Terjerat Cinta Berandal Kampus

Terjerat Cinta Berandal Kampus
Eps 123


__ADS_3

Resty masih terdiam saat Alex kembali mencumbunya. Bahkan kali ini permainan bibir pria itu lebih dalam dan menuntut. Sedikit menggigit kecil agar Resty mau membukanya sehingga indra perasa itu bisa saling membelit dengan nikmat.


Pria itu tidak mau membuang kesempatan terbuka selagi istri yang sudah berada dibawah kungkungannya itu diam dan pasrah dengan kelakuannya. Bahkan kali ini Resty mulai menyambutnya dengan lembut. Tangannya sengaja ia kalungkan di leher Alex agar pagutan yang mereka lakukan semakin dalam dan sulit terlepas.


Merasa mendapatkan sambutan dari Resty, tangan Alex tak mau hanya diam. Dengan nakalnya mulai meraba dengan seduktif disetiap tempat yang ingin ia sentuh. Apalagi dua benda kenyal yang menjadi pusat perhatiannya saat ini, perlahan pria itu mencoba menyentuhnya. Awalnya Resty terhenyak sehingga pagutan mereka terlepas dalam sesaat, tetapi begitu Resty hanya terdiam tanpa protes apa-apa maka Alex pun mulai memainkan dua squisi itu dengan sentuhannya yang menggoda.


Gadis itu menjerit tertahan saat Alex semakin liar memainkan sesuatu yang baru baginya. Senyum kecilnya mulai menyeringai puas, manakala menyadari rupanya istrinya itu sedang tidak mengenakan pelindung apa-apa untuk buah kenyalnya itu, yang sangat mampu memancing rasa penasaran Alex untuk melihatnya dengan mata terbuka bagaimana rupa yang dimainkannya itu bila tanpa pembatas piyama yang digunakan Resty saat ini.


Mereka masih terus saling bertukar saliva, tak ada yang mau saling mengakhiri karena memang permainan yang mereka lakukan semakin panas. Dengan lihainya satu persatu kancing piyama yang digunakan Resty sudah terbuka sempurna. Membuat pria itu kembali menyeringai melihat tontonan baru nan menggiurkan milik istrinya itu.


Resty tentu malu dilihat seperti itu oleh Alex. Gadis itu memilih membuang muka ke samping, menghindari tatapan suaminya yang sudah berbeda. Bagai dipenuhi kabut gairah yang membumbung tinggi, membuat Resty kembali berdegup resah akan apa yang semestinya terjadi setelah ini.


Disaat Resty masih terdiam itu, tangan Alex mulai melancarkan aksinya lagi dengan meremmas lembut dan memainkan titik coklat yang menurutnya begitu menggemaskan. Membuat tubuh gadis itu meliuk geli-geli nikmat oleh perlakuan nakal suaminya itu.


Tak mau sampai disitu kali ini pria itu memainkannya dengan cara cosplay menjadi anak bayi yang kehausan. Menenggak dengan rakus tetapi penuh dengan kelembutan sehingga memicu timbulnya suara dessahan kecil yang keluar dari mulut Resty.


Tak puas disatu tempat pindah ke tempat lainnya. Terus saja seperti itu. Sedangkan tangan Resty mulai mencengkram kecil pada rambut Alex, seakan ingin membenamkan pria itu di dadanya sehingga bisa memainkan perannya lebih dalam lagi.


Suasana semakin panas. Alex menghentikan sejenak permainannya dengan melepas kaos yang melekat ditubuhnya. Ia pun sudah bertelanjang dada didepan Resty. Menampilkan otot-otot perutnya yang mengeras dengan bulu-bulu halus yang tumbuh liar diarea bawah pusar lurus sampai ke pusaka milik pria itu.


Sejenak Resty menelan salivanya gugup. Apalagi ketika Alex menuntun tangannya untuk mau meraba dada dan perutnya, membuat Resty terpejam sesaat. Merasa aneh, tetapi sedikit mampu memancing libidonya untuk tidak hanya menjadi penikmat dari permainan lelakinya malam ini.

__ADS_1


Alex mulai memeluk tubuh Resty yang sama halnya dengan dirinya sudah setengah terbuka. Tetapi pelukan pria itu sengaja diputar, sehingga saat ini Resty lah yang berada diatas tubuhnya.


