
Seketika Tommy teringat dimana foto itu diambil. Saat itu dirinya sedang bertemu dengan kliennya disebuah restoran, yang entah mengapa saat itu klien yang bernama pak Bahar itu membawa seorang wanita yang Tommy kira adalah sekretaris dari pak Bahar.
Saat pak Bahar pamit untuk ke toilet, wanita yang dibawa pak Bahar itu memperkenalkan diri kepada Tommy. Percakapan diantara mereka memang lebih didominasi oleh Donita, dan Tommy hanya menimpali seperlunya saja.
Hingga saat wanita itu meminta foto bersamanya, Tommy mengiyakan tanpa ada curiga sama sekali. Karena saat itu yang Tommy kira Donita adalah sekretaris dari pak Bahar. Apalagi pose yang mereka ambil juga biasa saja. Hanya duduk berdua sambil tersenyum, itu pun ada jarak sedikit ditengah-tengah mereka.
Pria itu tak menduga jika dari foto itu dirinya akan menjadi obyek fitnah dari wanita itu. Dari sini Tommy mulai curiga tentang siapa sebenarnya Donita. Dan apa hubungannya wanita itu dengan pak Bahar. Sebab dari tingkahnya saat bersama pak Bahar saat itu, wanita itu sedikit lebih agresif kepadanya. Padahal awal-awal datang Tommy melihat jelas wanita itu bergelayut manja dilengan pak Bahar.
"Ah, foto biasa begini kamu jadikan umpan. Nggak mempan!" Ika melempar ponsel milik Donita secara sembarangan ke sofa disebelahnya.
"Kamu sendiri ada bukti apa kalau kamu calon istrinya dia?" Donita balik nyolot, tak terima dengan perlakuan Ika yang mulai kasar lagi.
Tommy tercengang lagi. Tepatnya ia sangat kaget saat mendengar tuduhan calon suami itu kepada Ika.
"Ada!" Ika menyahut tegas.
Kemudian gadis itu sibuk mencari sesuatu di ponselnya. Sedangkan yang lain menunggunya dengan rasa penasaran. Kejutan apa lagi yang akan Tommy dapat hari ini?
"Nih!" Ika sampai mendekatkan layar ponselnya itu tepat ke depan mata Donita. Tertulis nama Om kesayangan di sana.
Donita menghempas tangan Ika dengan kasar, tanpa begitu mempedulikan yang ditunjukkan Ika. Kemudian ponsel itu diambil oleh Alex, jadilah Resty juga ikut melihat sesuatu yang ditunjukkan Ika pada Donita.
Resty langsung ternganga tak percaya sambil menutup mulutnya dengan telapak tangannya. Tatapan matanya sesekali bergantian memandang kepada papanya dan juga Ika. Bagaimana gadis itu tak akan begitu, sebab ia melihat sendiri jika nomor telpon papanya itu Ika beri nama Om Kesayangan.
"Papa!" Resty sampai menggeleng kepala terheran-heran sendiri.
Sedangkan Alex hanya bisa terdiam. Ia tak tahu harus ikut merespon seperti apa. Kenyataan sudah jelas kalau Ika sampai begitu kepada papa mertuanya itu. Ia hanya tak habis pikir saja, jika kemudian hari Ika akan benar-benar menjadi calon ibu mertuanya. Oh no!
"Nggak nyangka kalau papa Tommy seleranya daun muda." batin Alex bermonolog.
"Tapi wajar juga sih. Wajahnya saja masih terlihat awet muda dari usianya." Alex masih berbicara sendiri dalam hati.
Tommy ikut meraih ponsel Ika yang Resty berikan padanya. Walau Ika meresponnya dengan gelengan kepala pertanda jangan, tetapi ponsel itu sudah keburu berada dalam genggaman tangan Tommy.
__ADS_1
"Ya ampun.... Malunya aku!" Ika mengumpat sesal dalam hati. Wajahnya ia alihkan ke arah lain.
"Semoga om Tommy tidak marah. Tolong aku, Tuhan...." batin Ika terus berdoa. Degup jantungnya pun seketika meletup-letup, membayangkan akan bagaimana reaksi pria itu setelah ini.
Tetapi sebenarnya Ika berharap dari kejadian ini akan ada kejelasan harus bagaimana setelah ini tentang perasaannya kepada Tommy. Semoga saja tidak bertepuk sebelah tangan, karena itu sangat menyakitkan.
Tak disangka Tommy merespon dengan senyum getirnya. Merasa geli sendiri mendapati kenyataan disukai oleh gadis yang masih seumuran dengan anaknya. Pria itu sebenarnya sudah mencium gelagat sahabat anaknya itu sudah lama, tetapi ia berusaha acuh dan terus meyakinkan diri jika prasangkanya itu tidak benar.
Setelah melihat sendiri gadis itu memberi nama seperti itu diponselnya, siapa yang tidak kaget coba?
Tommy mengatur nafasnya berulang-ulang. Diusianya yang sudah tidak muda lagi, tentu ia harus pandai menjaga diri agar tidak mudah panik maupun tegang dengan kejadian mengejutkan hari ini. Apalagi puncak masalah yang datang hari ini disebabkan oleh dua wanita muda yang akan membuat heboh seisi kantor bila hal ini tersebar keluar.
