Terjerat Cinta Berandal Kampus

Terjerat Cinta Berandal Kampus
Eps 122


__ADS_3

"Beli apaan, banyak amat?" tanya Resty begitu Alex sudah masuk lagi ke mobil sambil membawa sekantong kresek snack ringan yang dibelinya barusan.


"Stok buat nyemil, Yang," ujarnya kalem, sambil menaruh yang dibelinya itu di jok belakang, sengaja tidak memberi Resty kesempatan untuk melihat apa saja yang dibelinya itu.


"Niat amat beli sebanyak gitu." Resty hanya menoleh sekilas ke belakang, lalu kembali fokus melihat ke depan setelah mobil itu melaju lagi menuju arah jalan pulang.


Tak lama kemudian mereka berdua akhirnya sampai di rumah lagi. Alex buru-buru mengambil kantong belanjaannya itu sebelum dibawa Resty lebih dulu. Dan Resty sendiri sama sekali tidak merasa curiga apa-apa, karena baginya mungkin itu wujud kepedulian Alex yang tak mau membuatnya kerepotan membawa belanjaannya itu.


"Sudah pulang, Mbak, Mas?" Mak Asna menyapa. Asisten rumah tangga itu memang sengaja menunggu mereka pulang karena mau menyampaikan pesan Tommy kepada mereka.


"Iya, Mak. Kok belum tidur?" tanya Resty.


"Memang sengaja nungguin Mbak sama Mas pulang," terangnya kemudian.


"Lain kali nggak usah ditungguin lagi, Mak. Mak Asna seharian ini pasti sudah lelah kan? Jadi mending istirahat saja. Resty kan sudah punya suami, berarti sudah ada yang jaga." Alex ikut berbicara sedikit jumawa dengan statusnya.


Mak Asna hanya mengangguk kecil sembari tersenyum tipis.


"Papa sudah tidur kali ya, Mak?" tanya Resty lagi, setelah meneliti ke sekitar yang cukup sepi. Sedangkan Alex beranjak sendiri menuju dapur untuk menaruh beberapa snack yang dibelinya itu.


"Tuan Tommy pergi sama nyonya muda. Katanya mau nginep diluar, jadinya Mak sengaja nunggu mbak Resty pulang mau bilang ini sama Mbak," jelasnya.


Resty hanya mengangguk paham. Setelah papanya menikah lagi, gadis itu tidak begitu kepikiran papanya mau pulang ke rumah ini atau tidak. Selagi hidup bahagia bersama istrinya itu, Resty pun juga ikut merasa bahagia.


Alex kembali lagi berkumpul dengan Resty. Setelah itu mak Asna sendiri langsung pamit kembali ke kamar. Kemudian Resty dan Alex pun juga beranjak ke kamarnya.


"Sayang, aku ambil wudhu dulu ya, setelah itu kita sholat bareng," seru Alex begitu mereka sudah berada didalam kamarnya.


Resty hanya mengangguk patuh. Kemudian gadis itu memilih duduk selonjoran di sofa sembari memainkan ponselnya selagi menunggu Alex selesai dari kamar mandi. Sedangkan Alex langsung menyimpan barang keramat yang dibelinya itu di lemari pakaiannya sambil berlagak mengambil kain sarung untuk ia gunakan sembahyang. Setelah merasa menemukan tempat yang dirasa aman olehnya, maka pria itu pun segera melesat ke kamar mandi.

__ADS_1


Rupanya tak hanya mengambil air wudhu, pria itu juga bersih-bersih badan dengan durasi cukup singkat. Lalu setelah selesai ia pun segera keluar agar Resty bisa bergantian masuk ke sana.


Ah, andai tidak ada batas rasa malu-malu kucing antara mereka, pasti akan lebih seru jika bersamaan masuk ke kamar mandi. Kapan ya saat itu tiba? Alex sedikit termenung dengan lamunannya sendiri saat menunggu Resty selesai dari kamar mandi.


Tak lama kemudian Resty keluar juga dari kamar mandi. Wajahnya terlihat lebih segar dipandang ,sepertinya gadis itu juga mandi kilat seperti yang dilakukan Alex. Sedangkan dua sajadah itu sudah membentang ditempatnya, rupanya Alex yang menyiapkannya, yang otomatis membuat perasaan Resty sedikit terenyuh mendapati kelakuan suaminya yang lumayan mengarah lebih baik untuk seorang imam keluarga.


"Ayo, Yang," ajak Alex.


Resty pun mendekat dan langsung menempati sajadah bagiannya. Empat rokaat mereka lakukan bersama dengan khusyuk, ditambah lagi dua rokaat sebagai sunnahnya setelah kewajibannya itu usai dilakukan.


