Terjerat Cinta Berandal Kampus

Terjerat Cinta Berandal Kampus
Eps 38


__ADS_3

Siang ini Alex berangkat ke kampus masih dengan menaiki ojol. Memang sebelumnya ia sudah ditawari tantenya untuk mengantarnya, tetapi pria itu langsung menolak dengan tegas. Alasannya sudah pasti karena tidak mau merepotkan. Sedangkan om nya sudah berangkat lebih pagi ke kantor guna menghadiri meeting penting yang tidak bisa diwakilkan.


Dengan menggunakan jasa ojol sudah pasti Alex lebih lekas sampai ke kampus. Satu orang yang sangat ingin ia temui hari ini. Siapa lagi kalau bukan Resty. Gadis cantik yang semalam suntuk tak mau enyah dari pikirannya yang sedang sedih.


Bahkan dengan ketiga temannya sendiri pria itu sudah jarang berkumpul bersama. Bukan ingin menjaga jarak, hanya tiba tiba saja terbesit rasa aneh sendiri tiap mengingat kelakuannya yang memang unfaedah selama ini.


Apalagi setelah kejadian yang menimpa keluarganya, tentu membuatnya semakin tersadar untuk bisa merubah diri agar menjadi lebih baik. Disaat sudah tidak ada lagi yang bisa diandalkan, mengapa tidak lantas mencoba menjadi orang yang bisa diandalkan dan tentu yang juga bisa berguna untuk sesama.


Alex menapaki setiap langkahnya dengan yakin. Apalagi setelah kini ia sudah tidak terikat hubungan dengan Donita, ia pun bertambah percaya diri untuk mendekati Resty. Bahkan ucapan papanya Resty beberapa hari yang lalu sudah ia abaikan. Selagi janur kuning belum melengkung, apa salahnya ia mencoba memberitahu perasaannya itu. Diterima pasti senang dan bersyukur, tidak diterima pun paling tidak sudah pernah mengungkapkan.


Hingga sampai pada ia menemukan gadis yang dicarinya tengah duduk santai di taman sebelah perpustakaan, ia bertambah yakin untuk mendekatinya saat ini. Masalah Ika yang juga sedang bersamanya itu bukan apa-apa. Bukankah jika ingin memikat hati seseorang juga harus baik-baikin temannya juga. Meski Ika sendiri terlampau ketus bila berjumpa dengannya.


"Hai, Resty." sapanya langsung ikut duduk diatas rumput itu dengan tanpa permisi sebelumnya.


"Hai..." balasnya, dengan ekspresi sedikit kaget mendapati Alex yang turut nongkrong bersamanya. Tumben?


"Mau ngapain?" tanya Ika, sudah pasti wajahnya langsung berubah jutek.


"Mau ngobrol berdua sama Resty." sahut Alex tak kalah ketus, sudah lupa dengan niat awal yang harus baik juga dengan Ika andai ingin mendapatkan dukungan tambahan.


"Cih!" Ika berdecih kesal. Lengkap dengan mulutnya yang mulai mencibir sebal.


"Ka, bisa pergi dulu nggak?" Alex langsung mengusirnya begitu yakin.


"Hah?" Gadis itu seketika melotot terperangah.


"Ada apa, Lex? Mau ngobrol masalah apa?" tanya Resty, dengan suara lembutnya yang membuat pria itu bertambah terenyuh terlena.


Pria itu tak langsung menjawab. Sorot matanya memberi kode keras kepada Ika agar lekas pergi dari sekitarnya.


Tapi yang ada Ika tetap tak gencar. Ia semakin bertahan ingin tetap berada disana, walau tatapan pria itu sudah semakin aneh menurutnya.


"Bicara saja, Lex. Penting banget ya?" Resty turut penasaran kepada maksud pria itu.


"Penting sekali." sahutnya mulai menyerah.


Kening Resty berkerut tipis, menunggu pria itu mengatakan apa yang menurutnya penting itu.

__ADS_1


"Gimana ngomongnya ya?" Alex mulai menggaruk-garuk tengkuknya sendiri.


Pengalaman mengungkapkan rasa cinta ini masih perdana, sebab selama ini ia memang tidak pernah sekali nembak cewek manapun. Pacaran dengan Donita saja itu karena Donita dulu yang meminta.


"Kalau masih bingung berarti itu tidak penting." seloroh Ika.


"Resty, aku suka sama kamu."


