulangan mertuanya yang katanya akan pulang namun hingga saat ini mereka belum juga pulang.
Starla sangat merindukan mereka dan juga merindukan Reyden sih bungsu, tapi dia juga tidak ingin semakin membebani pikiran suaminya karena dia tau, bahwa Sky juga pasti merindukan putra bungsu mereka.
Hanya saja, keegoisan di antara keduanya yang membuat keadaan semakin rumit.
" I promise mom. " Rigel memeluk tubuh mom Starla sebentar lalu melanjutkan langkahnya untuk menemui Acher.
Sementara Acher sendiri, dia sudah menduga hal ini bahwa cepat atau lambat Rigel akan datang menemuinya untuk menanyakan sesuatu dibalik Aurin. Dia tahu bahwa saat ini yang ingin ditanyakan Rigel padanya adalah Aurin.
" Aku yakin kau sudah mengerti apa tujuanku datang ke sini. Itu terlihat karena kau sudah siap untuk mendapatkan pertanyaan dariku. " Acher masih berusaha untuk terlihat baik-baik saja.
Dia berlagak seolah dia tidak terpancing apapun pada Rigel saat ini. Walau dia tahu menipu Rigel itu akan sia-sia, tapi dia harus berusaha sebisanya untuk membuat rider percaya bahwa dia tidak memiliki hubungan apapun dengan Aurin.
" Aku tidak mengerti apa maksudmu. Jadi katakan saja apa yang ingin kau tanyakan padaku. Jika aku bisa menjawabnya aku akan menjawabnya tapi jika tidak, ya itu bukan karena salahku. " Rigel tersenyum remeh pada saudara kembarnya itu.
__ADS_1
Dia bukan orang bodoh yang tidak bisa menganalisa dan membaca raut wajah seseorang. Dengan melihat tatapan matanya saja Rigel tahu bahwa ada yang disembunyikan Acher darinya saat ini.
Tapi jika ingin membuat Acher bicara itu tidak mudah, itu sebabnya dia harus mencari titik terang dari semua ini.
Rigel tidak ingin terus-terusan dihantui dengan rasa penasaran yang tinggi. Dia bisa bersikap biasa aja sebelum-sebelum ini, apalagi saat melihat reaksi yang ditujukan Aurin pada Acher di rumah sakit, Rigel tahu bahwa ada yang pernah terjadi di antara mereka berdua.
" Apa perlu ku ingatkan lagi padamu bahwa kita sudah berbagi apapun sejak berada di kandungan mommy, jadi aku tahu bahwa ada sesuatu yang telah kau sembunyikan dariku. Jika kau tidak ingin mengatakannya secara langsung padaku tidak masalah bagiku karena aku bisa mencari tahunya sendiri. Tapi, ingat satu hal, yang harus ku tekankan padamu jangan sampai aku mengetahui apa yang kau sembunyikan selama ini dari ku. Jika sampai terbukti bahwa kau menyembunyikan sesuatu dariku dan kau telah menyalahi aturan yang pernah kita sepakati bersama demi Tuhan aku tidak akan pernah memaafkan mu Acher. " Acher masih berusaha untuk tetap baik-baik saja.
Dia tidak ingin membuat Rigel semakin curiga padanya. Karena menghadapi Rigel bukanlah hal yang mudah baginya. Terkadang Acher berpikir apa yang membedakan antara dirinya dan Rigel. Kenapa saudara kembarnya itu bisa menilai orang dari tatapan matanya saja.
Sementara Acer sendiri bahkan untuk mengetahui isi hati Rigel saja pun dia tidak mampu. Tidak seperti Regal yang dengan mudahnya mengetahui isi hatinya.
" Terserah kau ingin mengatakan apa. yang harus kau tahu adalah apapun yang terjadi di masa lalu dan masa depan itu semua demi kebaikanmu. aku melakukan itu semua demi dirimu. "
Bugh...
Rigel menghantam wajah Acher saat ini. Dia sangat tidak menyukai saat Acher mengatakan bahwa apapun yang dilakukannya itu semua demi Rigel.
" Aku paling benci jawaban seperti ini. Kau bertingkah seolah aku adalah bayi yang tidak bisa melakukan apapun. kau memang sosok kakak bagiku, tapi bukan berarti kau bisa melakukan apapun demi diriku. Jika sampai aku mengetahui bahwa kau mengorbankan sesuatu yang besar untukku, aku bersumpah atas namaku sendiri, bahwa aku akan membencimu Acher. Aku akan membencimu sampai seluruh aliran darahku. Ingat itu!" Rigel pergi meninggalkan Acher begitu saja setelah mengatakan apa yang ingin dia katakan saat ini.
Dia harap apa yang telah dikatakannya pada asar bisa membuat saudara kembarnya itu mau jujur padanya dan mengatakan apa yang disembunyikannya selama ini.
Dan soal sebuah pukulan yang diberikan Riddle pada Acher itu adalah sebuah pukulan rasa kesal. Dia ingin Acher benar-benar berpikir dewasa, bahwa tidak semua bisa dikorbankannya.
__ADS_1
Rigel tidak ingin jika Acher sampai mengorbankan kebahagiaannya demi dirinya. Dia benar-benar tidak menginginkan hal itu.
...💙💙💙...