
πππ
Kulit kelir koneng cangkang cau...
Huntuna bodas tipung tarigu...
Biwir beureum-beureum jawer hayam...
Panon coklat kopi susu...
Ngan naha atuh bet dimumurah...
Gebleg hirup daek jadi runtah...
Ulah bangga bisa gunta-ganti jalu...
Komo jeung poho dibaju....
πππ
"Bhaa.... Ha... Ha...."
Ika terus saja tertawa sampai terpingkal geli melihat Alex berkaraoke dengan aksinya yang sangat kocak. Terlebih Ika yang dengan sengaja merekam aksi Alex itu lalu mengunggahnya ke laman instagram miliknya.
"Suami kamu konyol banget! Gila! Hahaha...," ucap Ika saat sudah lelah menahan perutnya yang sakit efek terpingkal-pingkal sendiri, memilih duduk di sofa bersama Resty.
"Biarin aja lah," balas Resty santai.
Lalu duo bestie itu menikmati cemilan yang mereka pesan. Dan Alex sendiri masih lanjut karaokean dengan lagu-lagu yang cukup viral belakangan ini.
"Eh, suami kamu nyanyinya kayak menghayati banget. Emang ngerti artinya nggak sih?"
Resty hanya menggeleng. Sesekali kekehan kecilnya terbit disaat melihat suaminya itu berlagak sangat lebay menurutnya.
Ika menepuk lengan Resty. Mendadak wajahnya berubah jadi serius.
"Jadi ingat Donita lagi," seru Ika kemudian.
Resty hanya merotasi bola matanya jengah. Terlihat jelas jika sebenarnya Resty tak mau membahas wanita itu lagi. Apalah daya Ika mengajaknya bicara, mau tidak mau harus mendengarkan walau sejujurnya sudah hilang minat.
"Kira-kira ada berapa orang coba yang pernah ONS sama dia? Sampe-sampe semua orang diaku sebagai bapak jabang bayinya. Pertama Alex, lalu mas Tommy, terakhir yang ku dengar yang namanya pak Bahar itu. Duh... Amit-amit.... Amit-amit..."
Wajar saja jika Ika kepo. Sebab sebelum ini Donita sempat terlibat skandal dengan pria pengusaha yang bernama pak Bahar. Tetapi kali ini lebih dikejutkan dengan kenyataan yang dilihatnya barusan. Jika melihat dari gelagat Donita dengan papanya Varo itu, sepertinya mereka berdua sedang dibutakan dengan hubungan cinta terlarang.
"Sudah lah! Nggak usah bahas itu lagi." Resty langsung memutus pembahasan itu cukup disini. Titik!
__ADS_1
Dan Ika hanya bisa mendengus saja. Salah ia juga membahas wanita mantan pacar suami Resty. Siapa yang tidak jengah bin malas coba?
Keseruan mereka mendadak terganggu oleh panggilan telpon masuk di hape Resty dari papanya.
"Papa!" Resty langsung menoel lengan Ika, memberitahunya kalau papanya sedang menelpon.
"Tumben?" Resty tak segera menjawab telponnya. Menurutnya agak aneh papanya itu menelponnya pada saat jam sibuknya bekerja.
Ika hanya menghedikkan kedua bahunya. Sebenarnya ia sendiri juga penasaran ada apa suaminya itu menelpon Resty saat ini. Demi amannya mereka dari cercaan Tommy jika mereka saat ini sedang have fun di ruang karaoke, maka Ika pun menyuruh Alex untuk menyudahi aksi karaokenya itu.
Saat suasana sudah kembali tenang, segera Resty menggeser tombol hijau itu untuk kemudian menjawab panggilan telpon dari papanya.
"Lagi dimana, Sayang?" Tommy langsung bertanya.
"Mm, di-- di--" Resty melirik Ika untuk membantunya mencari jawaban. Mendadak otaknya langsung lemmot untuk mencari alasan pas kepada papanya.
"Kamu sama Alex?" Tommy bertanya lagi.
"Iya," sahutnya.
"Apa mama Ika juga sama kamu?"
Resty melirik Ika lagi.
"Eh, iya. Ada, Pa."
"Oke!" Langsung saja Tommy menyudahi panggilannya.
"Eh, langsung dimatiin?" Resty memberitahu Ika.
"Ada apaan sih?" Alex yang tak paham apa-apa mulai bertanya kepo.
Belum juga Resty atau pun Ika menjawab, giliran ponsel Ika yang berdering.
"Papa kamu telpon." Alih-alih segera menjawab telpon suaminya, Ika malah memberitahu Resty terlebih dahulu.
