
Rigel dan Belle harus terpaksa terbang ke London untuk menghadiri acara pernikahan Elle dan Elang.
Dasarnya pria itu yang sudah tidak sabar dengan Elle, makanya dia mengadakan pernikahan dengan persiapan yang sangat singkat sekali untuk mempersiapkan pernikahan mereka.
" Kenapa kamu yang sewot sejak tadi? Elle yang akan menikah kenapa kamu yang ribut?" Tanya Belle pada suaminya.
Dia tidak percaya dengan semua ini bahwa suaminya itu terlihat semakin cerewet dengan itu semua.
" Kenapa harus secepat ini?" Tanya Rigel pada istrinya.
Dia merasa kesal dengan semua ini. Semua tentang perikanan Elle.
Di saat mereka sampai di London, tiba-tiba saja seorang wanita yang sangat ingin di hindarinya sudah menyambut kedatangannya.
" Jangan berani beraninya mau minta hal aneh lagi padaku. Jika kau berani meminta hak anak lagi maka aku akan mengeluarkan anakmu saat ini juga." Ancam Rigel pada kakak iparnya itu.
Aurin menatap melas pada adik iparnya. Padahal dia ingin meminta Rigel untuk kembali memanjat pohon mangga itu karena buahnya semakin banyak dan terlihat menggiurkan sekali.
__ADS_1
" Berhenti memberi ancaman pada istriku." Ucap Acher pada Rigel yang selalu saja mengancam istrinya.
" Maka katakan pada istrimu untuk tidak membuat keanehan lagi. Aku baru saja sampai di rumah ini dan dia sudah meminta aku untuk memanjat pohon mangga lagi. Jika jika begini terus aku benar-benar akan menebang pohon itu. Bahkan jika memungkinkan aku akan mencabut hingga ke akarnya agar tidak ada lagi pohon mangga keramat itu." Rigel terlihat menatap sengit pada saudara kembarnya.
Selalu saja seperti ini. Dia selalu mendapatkan dan harus menuruti keanehan-keanehan dari istri saudara kembarnya.
" Bee, jangan seperti itu kamu tidak boleh melakukan hal itu pada kak Aurin." Belle tidak ingin suaminya mengatakan hal seperti itu pada kakak iparnya.
Bagaimana pun juga anak yang dikandung Aurin itu keponakannya juga.
" Berhenti menyalahkan ku. Aku inilah karena baru saja sampai lalu bagaimana bisa dia sudah menyuruh untuk memanjat pohon itu. Jika bukan karena itu anak dari saudara kembarku, huh aku sudah akan mengeluarkannya saat ini juga." Ucap Rigel lagi.
Melihat suaminya yang memanjat pohon itu membuat Belle terlihat sangat bersemangat menantikannya.
" Ayo bee, sebelah sana itu buahnya banyak."
" Diam lah Belle, jika kau terus saja berisik maka aku tidak akan fokus." Jawab Rigel dari atas pohon.
__ADS_1
Sementara Acher, dia menatap ngeri pada saudara kembarnya yang tengah memanjat pohon mangga yang berada di rumah utama keluarga klan Alexander.
" Jangan terlalu tinggi, nanti kau bisa jatuh." Acher menatap ngeri para saudaranya yang memanjat pohon mangganya.
" Jika kau khawatir pada ku, kenapa tidak kau yang memanjat pohon ini?" Tanya Rigel dengan sengit.
Dia tidak menyukai Acher yang khawatir padanya tapi tidak bisa menuruti keinginan istrinya.
" Jika dia mau aku yang mengambilkannya maka sudah aku lakukan sejak lama. Tidak perlu aku menghubungi mu dari Paris untuk mengambil mangga itu." Jawab Acher.
Kedua istri pria kembar itu hanya menatap pada kedua anak kembar yang tengah berdebat di pohon mangga itu.
Yang satu di atas pohon mangga dan yang satu di bawah pohon mangga. Mereka terus saja melakukan sesi tanya jawab untuk menjawab dan bertanya.
" Apa jika kita memiliki anak nanti seperti itu kak?" Tanya Belle pada Aurin.
Aurin hanya bisa menggelengkan kepalanya saja karena dia juga tidak tau apa yang akan terjadi di masa depan.
__ADS_1
" Entah lah, aku juga tidak tau apa yang akan terjadi di masa depan tentang anak-anak kita." Jawab Aurin pada adik iparnya.
...💙💙💙...