Terjerat Cinta Berandal Kampus

Terjerat Cinta Berandal Kampus
Eps 166


__ADS_3

"By, kamu hamil?" tanya Tommy sesuai instingnya.


Ika mengangguk dengan riang.


"Kamu beneran hamil?" Tommy masih tidak percaya walau Ika sudah mengangguk.


"Iya, mas sayang." Wanita itu menangkup wajah Tommy dengan kedua tangannya. Sangat gemas melihat rona wajah suaminya yang terkejut bahagia.


Tommy tertawa bahagia. Sampai ia memeluk tubuh istrinya begitu erat.


"Kamu serius kan? Nggak lagi ngeprank aku kan, By?"


"Ya ampun, Mas... Buat apa aku ngeprank. Tadinya aku nggak percaya juga ketika dokter bilang aku hamil, karena kamu tahu sendiri kan bulan ini aku masih mens."


Tommy mengangguk-ngagguk mendengarkan penuturan istrinya itu.


"Kalau mens kenapa bisa hamil? Ah, kamu pasti ngeprank aku nih." Tommy memegang kedua pundak Ika.


"Ya ampun... Nggak percayaan banget." Lalu Ika menunjukkan hasil foto USG itu kepada Tommy.


Pria itu memandangnya cukup lekat. Di situ memang tertulis jika kandungan istrinya itu sudah memasuki sepuluh minggu. Dua lingkaran kecil yang ada di foto itu membuat Tommy tersenyum-senyum sendiri. Ia baru sadar jadi karena ini Ika tadi menyuruh menyapa dengan kata anak-anak.


Seketika pria itu merengkuh tubuh istrinya dalam pelukannya. Menciumi wajah istrinya dengan bertubi-tubi saking bahagianya.


"Mas, kamu bikin aku susah nafas," seru Ika saat suaminya itu tidak mau melepas pelukannya.


"Ah, maaf, By, maaf..."


Lalu Tommy melepas pelukannya tetapi kemudian beralih menciumi perut Ika.


"Hei, anak-anak papa," sapanya dengan senyumnya yang terus mengembang.


"Hai juga papa," Ika menyahut sambil menirukan suara anak kecil berbicara.


Tommy mengangkat wajahnya menatap Ika. Tersirat jelas rona kebahagiaan dari dua pasangan fenomenal itu.


"Ayo kita periksa ulang, By," ajak Tommy tiba-tiba.


"Ayo!" Ika mengangguk semangat. Menyetujui ajakan suaminya walau belum sejam yang lalu ia datang periksa ke dokter. Apalagi dokter itu tadi berpesan jika datang periksa lebih baik bersama suami.


"Tapi setelah periksa mas harus langsung pulang," pintar Ika merasa kasihan mengingat kondisi Tommy tadi yang kurang baik.


Tommy hanya mengangguk menurut. Lalu mereka berdua akhirnya keluar dari ruangan itu. Sebelum itu Tommy telah berpesan kepada sekretaris nya untuk membatalkan segala sceadhule hari ini.

__ADS_1


Dan akhirnya Ika kembali lagi datang ke rumah sakit tempat ia periksa tadi. Berhubung mereka tidak membuat janji terlebih dulu dengan dokter obgyn yang akan memeriksanya itu, maka mereka mendapatkan nomor giliran terakhir. Tetapi meski begitu keduanya tidak merasa jenuh ataupun lelah menunggu, karena teralihkan dengan kebahagiaan yang mereka rasakan saat ini.


Setelah lebih dari empat puluh menit menunggu, akhirnya tiba giliran Ika dan Tommy. Mereka berdua segera masuk ke ruangan itu.


"Selamat siang, Dokter," sapa Ika kepada dokter itu.


"Selamat si--" Wajah dokter itu tertegun sesaat.


Tak berbeda dengan Tommy yang juga tertegun menatap dokter obgyn yang Ika tadi cerita di jalan jika nanti melahirkan ingin dokter itu yang mengatasinya.


"Tommy!" sapa dokter itu dengan ekspresinya yang kaget.


Tommy hanya tersenyum getir menatap dokter itu.


"Dokter kenal suami saya?" tanya Ika, sambil bergantian menatap wajah Tommy dan dokter itu.


"Dia-- Suami kamu?" Dokter itu bertanya sambil jari tangannya menunjuk kepada Tommy.


"Iya, Dok," sahut Ika.


Beralih wanita itu menatap heran pada suaminya yang tiba-tiba terdiam setelah melihat dokter itu.


"Apa kabar, Tom?" Dokter itu mengulurkan tangannya kepada Tommy.


"Jadi kalian sudah saling kenal?" tanya Ika lagi.