Saat salam terakhir dari sholat mereka yang selesai ditunaikan, Resty langsung meraih tangan Alex untuk ia cium. Begitu adem melihat pasangan pengantin baru itu. Dan semoga saja tetap berada dalam lindungan yang kuasa, sehingga bisa kokoh dalam menjalin mahligai rumahtangga yang rentan dengan lika-liku ujian hidup. Begitulah sebagian kecil dari doa yang mereka panjatkan saat ini.


Selesai berdoa Resty melipat sajadah yang ditempatinya, tetapi tidak dengan Alex. Pria itu masih betah memandangi Resty yang terlihat sangat berbeda dengan menggunakan mukenah ditubuhnya. Rasanya ada sesuatu yang sejuk dihati kecilnya, sehingga tanpa sadar membuat pria itu tersenyum-senyum sendiri.


"Ada yang lucu?" tanya Resty, mulai tak nyaman ditatap sebegitu dalam oleh suaminya.


"Tidur yuk, Yang. Capek nih," ajak Alex dengan mulut menguap, tentunya itu hanya pura-pura.


Resty hanya bisa mengangguk kecil. Tetapi yang dirasa hatinya saat ini kembali resah tak karuan.


"Come on Resty, ini hanya tidur. Alex beneran lagi ngantuk. Jadi nggak mungkin dia akan minta jatahnya malam ini." Batin gadis itu bermonolog sendiri, mencoba membuang rasa gugupnya dengan asumsinya sendiri.


Akan tetapi Resty masih belok ke kaca riasnya, karena ia memiliki kebiasaan merawat wajah dan tubuhnya sebelum tidur. Sedangkan Alex tetap menunggu Resty dengan sabar sambil merebah di kasur bagiannya.


"Udah cantik kok," seru Alex sedikit menggoda.


Resty hanya bergeming sambil melirik kecil pada Alex lewat pantulan kaca. Disaat Resty melihatnya itu, rupanya Alex sedang memejamkan matanya. Yang Resty pikir mungkin Alex memang benar-benar kelelahan sehingga ketiduran.


"Eh, cepet amat? Baru saja ngomong udah tidur," gumam Resty sedikit heran tetapi bersyukur lebih banyak dalam hati karena merasa aman untuk malam ini.

__ADS_1


Setelah meyakini Alex tertidur semakin pulas karena sudah tidak bergerak lagi, Resty pun mulai beranjak untuk ikutan tidur di kasur bagiannya. Sejenak menghela nafas lega karena Alex tidak terjaga sedikitpun. Tetapi belum juga memejamkan matanya dengan rapat, tiba-tiba Alex merapatkan diri dengan langsung melingkarkan tangannya di pinggang Resty.


"Lama amat, sampe aku hampir ketiduran beneran," ucap Alex sambil semakin merapatkan pelukannya.


"Aku kira kamu sudah tidur?" balasnya, yang tentunya itu bukan jawaban yang sepatutnya diucapkan.


"Jadi emang sengaja nunggu aku tidur gitu?" Alex tentu protes, tetapi dengan cara mencium gemas pipi Resty dengan berulang-ulang.


"Iih... Alex. Stop! Kamu bikin aku geli..." Resty sampai tak terasa meliukkan tubuhnya akibat tak tahan menahan rasa geli karena ulah Alex.


"Habisnya kamu bikin aku gemas, Yang. Pingin aku makan malam ini," selorohnya yang seketika membuat Resty mendelik resah.


"Emang aku makanan mau dimakan?"


"Tentu bukan." Alex berpindah posisi dengan memiringkan tubuhnya dengan tangan sambil menopang kepalanya.


"Tetapi kamu istriku. Mulai saat ini hingga sampai kematian nanti yang memisahkan kita," ucapnya full dengan senyum manisnya yang terbit.


Perlahan tangan Alex mulai membelai manja di pipi Resty. Mengukir dengan jarinya pada garis wajah ayu Resty. Membuat gadis itu seketika mematung, bagai diterpa magnet kuat yang membuatnya kesulitan bergerak.


Tanpa ragu pria itu mendaratkan kecupan singkatnya di bibir ranum Resty. Tentu saja tiada sambutan apa-apa dari istrinya itu karena memang terlampau gugup yang Resty rasa saat ini.


Kedua kalinya Alex mengulangi hal yang sama, tetapi sepertinya gadis itu terlalu malu untuk ikut memainkannya.


"Kok diem aja, Yang? Nggak boleh minta malam ini ya?"


*


Nah loh... 🙄

__ADS_1


__ADS_2