Terjerat Cinta Berandal Kampus

Terjerat Cinta Berandal Kampus
Eps 129


__ADS_3

Sesuai permintaan Alex, usai kelas mereka mampir ke rumah mama Sisil. Hari masih belum genap jam tiga sore saat mereka tiba di rumah itu. Bibi Siti langsung menyambut kedatangan mereka dengan begitu antusias membuatkan makanan spesial sebagai menu makan malam nanti.


Keadaan di rumah itu terlihat sepi. Papa Kenzo selalu pulang agak petang dari kantor. Sedangkan Sisil keluar rumah siang tadi untuk acara arisan bersama teman-teman sejawatnya.


Kedua orangtua Alex itu tidak ada yang tahu jika hari ini Alex pulang, karena memang pria itu sengaja tidak memberinya kabar. Seandainya mereka tahu, pastilah salah satu dari mereka menyempatkan pulang cepat dari kegiatannya itu.


"Yang, aku mandi dulu, gerah nih," seru Resty saat mereka berdua sudah berada di kamar Alex.


Pria itu mengangguk, sambil lalu merebahkan diri dengan kedua tangan membentang lebar diatas kasurnya. Baru sehari pria itu meninggalkan kamarnya rasanya ada perasaan yang entah saat kembali dikamarnya.


"Eh, kok nggak jadi mandi, Yang?" Alex langsung beranjak duduk begitu melihat Resty keluar lagi dari kamar mandi.


"Lupa bawa baju ganti tadi," Resty ikut duduk ditepian ranjang itu.


"Pake kaos punyaku aja entar. Aku ada kok kaos kekecilan, belum pernah dipakai. Dulu beli online, tapi yang datang ukurannya malah nggak sesuai."


Lalu pria itu beranjak menuju lemari pakaiannya, mencari-cari kaos yang dimaksudnya itu. Begitu ditemukan pria itu segera memberikannya kepada Resty.


"Ini, Yang."


Resty langsung menerimanya tanpa mau tahu seberapa kecil ukuran yang dimaksud Alex itu. Yang penting sekarang ada baju ganti saja sudah syukur. Badannya terasa begitu lengket membuatnya ingin segera mengguyurnya dengan air dingin. Tanpa mengulur lagi Resty pun kemudian beranjak ke kamar mandi lagi.


"Yang, pintunya jangan dikunci loh," ucap Alex yang seketika membuat Resty langsung balik badan dengan tatapannya yang mulai was was.


"Kuncinya suka nggak fungsi. Masih nggak sempat aku betulin," jelasnya, tetapi Resty masih tak kunjung masuk ke kamar mandi, masih meneliti tatapan mata suaminya yang cukup meresahkan.


"Loh, kok nggak masuk? Nggak jadi mandi? Atau apa mau mandi bareng aja pasti seru nih," ucapnya yang seketika membuat bola mata Resty membulat.


"Eh, jangan macem-macem ya?" ancam Resty.


"Salah gitu mandi bareng?" Alex sengaja mendekat kepada Resty. Wanita itu mundur perlahan sambil mengapit kaos yang dipegangnya dengan erat.


"Kamu kok kayak ketakutan gitu sama aku?"

__ADS_1


"Kamu tuh meresahkan! Aku nggak suka!"


Alex terkekeh kecil. Pria itu menghentikan langkahnya saat Resty sudah mentok menempel di dinding.


"Siapa yang meresahkan? Jangan mesum dulu, Sayang. Entar aku mesumin beneran kamunya jerit-jerit."


"Tuh kan?" Resty menimpuk lengan Alex dengan kaos yang dipegangnya.


"Sudah mandi sana. Aku juga mau mandi, tapi numpang di kamar mandinya mama saja. Disini diajak mandi bareng nggak mau."


Tetiba Alex membelok ke arah lemari tempat penyimpanan handuk bersih. Ia mengambilnya dua handuk, satu untuk Resty dan satunya ia sampirkan dibahunya.


Tanpa mengucap kata apa-apa lagi pria itu segera melesat keluar kamar. Resty pikir suaminya itu memang akan numpang mandi di kamar mamanya. Dan ia pun akhirnya bernafas lega melihat kepergiannya. Setidaknya saat ini lolos dari kemesuman suaminya itu. Lalu Resty pun bisa masuk ke kamar mandi dengan perasaan yang kembali tenang.


