
" Berhenti di tempat mu Axelo Rigel Sky Alexander!" Teriak Ars yang menghentikan Rigel untuk naik ke anak tangga pertama di rumah mewahnya.
Rigel pun berhenti melangkah dan berdiri di tempatnya lalu berbalik menatap ke arah Ars yang juga tengah menatapnya saat ini.
" Tolong jangan lupakan Guero di belakangnya. Anda sudah menyebut nama lengkap ku, kenapa tidak tambahkan sekalian nama belakang keluarga besar ku? Mungkin disini masih ada yang tidak mengenal siapa aku dan siapa keluarga ku hingga ada yang berani menantang ku saat ini." Tatapannya mengarah pada Andreas yang masih di bantu keluarganya mungkin untuk membersihkan bekas luka di wajahnya.
Bahkan dia merasa bahwa saat itu rahangnya seperti tergeser dari tempatnya karena rasanya sakit sekali bekas pukulan dari pria bernama Rigel itu.
" Aku hanya memukul rahang mu, tapi kau sudah berlagak seperti seorang bayi yang kehilangan permen saja." Kedua tangan Andreas terkepal erat saat mendapatkan ejekan seperti itu dari Rigel.
Dia ingin sekali membalas pria itu, namun saat ini dia sedang tidak berdaya sama sekali.
" Jika kau ingin kembali bertarung, sembuhkan dulu luka mu itu. Aku tidak ingin bertarung dengan pria lemah seperti mu."
" Hentikan itu Rigel! Kau sudah keterlaluan."
__ADS_1
" Anda membela pria lemah seperti itu? Apa anda bercanda dengan ku tuan Ars? bagaimana bisa anda mempercayakan putri anda pada pria yang bahkan tidak bisa melindungi dirinya sendiri. Lalu pa yang anda harapkan lagi dari pria sepertinya?"
" Aku bilang hentikan ini Rigel! Kau sudah merusak acara ku. Kau kembali membuat ku malu dengan apa yang telah kau lakukan saat ini." Ucap Ars dengan emosi.
Sementara Rigel tidak menanggapi semua itu dengan serius karena dia tidak melakukannya sama sekali.
" Aku sudah mengatakannya pada anda tuan Ars, anda ingin membubarkan pesta ini atau aku yang membubarkannya. Tapi anda sama sekali tidak menghiraukan perkataan Ki lalu bagaimana bisa aku yang di salahkan disini?" Ars semakin marah mendengar apa yang Rigel katakan.
Dia sudah benar-benar di permalukan oleh Rigel saat ini. Anak muda itu sudah membuatnya malu di depan banyak tamu undangan yang menghadiri pesta pertunangan putrinya.
Mau tidak mau Ars harus membubarkan semua itu karena dia tidak ingin semakin di permalukan lagi oleh Rigel.
Semua itu terlihat dengan jelas tanpa harus di pertanyakan lagi. insting seorang keturunan klan Alexander tidak perlu di ragukan lagi.
Dan benar saja, saat Rigel mengetuk pintu kamar itu, Belle langsung membukanya dan memeluk pria itu.
__ADS_1
" Rigel..." Air matanya keluar seketika saat memeluk tubuh pria itu.
Belle merasa sangat khawatir dengan keadaan Rigel yang entah bagaimana. Pikiran buruk bahkan sudah menghantuinya saat ini.
Mendapatkan pelukan dari Belle seperti itu membuat Rigel juga memeluk tubuh gadis menyebalkan itu.
Dia bahkan memberi kecupan di bahu mulus Belle hingga membuat Crystal langsung berdehem.
" Eghem..." Mereka berdua langsung tersadar dan melepaskan pelukannya.
Baik Belle maupun Rigel, keduanya sama-sama merasa canggung dan seperti tengah kedapatan melakukan hal mesum di sini.
" Maafkan saya Nyonya, Saya hanya--"
" Jangan pernah melakukan hal apapun di batas kewajaran. Lagi pula kalian berdua tidak memiliki status apapun. Jika pun kalian memiliki status, itu tidak di benarkan sama sekali."
__ADS_1
" Saya mengerti Nyonya, sekali lagi maaf." Ucap Rigel dengan tulus yang menyadari kesalahannya saat ini.
...💙💙💙...