Beginilah jika sedang melakukan kesalahan tersembunyi. Datang berkunjung ke tempat karaoke sebelumnya Ika tidak meminta ijin dulu kepada suaminya itu. Seakan lupa sejenak jika ia telah memiliki suami. Membuatnya jadi gugup sendiri akhirnya.
Karena Ika tak kunjung menjawab telponnya, Tommy pun mengirim sebuah foto hasil tangkapan layar dari story yang diunggah Ika tadi.
Seketika wanita itu membulatkan kedua matanya, saat membaca pesan yang ditulis suaminya itu.
[ Pulang sekarang. Atau aku yang tidak pulang.]
Begitulah pesan singkat bernada ancaman yang dikirim Tommy kepada Ika.
__ADS_1
"Duh, kena deh!" Ika menepuk jidatnya sendiri.
Lalu segera wanita itu keluar dari ruangan itu untuk menelpon balik suaminya. Mencari tempat tersembunyi seperti toilet mungkin, adalah tempat yang paling aman menurutnya. Antisipasi jika kena omel oleh suaminya, kemungkinan kecil orang-orang tidak akan tahu.
"Dia kenapa sih, Yang?" Alex masih penasaran saat melihat Ika tiba-tiba pergi tanpa pamit.
"Lagi ditelpon papa," sahut Resty apa adanya.
"Ooh..." Tetapi respon Alex hanya ber-oh saja. Lalu kemudian berdiri lagi dari tempatnya untuk kembali berkaraoke sesuka hati sepuasnya.
Dan Resty hanya bisa menggeleng-geleng kepala menyaksikannya. Suaminya itu memang sedang mode kumat menurutnya. Ampun deh!
"Assalamu'alaikum, Mas," sapa Ika bersuara lembut saat telponnya itu dijawab oleh Tommy.
"Hem, wa'alaikum salam." Tommy menyahut malas.
"Mas Tommy lagi ngapain? Nggak kerja?" Sungguh basa-basi sekali. Padahal sudah tahu kalau baru saja mereka saling berkirim pesan.
"Barusan kerja, tapi sekarang tidak." Tommy menyahut ketus.
Ika kehabisan kata-kata untuk melanjutkan obrolannya. Dari nada suara suaminya saja sudah bisa ditebak jika sedang kesal kepadanya. Mendadak ia jadi parno sendiri. Takut-takut suaminya itu akan berlama-lama balik pulang karena sedang malas bertemu dengannya lagi.
"Mas Tommy kapan pulang?" tanya Ika akhirnya. Karena kedatangan suaminya itu yang memang ia tunggu-tunggu.
"Secepatnya. Kalau urusan disini bisa cepat selesai," jawabnya masih bernada ketus.
"What!!! Jawaban apaan tuh? Masa iya nggak kangen gitu sama aku? Aaaah... Mas Tommy nyebelin!" Sayangnya ucapan ini hanya suara hati Ika saja.
"Cepat pulang ya, Mas. Aku kangen," seru Ika sejujurnya, sedalam-dalam perasaan yang ia rasa saat ini.
"Hem," Dan Tommy hanya bergumam lagi. Sengaja tidak merespon balik seruan kangen dari istrinya, walau sejujurnya dirinya lah yang paling tersiksa menahan rindu seorang diri.
Mendadak Ika menutup panggilan telponnya. Ia jadi dibuat gemas oleh sikap suaminya yang seperti tidak ada tanda-tanda kangen kepadanya.
Kedua kakinya ia hentak-hentakkan pada lantai kamar mandi itu. Kesal bin dongkol yang ia rasa. Tetapi tak bisa marah karena memang ini semua salahnya.
Lalu kemudian wanita itu memilih keluar dari tempat persembunyiannya. Mengirim pesan singkat kepada Resty, memberitahunya jika ia harus pulang lebih dulu.
Setelah membaca pesan yang dikirim Ika itu, akhirnya Resty dan Alex juga memilih pulang. Istirahat siang sepertinya akan nikmat untuk tubuh yang terasa pegal akibat sering olahraga penyatuan tubuh.
Tak lama kemudian mereka pun tiba di rumah. Segera keduanya beranjak masuk kamar untuk membersihkan badan terlebih dahulu. Lalu kemudian menunaikan kewajiban empat rokaat yang sudah masuk waktunya. Sebelum kemudian mereka memilih tidur siang mengganti begadang semalam.
*
Ehem... Ehem... Permisi... Next edisi khusus papa Tommy and mama Ika ya...
__ADS_1