"Sekarang mari kita bicarakan baik-baik. Jelaskan apa maksud kedatangan kalian berdua kesini. Sampai membuat heboh sendiri dalam ruanganku." Tommy berujar seraya mendudukkan diri di sofa yang ada diruangan kerjanya.
Resty dan Alex turut duduk, pun demikian dengan Ika. Hanya Donita yang tetap betah berdiri ditempat, tetapi sorot matanya mulai berubah pias, takut apa yang diharapkannya tidak sesuai ekspektasinya.
"Kamu saja yang jelaskan, Res." tunjuk Tommy, begitu melihat Ika dan Donita sama-sama terdiam.
"Dia hamil." Resty menunjuk Donita dengan dagunya.
"Tapi itu tidak mungkin kan, Pa?"
"Pasti." Tommy menyahut lantang sambil menganggukkan kepala meyakinkan.
"Tapi ini anak kamu. Jangan malah lari dari tanggung jawab setelah puas menikmati tubuhku." Donita masih kekeh melanjutkan dramanya.
Tommy hanya menyeringai menanggapi tuduhan Donita yang bisa dibilang fitnah.
"Kamu jangan asal ngomong ya! Masalah ini bisa aku bawa ke ranah hukum atas dasar pencemaran nama baik." Tommy berkata cukup tenang, tetapi syarat dengan ancaman tegas darinya.
Donita terdiam seketika. Sebenarnya ia tidak begitu punya nyali untuk berbuat hal senekat ini kepada orang penting seperti Tommy. Apalah daya ia sudah buntu pikiran untuk bisa menemukan bapak tajir untuk janinnya itu.
Sedangkan untuk menggoda Alex lagi, rasanya tidak begitu seru bila dibanding dengan om-om yang sukses berkat kerja kerasnya sendiri. Kalau Alex mah masih apa? Apalagi setelah kejadian bangkrut kemarin yang menimpa keluarga Alex, dari itu Donita sedikit was was untuk merebut Alex lagi.
__ADS_1
"Sudah jelas kan, Ta?" Alex ikut bersuara, sambil beranjak mendekat kepada Donita dan langsung menarik lengannya untuk beranjak dari ruangan itu.
"Lepas, Lex!" Donita menghempas tangan Alex yang sudah menarik lengannya cukup kasar.
Alex menurut, tetapi pergerakannya sudah siaga ancang-ancang bila wanita itu akan lepas kendali dan berbuat nekat, sedang kondisinya sedang berbadan dua.
Sorot mata Donita menatap nyalang kepada Resty. Mimpinya yang melambung tinggi untuk bisa menjadi kalangan elite, yang akhirnya belum tercapai hingga sekarang, membuatnya merasa sangat iri dengan hidup Resty yang sesuai maunya.
"Awas kamu, Resty!" umpatnya tajam, lalu kemudian terpaksa pergi setelah tangannya diseret paksa oleh Alex.
"Alex! Aku nggak akan biarkan kamu bahagia dengan Resty. Camkan itu!" Donita kembali mengumpat, setelah dirinya sudah berhasil dikeluarkan oleh Alex dari ruangan itu.
Alex hanya bergeming. Sudah tidak penting meladeni wanita edan seperti Donita. Bahkan ia sangat bersyukur karena telah terlepas dan berakhir dengan Donita.
Saat Alex kembali berkumpul dengan mereka lagi, terlihat papa mertuanya itu begitu tenang sambil menatap layar ponselnya. Tak lama setelah itu senyum tipis Tommy terbit, setelah mendapati balasan pesan dari pak Bahar atas foto Donita yang ia kirim kepada pak Bahar.
"Astaga...!" Resty langsung membulatkan matanya, begitu membaca pesan dari pak Bahar mengenai Donita.
Dipesan itu pak Bahar mengaku jika Donita memanglah wanita simpanannya. Masalah kandungan itu sebenarnya pak Bahar sudah memberikan Donita uang tutup mulut. Maka dari itu pak Bahar mewanti-wanti Tommy untuk selalu waspada dengan Donita. Atau bila perlu saran pak Bahar agar Tommy mencari istri lagi agar bisa aman.
"Ada apa sih, Yang?" Alex ikutan kepo. Kemudian Resty menunjukkan pesan itu kepada Alex juga, tetapi respon pria itu biasa saja. Seperti sudah lumrah mendapati Donita yang selalu penuh kabar sensasi dalam hidupnya.
Saat keduanya sibuk membaca pesan itu, tiba-tiba Tommy berdeham cukup keras. Membuat atensi mereka terfokus padanya lagi.
"Resty, Alex, tolong tinggalkan papa sebentar. Ada yang harus papa bicarakan berdua sama Ika," ujarnya dingin.
Duh, kira-kira Tommy mau bicara apa ya sama Ika?
Bantu jawab yuk...
Sebelumnya othor mau kasi clue nih. Satu part lagi masih tentang Tommy dan Ika. Setelah itu cuss fokus tentang Resty dan Alex yang sudah otw nikah.
Tetap dukung karya othor ya... Kasi like, komentar, vote, bunga, kopi, atau sekalian promosiin juga ke teman-teman yang lain yakk...π
__ADS_1
Salam sayang dari author MAY.sπ