Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )

Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )
Bertarung


__ADS_3

" Bagaimana jika kita bertarung?" Tanya salah satu pengusaha muda juga di sana.


Usianya mungkin seumuran dengan paman Jupiter. Rigel masih menatap pria yang tiba-tiba saja mengajak mereka bertarung saat ini.


" Siapa yang paling banyak mencetak poin, dia akan mendapatkan satu buah mobil mewah. Dan aku ingin menantang tuan muda dari keluarga klan Alexander ini. Apa anda bersedia tuan muda Rigel?" Tanya Billy yang menantang Rigel saat ini.


" Apa anda tahu siapa yang anda tantang saat ini? jangankan hanya bermain golf saja, bahkan menerbangkan pesawat dan helikopter saja pun aku. Jadi jika hanya untuk bermain kau seperti ini, itu sangat mudah bagiku." Jawab Rigel dengan sombong.


Dia pasti tidak suka saat dirinya di tantang seperti ini. Karena baginya ditantang adalah sebuah keharusan dan dia harus menang untuk itu.


" Kita akan bermain regu bersama pasangan kita." Rigel langsung menatap Belle yang menggelengkan kepalanya.


Tapi jika dia menolak itu akan membuat dirinya malu.


Prak...


Rigel langsung melemparkan kunci mobilnya ke atas meja di sana.


" Bugatti La Voiture Noire." Tunjuk Rigel pada mobil miliknya yang tengah terparkir di sana.



" Êtes-vous fou?" Tanya Belle dalam bahasa Prancis yang artinya apa kamu gila.


Dia tidak akan membiarkan Rigel mempertaruhkan mobil mewahnya seperti itu. Lagi pula Belle sudah lama tidak bermain golf dan Belle takut dia membuat Rigel kalah nantinya.


" Je ne suis pas fou! crois-moi que tu peux le faire !" Belle hanya bisa menghela nafasnya saja.


Dia tidak tau lagi bagaimana cara dia menyikapi Rigel yang suka sekali mempertaruhkan apa yang dia miliki.


Belle tau bahwa Rigel memang kaya, tapi bukan berarti dia bisa mempertaruhkan semuanya dengan mudah.


" Γ€ toi de voir!" Ucap Belle lagi.


Mereka mulai mempersiapkan segalanya dan mengambil posisi

__ADS_1


Sebelum bermain, Rigel mengasari cara bermain dasar pada Belle sebelum mereka bermain.


" Aku bisa jika hanya bermain dasar seperti ini. Aku juga pernah mengikuti kejuaraan sewaktu sekolah, tapi aku sudah tidak bermain lagi setahun ini." Ucap Belle Alda Rigel.


Saat ini posisi mereka sangat intim sekali dimana Rigel yang memeluk tubuh Belle dari belakang untuk mengajari gadis menyebalkannya itu.


Bahkan hembusan nafas Rigel sangat terasa di pipi Belle saat ini.


" Jika seperti itu ayo bermain dengan baik. Jika kamu bisa bermain dengan baik, aku akan menentukan mu hadiah nantinya."


Cup...


Rigel mencium pipi Belle sebagai penyemangat untuk wanita itu, karena saat ini para wanita lah yang bermain lebih dulu.


Rigel duduk di kursinya sambil menatap pada Belle karena dia yakin bahwa wanita itu bisa bermain dengan baik.


Dari tempatnya saat ini, Rigel dapat melihat bahwa lawannya tengah memprovokasi Belle saat ini.


" Kau akan kalah. Aku sering bermain golf bersama kekasih ku." Ucap wanita yang mengaku sebagai kekasih dari pria yang menantang Rigel tadi.


Di memejamkan matanya saat hendak memukul bola kecil itu.


Pukulan pertama tidak terlalu buruk walau masih lebih unggul wanita itu dari nya. Tapi itu tidak membuat Belle berkecil hati.


Masih ada dua pukulan lagi yang bisa saja membuatnya menang.


" Aku lihat kekasih anda tidak terlalu buruk dalam bermain. Tapi sayang, dia kalah dari kekasih ku." Rigel hanya menatap datar pada pemandangan di depannya saat ini.


Dia tau pasti saat ini wanita itu tengah berusaha memprovokasi Belle agar gadis mengenalkannya itu kalah.


" Kita lihat dua pukulannya lagi Tuan Billy. Lagi pula wanita seperti kekasih anda itu bisa menikmati fasilitas mewah karena anda yang membiayainya. Jika kekasih ku, dia bahwa sudah terlahir dengan selimut yang terbuat dari benang emas maka aku juga akan memberikannya yang terbaik. Emas dan perak memang bisa terlihat sama, tapi bagaimana pun mereka tetap berbeda. Jadi jangan samakan kekasih ku dengan wanita simpanan anda saat ini Tuan Billy." Ucap Rigel dengan begitu santai.


Di menyesal jus jeruk miliknya tanpa ingin menatap pada Billy yang tengah memendam kekesalannya saat ini.


Billy tidak menyangka jika Rigel bisa mengatakan hal seperti itu padanya.

__ADS_1


Beruntung pukulan kedu Belle berhasil menyamakan angka di antara mereka hingga saat hendak melakukan pukulan yang ke tiga Belle malah memberikan tantangan pada wanita itu.


" Kekasih ku mengajarkan pada ku untuk bersikap sombong pada Tong kosong yang nyaring bunyinya, jadi aku melakukan apa yang selalu di ajarkannya pada ku Nona."


Bugh...


Belle melepaskan pukulan terakhirnya dan itu berhasil membuatnya menang atas wanita di depannya saat ini.


Rigel sendiri tersenyum bangga ketika Belle berhasil memberikan kemenangan bagi mereka saat ini.


" Sudah melihatnya? Apa masih ingin melanjutkan hal ini lagi?" Tanya Rigel dengan begitu sombong pada Billy yang terlihat sangat berambisi untuk mengalahkannya saat ini.


" Kita lihat saja nanti Tuan Rigel. Aku akan menggiling mobil mewah yang anda miliki tepat di depan mata anda sendiri." Rigel hanya menyunggingkan senyumannya saja lalu mengambil ponselnya saat ini.


" Anda salah karena telah menantang ku tuan Billy." Ucap Rigel lagi.


Dia masuk ke dalam area bermain mereka kali ini.


Dia benar-benar bermain dengan baik hingga point' tertinggal jauh.


" Masih ingin memaksakan diri?" Tanya Rigel dengan begitu sombong.


Dia meninggalkan lapangan golf begitu saja saat dia merasa bahwa Billy tidak akan bisa menang darinya.


" Ini hanya pukulan pertama saja anda sudah kalah. Lali bagaimana ke depannya lagi?"


" Masih ada dua pukulan lagi. Jadi jangan sombong dulu jika belum tau ke depannya bagaimana."


" Baik jika begitu, pukul lah lebih dulu. Aku ingin melihatnya." Rigel sengaja melakukan hal itu agar Billy semakin malu di buatnya dan benar saja, saat pria itu memukulnya dia sudah kalah.


" See?" Tanya Rigel dengan begitu sombong pada Billy hingga membuat pria itu langsung melemparkan kunci mobil Ferarri miliknya.


" Aku memiliki 6 buah Ferarri di rumah ku, jadi aku tidak membutuhkannya. Aku akan menghadiahkan mobil itu untuk anda saja tuan Billy. Mungkin anda lebih membutuhkannya lagi."


...πŸ’™πŸ’™πŸ’™...

__ADS_1


__ADS_2