"Kita dulu pernah tunangan," jelas dokter itu yang tentu membuat Ika seketika ternganga kaget.


Sedangkan Tommy seketika menghentak nafasnya dengan kasar. Apa yang di cemaskan nya akhirnya terbongkar juga seiring pengakuan dokter yang bernama Jessy itu.


"Benar, Mas?" Ika balik tanya kepada Tommy.


"Tepatnya kita pernah di jodohkan oleh orang tua," Tommy akhirnya mau membuka suara.


Ika menghembus nafasnya cukup panjang. Kabar ini tidak membuatnya merasa cemburu, karena itu hanya kisah masa lalu yang terjadi karena perjodohan.


"Aku kira kamu jadi nikah sama Sisil, Tom," ucap dokter itu lagi.


Jeddar!!!


"Astaga! Apa yang paling aku takutkan akhirnya terbongkar juga," batin Tommy resah sendiri.


Pria itu sama sekali tidak menyangka akan di pertemukan kembali dengan mantan tunangannya yang mana dulu neneknya Tommy pernah menjodohkannya dengan dokter itu. Setahu Tommy wanita bernama Jessy itu dulu mengambil kuliah hukum. Entah mengapa setelah dua puluh tahun lebih tidak bertemu lagi wanita itu sudah berprofesi sebagai dokter.

__ADS_1


Satu hal lagi yang membuatnya tiba-tiba merasa menyesal karena sudah datang ke rumah sakit ini ialah terbongkarnya kisah masa lalunya bersama Sisil karena dokter itu. Jika sudah kepalang terlanjur tahu, terus terang pria itu kebingungan mau menyikapinya seperti apa kepada istrinya setelah ini.


Sedangkan Ika yang mendengar nama Sisil di sebut tentu langsung curiga. Ia menatap lekat pada netra suaminya, menuntut untuk menjelaskan ada apa yang tidak ia ketahui darinya.


"Sisil siapa, Dokter? Apa Sisil itu dulu mantan pacarnya?" selidik Ika kepada dokter itu karena tak kunjung ada penjelasan dari suaminya.


Dokter itu menangguk. "Karena itu dia dulu menentang perjodohan kita. Sudah cinta berat sama Sisil. Eh, nggak tahunya jodohnya sama kamu," terangnya.


"Ehem!" Tommy berdeham nyaring, kentara jika memang di buat-buat.


Ika dan dokter itu sama-sama menoleh kepada Tommy.


"Apa nggak jadi periksa?" tanya Tommy.


"Sudah nggak mood!" Ika menyahut ketus.


Tetapi kemudian Ika membuka ponselnya mencari sesuatu yang akan di tunjukkan nya kepada dokter itu.


"Dokter, apakah Sisil ini yang dokter maksud?"


Ika menunjukkan foto mereka saat acara resepsi pernikahan Alex dan Resty.


"Iya, Sisil ini mantan pacar suami kamu dulu," jawab dokter itu.


Seketika Ika mematikan ponselnya dan memasukkan ke dalam tasnya. Setelah itu ia beranjak dari tempat duduknya, tetapi Tommy dengan sigap mencegahnya untuk tidak pergi dari tempat.


"Aku mau pulang, Mas," sentak Ika kepada Tommy.


"Tunggu biar aku jelaskan, By." Tommy mencekal pergelangan tangan Ika agar istrinya itu menurut untuk duduk lagi.


"Jelaskan apa? Mau jelaskan kalau kisah kalian berakhir menjadi besan?"


"Ya, akhirnya memang seperti itu. Tetapi kamu tidak patut cemburu hanya karena masa lalu kami."


"Aku nggak cemburu, cuma aku kecewa. Kenapa kamu menutupinya selama ini dari aku? Bahkan kamu dengan santainya besanan dengan dia. Apa ini kesepakatan kalian dulu kalau tidak jadi berjodoh maka kalian akan menikahkan anak kalian?"


"Aduh, maaf... maaf... Tolong jangan berdebat lagi. Aku minta maaf, Tom, kalau karena aku kalian berantem," sesal Jessy melihat Tommy dan Ika berdebat di depannya.


Tommy melirik entah kepada Jessy. Ia tidak mau menyalahkan wanita itu yang menjadi pemicunya. Mungkin sudah saatnya apa yang semestinya di simpan akan terbongkar juga.


Lalu setelah itu Ika keluar dari ruangan itu, tak jadi untuk memeriksa ksndungannya lagi.


*

__ADS_1


Notes: Kisah Tommy dan Jessy ada di novel othor yang berjudul LOVE OF AURORA.


__ADS_2