Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )

Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )
Rindu


__ADS_3

" Kenapa tidak makan sayang?" Tanya Crystal pada putrinya yang tidak menyentuh sedikit pun makanan yang ada di meja makan saat ini.


" Belle tidak lapar Mom." Jawab Belle yang terlihat memang tidak bersemangat.


Melihat putrinya yang tidak bersemangat seperti itu membuat Ars langsung angkat bicara dengan keadaan Belle saat ini.


" Kenapa tidak memakan makanan mu Belle? Apa makanan ini tidak enak atau ada yang ingin kamu makan?" Tanya Ars.


Belle menatap Daddy-nya sebentar dan kembali menundukkan kepalanya. Dia masih mengingat dengan jelas bagaimana tangan besar itu melayang hingga mendarat tepat di pipinya.


" Belle tidak menginginkan apapun Dad, Belle hanya ingin tidur saja."


" Makan sedikit baru tidur Belle." Perintah Ars hingga membuat Belle mau tidak mau memakan apa yang ada di piringnya saat ini.


Mengetahui keadaan putrinya yang tertekan seperti itu membuat Crystal langsung mengambil alih piring putrinya dan menyuapi Belle.


" Biar Mommy yang suapi sayang, Mommy tau kamu tidak akan pernah menolak apa yang berasal dari tangan Mommy kan?"


" Tapi Mom--"


" Ayo buka mulutnya sayang." Belle membuka mulutnya saat Crystal menyuapkan makanan itu.

__ADS_1


Belle pun akhirnya memakan apa yang diberikan Mommy-nya hingga makanan yang ada di piringnya habis tak bersisa lagi.


Di saat Belle tengah berada di rumahnya, saat ini Rigel tengah memikirkan keadaan wanita itu.


Bahkan dia terus saja melihat ponselnya yang menunjukan gambar foto Belle yang sengaja di ambilnya dari belakang waktu itu.



" Apa kau baik-baik saja? Apa tidur mu tidak terganggu lagi?" Tanya Rigel pada foto yang berada di ponselnya saat ini.


" Tuan, kita ada meeting setengah jam dari sekarang." Ucap Felix pada Rigel.


Dia menatap heran pada Rigel yang tengah membelakanginya saat ini. Entah apa yang di lakukan pria itu saat ini.


" Ya Bel?"


" Hah? Siapa bel tuan?" Tanya Felix yang menatap heran pada Rigel yang tiba-tiba saja memanggilnya bel seperti itu.


Apa bel yang di maksud Rigel adalah Belle gadis menyebalkan seperti yang selalu Rigel katakan?


" Kau, sedang apa kau disini?" Tanya Rigel yang menatap penuh permusuhan pada asisten menyebalkannya itu.

__ADS_1


" Saya?" Tunjuk Felix pada dirinya sendiri.


" Jelas kau, lalu siapa lagi yang ada disini? apa kau ingin mencoba melayang di udara dan mendarat dengan gaya baru di bawah sana?"


Glug...


Felix menelan ludahnya susah payah dia menelannya.


" Saya datang untuk mengatakan bahwa kita ada meeting sebentar lagi."


" Kenapa tidak mengatakannya sejak tadi? Kau ini." Rigel langsung bangkit dari kursinya dan pergi meninggalkan ruang kerjanya begitu saja ketika Felix mengatakan bahwa mereka kan meeting.


" Kau ini terlalu lamban sekali." Ucap Rigel lagi yang meninggalkan Felix di belakangnya.


Felix sendiri hanya bisa mengelus dadanya agar tidak terlalu merasa sakit hati dengan Rigel. Walau bagaimana pun, dia masih membutuhkan pria itu untuk menunjang finansialnya." Setidaknya aku harus tetap waras untuk menghadapi pria yang on the way jatuh cinta." Ucap Felix dengan sangat pelan.


Dia tau bahwa Rigel memiliki banyak telinga, bahkan mata batinnya saja bisa berfungsi dengan baik, maka dia mengatakan hal itu dengan sangat pelan.


Di saat Rigel tengah sibuk dengan meeting dan pekerjaannya, Belle tengah sibuk dengan lamunannya saat ini.


" Rigel, apa kau baik-baik saja? Apa luka mu tidak sakit?" Tanya Belle sambil menatap pemandangan dari balkon kamarnya saat ini.

__ADS_1


" Bolehkah aku mengatakan kalau aku merindukan mu?"


...💙💙💙...


__ADS_2