Terjerat Cinta Berandal Kampus

Terjerat Cinta Berandal Kampus
Eps 151


__ADS_3

Alex dan Resty tiba di rumah saat jam menunjukkan pukul delapan malam. Mereka yang memang belum sempat makan malam diluar, sengaja membeli makanan diluar tadi yang sesuai dengan permintaan Resty tentunya.


Sate kambing lengkap dengan lontong sayur, tak lupa rujak manis juga dibeli oleh Resty. Sepertinya kali ini makanan rujak manis akan menjadi makanan wajib bagi Resty.


Mereka berdua menikmati makanannya itu hingga bersih tak tersisa. Beruntungnya saat ini Resty tidak merasa mual lagi. Seperti sudah baik-baik saja. Dan hal itu tentunya membuat Alex bisa bernafas lega. Karena menganggap istrinya itu telah benar-benar sembuh dan tak perlu periksa lagi ke dokter.


Waktu merambat naik semakin malam. Mereka berdua memutuskan untuk segera kembali ke kamar.


"Mandi bareng yuk, Yang?" ajak Alex tiba-tiba saja.


Resty hanya melirik curiga.


"Biar irit waktu. Biar bisa cepat tidur," ucap Alex, tapi tak membuat kecurigaan Resty luntur seketika.


Alex mendekat kepada Resty yang masih tetap duduk di tepian ranjangnya. Lalu pria itu ikut duduk disebelahnya.


"Jangan natap gitu lah. Berasa aku kayak orang yang mencurigakan saja," seru Alex sambil membelai mahkota istrinya yang tergerai.


"Emang mencurigakan!" sahut Resty ketika tiba-tiba tangan pria itu turun mendarat di pahanya.


"Nggak boleh ya?" Sorot mata Alex mulai mengerling.


"Tuh kan?" Resty menatapnya resah.


Padahal pergulatan penyatuan tubuh sudah sering mereka lakukan. Tapi entah mengapa hingga sampai sekarang Resty selalu merasa berdegup resah tiap kali suaminya itu meminta jatah.


Bukan karena tidak puas atau pun malas. Ulah suaminya yang selalu diluar dugaan dan selalu bisa membuatnya terbang melayang. Itulah yang membuat Resty selalu dihinggapi rasa gugup bercampur malu. Ia memang masih tidak begitu pandai mengimbangi perlakuan Alex. Tetapi suaminya itu seperti sudah pakarnya saja. Selalu bisa membuat istrinya mendessah panjang dan menggelinjang berulang-ulang.


"Sayang, kangen nih..."


Alex semakin menghimpit tubuh Resty. Memang semenjak malam resepsi itu, mereka belum ninuninu lagi.


Resty terdiam. Pun ia membiarkan saja saat suaminya itu perlahan mulai membuka kancing teratas bajunya. Mendapati respon Resty yang membuka jalan, pria itu mulai mencondongkan wajahnya. Menyesap bibir ranum itu dengan lumatannya yang lembut.


Kegiatan pertukaran saliva itu semakin hot mana kala Resty menyambutnya dengan nakal. Tak sampai di situ, Resty mencoba menjelajahi pada area lain milik suaminya. Ceruk leher Alex kali ini menjadi pusat permainan Resty. Tanpa ia sadari ternyata wanita itu telah membuat banyak tanda kepemilikan di sana.


"Sayang..." Resty menghentikan sejenak aksinya.


"Hem," suara Alex sudah mulai berat. Pertanda libido tubuhnya semakin meningkat.


Bukannya menyahut, Resty malah meraih ponselnya di atas nakas disampingnya. Lalu wanita itu mengarahkan kamera ponselnya pada leher Alex dan mengambil gambarnya begitu saja.

__ADS_1


"Apaan sih?"


Alex mulai kepo dan lantas mengambil hape yang dipegang Resty.


Resty hanya terkekeh saat suaminya itu memandangi hasil tangkapan gambarnya.


"Maaf, Sayang," ucap Resty sambil mengusap-usap pada leher suaminya.


Alex meletakkan ponsel itu diatas nakas lagi. Menatap nakal pada istrinya yang mulai sedikit berani membuatnya mengerang nikmat tadi.


"Mm... Tanggungjawab!"


Alex merubuhkan tubuh istrinya di ranjang. Pria itu sudah mengungkung tubuh Resty.


"Tanggungjawab apa?" Resty bertanya pura-pura tak paham.


Pria itu hanya tersenyum devil. Istrinya itu begitu menggemaskan menurutnya. Tak mengulur waktu lagi-lagi Alex menghujani wajah istrinya dengan ciumannya yang sudah naik level bertambah brutal.