Saat tangannya masih memegang handle pintu kamar mandinya, mendadak ia teringat pesan Alex. Sejujurnya ia ingin mengunci pintu itu agar nanti didalam sana bisa mandi dengan tenang. Tetapi mengingat pesan si empunya rumah berkata kunci pintunya rusak, maka tidak lucu juga kan kalau nantinya akan terkurung didalam kamar mandi itu.


Perlahan Resty mulai menanggalkan apa-apa yang menempel di tubuhnya. Hingga setelah polos sempurna, barulah wanita itu mengguyur tubuhnya menggunakan shower. Rasanya begitu adem dan sejuk. Membuat Resty merasa betah berlama-lama berada di situ.


Tetapi apa yang disangka Resty mengenai suaminya sungguh diluar ekspektasi. Rupanya pria itu tidak benar-benar numpang mandi di kamar mamanya, tetapi sedari tadi hanya berdiri didepan kamar sambil menghitung waktu yang pas untuk masuk lagi ke kamarnya.


Lalu tanpa mengulur waktu lagi pria itu segera masuk lagi ke kamarnya. Samar-samar ia mendengar bunyi kucuran air dari dalam kamar mandinya, pertanda istrinya itu masih belum selesai dengan kegiatannya di sana.


Dengan langkah cepat pria itu beranjak ke kamar mandi. Memutar handle pintu itu dengan perlahan, lalu tetap masuk ke dalam sana begitu istrinya itu belum menyadari kedatangannya.


Segera ia melepas kaos dan celananya untuk kemudian menyusul istrinya yang masih asyik bermain air di shower itu. Kemudian perlahan-lahan mengendap masuk dibilik shower itu, lalu segera memeluk erat tubuh polos Resty dari arah belakang.


"Eh!"


Sudah tentu Resty terjengkit kaget mendapati serangan mendadak dari suaminya seperti itu.


"Kenapa kamu kesini?" tanyanya masih tetap memunggungi Alex.


"Mau mandi bareng kamu," balas Alex santai sekali.

__ADS_1


"Tadi kamu bilang mau mandi di kamar mama? Duh, baru nyadar kalau kamu bohongin aku. Iya kan?"


"Kamar mama dikunci, mana bisa aku masuk," jelasnya lagi, yang tentu itu adalah kebohongan yang sengaja Alex rencanakan demi kelancaran maksud hatinya.


"Sini, Yang, aku bantu gosok punggungmu." tanpa menunggu persetujuan Resty, tangan Alex sudah berkeliaran kemana-mana.


Semakin memeluknya dengan erat. Bahkan mulut Resty seketika berdesis kecil saat dengan sengaja Alex meremmas buah kenyalnya.


"Kalau begini bukan bantu gosok namanya?" Resty sengaja memegang tangan Alex yang masih betah memainkan buah kenyal miliknya.


"Memijit seperti ini lebih menyenangkan dari pada menggosok punggung," seru Alex. Nada suaranya sudah berubah sedikit berat dan parau, membuat Resty seketika berdesir entah pada sekujur tubuhnya.


Alex sengaja memutar tubuh Resty hingga akhirnya mereka saling berhadapan. Dan langsung menghujani bibir ranum itu dengan lumatannya yang aduhai, berasa lebih hot bila dilakukan ditempat basah-basah.


Resty melenguh sesaat dikala merasa butuh mengambil nafasnya yang tersengal. Alex melepasnya, tetapi tatapan matanya kali ini sudah berubah. Seperti telah dikuasai kabut gairah pada dirinya, sehingga kembali menyesap nikmat pada bibir Resty dengan permainan yang sudah naik level.


Pria itu mengabsen semua pada tubuh Resty dengan bibirnya. Berhenti tepat pada tempat favoritnya, yaitu menjadi bayi gede. Dan Resty sendiri hanya bisa pasrah mendapati serangan mendadak dari suaminya itu. Karena jujur semua itu terlalu nikmat untuk ia tolak.


Begitu sudah puas melakukan pemanasan sebelum memasuki lembah kenikmatan, mereka lagi-lagi saling beradu pandang.


"Seriusan mau disini?"


Alex hanya mengangguk. Ciuman nakalnya kembali mendarat di bibir Resty, tetapi segera Resty mendorongnya lagi.


"Sudah pake pengaman belum?" Resty bertanya lagi.


"Udah kepalang basah gini, Yang. Satu kali tanpa itu nggak mungkin langsung jadi kecebong kan?"


"Tapi aku--"


"Kamu cukup menikmati saja. Nanti bedakan sendiri, lebih enak mana pake itu apa tidak?"


Hadduuuh....

__ADS_1


Bersambung dulu gaes😁✌


__ADS_2