
Belle tidak berani bersuara apa pun pagi ini karena dia masih memikirkan apa yang terjadi di antara dirinya dan Rigel tadi malam dan itu membuatnya merasa sangat malu sekali
Apalagi saat dia mengetahui benda keramat milik calon suaminya itu yang mulai mengeras.
Sementara Rigel hanya bisa menghela nafasnya berat saat melihat Belle yang terus saja berdiam diri seperti itu.
tidak ada sepatah kata pun yang ingin di ucapkan Belle. Entah apa yang membuat gadis menyebalkan itu tidak bersuara pagi ini.
Brak!
Belle yang terkejut langsung melihat ke arah Rigel dan kembali menundukkan wajahnya setelah melihat raut wajah calon suaminya yang tengah menatap datar padanya.
" Lihat aku!" Ucapnya dengan tegas hingga membuat Belle memberanikan diri untuk menatap pria itu.
" Apa yang membuat mu diam seperti ini?" Tanya Rigel pada Belle.
Sementara Belle hanya berani menggelengkan kepalanya saja.
Dia tidak berani menjawab pria itu karena kejadian tadi malam.
" Beauty Daserina Antony Gilbert." Belle kembali melihat ke arah wajah Rigel karena jika pria itu sudah memanggil nama lengkapnya itu berarti dia harus berani bicara saat ini.
" Saya..." Jawabnya dengan takut.
__ADS_1
" Aku tidak sedang mengabsen nama mu. Aku tengah bertanya pada mu!"
" Maaf, aku masih tidak enak badan Bee." Jawabnya beralasan berharap Rigel menghentikan pertanyaannya.
Jujur, Belle merasa sangat malu sekali saat ini. Dia takut menceritakan apa yang di pikirannya saat ini.
" Jika tidak enak badan ayo ke rumah sakit. Kita akan periksakan keadaan mu!" Belle menggelengkan kepalanya karena dia takut jika di bawa ke rumah sakit Rigel akan semakin marah dengannya karena dia berbohong.
" Lalu apa mau mu Belle? Kau terus saja diam sejak tadi dan mengatakan tidak enak badan. Saat aku mengajak mu pergi ke rumah sakit kau malah menolaknya. Sebenarnya apa yang kau inginkan?" Tanya Rigel yang mulai tidak sabar dengan Belle terlihat mempermainkannya seperti ini.
" Aku hanya malu Bee. Aku malu karena kejadian tadi malam."
Deg!
Dari jawaban gadis menyebalkan itu dia tau bahwa apa yang di maksud Belle saat ini adalah kejadian di antara mereka tadi malam hingga membuat mereka malu.
" Sekarang makan makanan mu dan habiskan. Jangan membuat ku merasa kesal dengan mu!" Akhirnya Belle menghabiskan makanannya tanpa berani melihat ke arah calon suaminya.
Kejadian tadi malam benar-benar membuat Belle malu sendiri. Tidak Belle, bukan hanya kau saja yang merasa malu tapi Rigel lebih mu jika kau mengetahui bahwa dia bersolo karir di dalam kamar mandi dengan membayangkan tubuh seksi Belle.
Sial!
Membayangkannya saja sudah membuat Rigel merasa panas dingin lagi. Dia sudah memantapkan hatinya untuk menikahi Belle secepatnya.
__ADS_1
Ya, dia akan menikahi Belle dan akan membalaskan dendamnya terhadap gadis menyebalkan itu
Dia akan membalas dendam karena telah membuatnya harus bersolo karir di dalam kamar mandi.
" Bee, are you oke?" Tanya Belle yang memegang tangan calon suaminya.
" Aku baik-baik saja jika kamu makan dan menghabiskannya. Jangan membuat ku bertambah kesal hingga menghabisi mu di sini." Sebelah alis Belle terangkat saat mendengar apa yang Rigel katakan padanya.
Entah apa maksud pria itu yang membuat Belle tidak mengerti maksudnya.
" Kau tidak perlu memikirkan apa yang aku maksud. Jadi habiskan makanan mu dan kita akan pulang saja. Aku tidak ingin membuat mu sakit lagi."
" Tapi masih ada kota Praha dan Jepang lalu Korea." Ucap Belle pada Rigel.
Bukankah pria itu sudah mengatakan bahwa mereka akan mengunjungi 5 kota impiannya?
Lalu kenapa baru dua mereka sudah mau pulang?
" Kota Praha adalah kita terakhir kita. Soal Jepang dan Korea kita akan mengunjunginya nanti setelah kita menikah dan melanjutkan bulan madu."
" Iya..." Jawabnya dengan lesu.
...💙💙💙...
__ADS_1