"Sayang..." Resty mendorong tubuh Alex. Deru nafasnya mulai tersengal-sengal. Kehabisan oksigen setelah dibungkam oleh mulut Alex.


"Kita harus mandi dulu," ucap Resty yang seketika Alex langsung menggeleng kepala.


"No, Sayang!" tolak Alex.


Alex membungkam bibir Resty dengan ciumannya lagi. Pria itu lantas mengangkat tubuh Resty agar duduk diatas tubuhnya.


"Aku minta tanggungjawab, Yang," seru Alex lagi.


Resty hanya terdiam sambil menikmati wajah Alex yang sudah on maksimal.


Merasa istrinya itu terlalu pasif, maka Alex beranjak duduk, masih sambil memangku tubuh Resty dalam pangkuannya.


Perlahan pria itu mulai melucuti satu persatu kain yang melekat ditubuh Resty. Begitu pakaian atasnya terbuka sempurna, bergantian Alex yang melepas kaosnya.


Ciuman itu kembali mendarat pada tubuh setengah polos Resty. Seperti sangat rakus dan lapar, hingga benar-benar maksimal memperagakan diri menjadi baby yang kehausan. Tak cukup di situ, Alex pelan-pelan mulai melepas kain penghalang pada bagian bawah tubuh Resty. Dan tak butuh waktu lama, wanita itu kini telah benar-benar polos sempurna.


Bergantian Alex juga mulai melepas kain celananya. Jadilah sesuatu yang menegang itu terpajang didepan mata. Beralih Alex merubah posisi lagi agar Resty kembali berada diatas tubuhnya. Setelah itu pria itu hanya menyeringai puas. Menatap keindahan tubuh istrinya itu secara maksimal.


"Sayang," sapa Alex lagi.


"Hem," Resty hanya bergumam, tetapi gerakan tangannya mulai meraba-raba pada dada bidang suaminya.

__ADS_1


"Cantik! Sekssi!" seru Alex lagi dengan sorot matanya yang sangat berbinar.


"Apaan sih! Udah biasa lihatnya kan?"


Rona pipi Resty seketika memerah. Suaminya itu seperti selalu tak bosan menggoda bila dirinya sedang di posisi seperti ini.


"Boleh aku minta sesuatu?" tanya Alex kemudian.


"Apa?"


"Woman on the top!"


"What??"


"Ayolah...."


Resty masih berpikir sejenak. Ia tak begitu yakin jika harus menjadi pemimpin dalam urusan bercinta. Tetapi apa salahnya dicoba, iya kan?


"Tapi kalau nanti nggak enak gimana?" tanya Resty polos sekali.


Alex hanya terkekeh kecil mendengar celotehan istrinya itu.


"Belum dicoba udah takut nggak enak. Aku masukin ya, Yang?"


Tanpa menunggu persetujuan Resty, pria itu mulai mengarahkan pusaka miliknya pada lubang kenikmatan. Begitu tertancap sempurna...


Aaaaaaahhh.......


Dan, berhenti di sini saja. Othor rasa readers sudah paham bagaimana selanjutnya. Hehe....


Oke! Skip ya...


Kumandang adzan subuh baru saja berbunyi dari alarm hape milik Resty. Wanita itu segera meraih ponselnya yang tergeletak diatas nakas kemudian mematikannya.


Resty tak segera bangun dari tidurnya, masih merasa agak remuk pada sebagian tubuhnya akibat pergulatan semalam. Apalagi yang dirasakan pada bagian intinya saat ini, masih sering ngilu, tapi nikmat dan tidak kapok untuk mengulanginya lagi dan lagi.


Tetapi saat merasa perutnya tiba-tiba bergejolak lagi, buru-buru wanita itu bangun dan kemudian beranjak ke kamar mandi. Kesekian kalinya Resty memuntahkan semua isi perutnya di pagi hari. Dan hal ini membuatnya semakin yakin jika dirinya sedang mengandung. Karena jika ini murni karena penyakit, tentu rasa mualnya itu tidak akan berjeda.


Resty teringat jika kemarin ia membeli testpack. Mungkin saat inilah Resty harus mencobanya. Apalagi katanya benda itu akan bekerja maksimal bila digunakan pada urine yang keluar di pagi hari.


Saat wanita itu akan keluar dari kamar mandinya, rupanya Alex juga akan masuk ke kamar mandi demi menanyakan bagaimana keadaan istrinya itu. Karena Alex sendiri terbangun setelah mendengar suara Resty yang muntah-muntah.

__ADS_1


"Mual lagi, Yang?"


*


__ADS_2