Tiba tiba saja ucapan itu keluar begitu mulus dari mulut Alex. Tak ada angin tak ada hujan, bagai tak ada beban sama sekali, pria yang dikenal sebagai ketua geng The Fly itu kini tengah menyatakan rasa sukanya kepada Resty.


Deg.


Bagai terkena hentaman batu besar tatkala Resty mendengar pengakuan pria itu. Kedua matanya masih berani bertatap dengan Alex, mencoba mencari adakah keseriusan itu disana. Jangan-jangan ini hanya ngeprank saja?


Dug dug dug dug


Getar jantung Alex berdetak lebih cepat. Mulutnya berkata dengan begitu lancar, tetapi sebenarnya jantungnya sudah terasa mau lepas dari tempatnya.


Biarlah nasibnya setelah ini mau bagaimana. Akan senang karena perasaannya terbalas, atau malah hanya menambah malu dalam cerita pengalaman pertamanya ini.


Lain Resty, lain juga dengan Ika. Meski sebenarnya ia juga tak kalah kaget saat mendengarnya, tetapi sisi hati lainnya tidak begitu menganggap serius ucapan yang keluar dari Alex itu.


"Gimana, Res?" tanya Alex. Ia tahu kalau Resty pasti kaget dengan ungkapannya itu.


"Kamu kan sudah ada Donita?" ucap Resty, masih beranggapan jika Alex dan Donita masih pacaran.


Senyum getir itu sedikit tertarik dari sudut bibir Alex. Wajar saja jika belum banyak yang tahu kalau hubungan mereka sudah berakhir, sebab putusnya itu memang baru kemarin sore.


"Aku sudah putus sama dia." akunya kemudian.


"Apa?" bukannya Resty yang terkaget, melainkan Ika yang bereaksi tak percaya.


"Sejak kapan?" tanya Resty penasaran.


"Duh, masa iya aku mau bilang baru kemarin sore putusnya? Entar yang ada aku dianggap cowok apaan coba?" batin Alex mulai berpikir sendiri.


"Sebenarnya dari dulu aku sama dia sudah tidak ada kecocokan. Cuma--"

__ADS_1


Bicara Alex sedikit terjeda setelah Ika menunjukkan sesuatu melalui ponsel pintarnya kepada Resty.


Ika memang sengaja mencari tahu kebenaran itu lewat sosial medianya Donita. Wanita model yang selalu update info terbaru itu pasti juga akan mengunggah postingan terbarunya mengenai yang dikatakan Alex itu.


"Beneran sudah putus, Res. Nih lihat, Donita sudah menghapus semua fotonya sama Alex." tuturnya, tentu sambil berbisik kepada Resty.


Resty tak terlalu menanggapi berita itu. Baginya itu tidak begitu penting selain dengan hatinya yang tiba tiba merasa galau sendiri. Antara mengabaikan ungkapan Alex, sedang semalam saja pria itu terus menghantui pikirannya hingga membuatnya kesulitan tidur. Atau lebih baik memilih pria pilihan papanya itu saja.


"Ehem!" Alex berdeham dibuat keras, hingga membuat atensi keduanya kembali bertautan.


"Aku nggak minta kamu jawab sekarang. Kamu bisa pikir pikir dulu, Res." ungkap Alex. Ia memang tak mau terkesan memaksa gadis itu membalas perasaannya.


"Kalau aku maunya jawab sekarang?"


"Boleh lah." Alex berbinar bercampur gelisah.


"Kalau aku tidak bisa menerimamu bagaimana?"


Deg.


Aaaaarrrrggh........


Semoga diterima dong? Masa ditolak?


Batin Alex mulai bermonolog sendiri. Dengan ancaman yang berbunyi harus diterima, tidak pakai tidak. Nasib keluarganya saja sudah menyedihkan, masa akan ditambah dengan urusan hati yang mengenaskan.


"Gimana, Lex?" Resty kembali bertanya.


"Pertanyaannya jangan yang kayak gitu, bisa nggak? Soalnya aku nggak bisa jawabnya. Sumpah, Res... Aku beneran sudah lama suka sama kamu. Awal bertemu saat kamu kenalin diri didepan kelas."


"Jadi dia menyukaiku sejak saat dia masih pacaran sama Donita?" batin Resty berbicara.


"Berarti sebelumnya kamu menduakan hati dong?"


"Trus gimana ceritanya kacung kacungmu itu sering mengganggu Resty? Apa iya mereka nggak tahu kalau selama ini kamu suka sama Resty?"


Fix! Semua pertanyaan Ika cukup menjadi perwakilan dari pertanyaan Resty juga kepada Alex.

__ADS_1


*


__ADS_2