"Kamu makin seksi berada diatasku, Yang," seru Alex tiba-tiba. Suaranya sudah mulai berat, tetapi masih bisa tahan untuk tidak segera masuk ke permainan inti selama hasrat istrinya itu belum terpancing sempurna.


Rona pipi Resty jelas memerah. Dipuji sedemikian jelas dengan pengalaman pertamanya menjadi joki diatas tubuh suaminya itu. Merasa terpancing untuk mengeksplor apa yang ada didepan mata, maka Resty pun mulai memberanikan diri dengan memainkan titik coklat yang ada di dada suaminya itu dengan lidahnya. Membuat pria itu seketika mendesah manja, tetapi cukup puas melihat permainan Resty yang mulai nakal.


Alex membimbing tubuh Resty lagi hingga kembali berada dibawah kungkungannya. Pria itu kembali memerankan aksinya dengan menyesap diseluruh tempat yang ia mau. Sehingga tanda kepemilikan itu mulai bertebaran dimana-mana pada tubuh putih mulus milik istrinya itu.


Ketika menemukan dimana tempat yang membuat Resty mendesah berulang-ulang, Alex terus memainkannya di sana. Ceruk leher dekat telinga, di situlah titik pusat kelemahan Resty.


Sesaat mereka berhenti sejenak dari permainan yang setingkat lebih panas lagi dari sebelumnya. Kedua netra mereka saling beradu pandang cukup lama. Deru nafas keduanya sama-sama tersengal, memompa dengan penuh hasrat pada setiap hembusan nafas yang keluar dari mereka.


"Udah basah nggak, Yang?" serunya lagi masih tanpa filter.


Pertanyaan macam apa itu? Tentu Resty tak bisa menjawabnya. Rasa malunya sudah menguasai diri Resty. Bibirnya seakan terkatup rapat tak bisa berkata-kata lagi. Apalagi sekedar menjawab pertanyaan suaminya yang suka ngadi-ngadi.


"Aku buka ya, Yang?" Tangan Alex sudah siap untuk melepas celpen setelan piyama yang dipakai Resty.


Jelas saja Resty tidak bisa menjawabnya juga. Laki-laki memangnya tidak tahu apa, kalau perempuan hanya diam itu ada dua artian. Yaitu mau tetapi malu atau sedang bersikap dingin karena sedang marah. Tetapi kali ini diamnya Resty tentu di opsi yang pertama. Gadis itu terlalu malu untuk mengangguk, lebih senang langsung dicoba dari pada masih harus ditawari seperti itu.


Meski tanpa mendapat respon persetujuan dari Resty, tetapi Alex yang sudah terlanjur dikuasai kabut gairah yang meletup-letup pada dirinya, membuatnya bertindak dengan yakin melucuti celpen itu dengan gerakan lembut. Hanya menyisakan kain segitiga bermuda sebagai penghalang lembah madu yang menjadi tujuan permainannya itu.

__ADS_1


Sorot mata Alex begitu berbinar setelah berhasil melepas itu dengan tanpa protes dari Resty. Bagai sudah pasrah dan siap untuk menjalankan kewajibannya, Resty hanya menyambut dan mengikuti alur dari permainan yang dicipta Alex.


Dua indra perasa itu kembali berbelit nikmat, bahkan terasa lebih menuntut lebih dalam. Perlahan tangan Alex mulai meraba dengan lembut pada area inti istrinya itu, sedikit masuk lewat celah kain segitiganya dan seketika terjeda sejenak ciumannya begitu menyadari jika sesuatu milik istrinya itu sudah terasa lembab.


"Kamu sudah basah, Yang," serunya lagi dengan seringainya yang melebar puas.


"Boleh aku--"


"Alex." Resty tiba-tiba menyela omongan Alex yang terpaksa tertahan.


Gadis itu tak langsung mengatakannya, tetapi pergerakan bibirnya yang menggigit kecil menandakan jika ia sedang meragu. Membuat Alex sedikit frustasi, merasa takut permainan ini terhenti ditengah jalan karena Resty memintanya berhenti.


"Aaaah.... Semoga jangan! Bisa puyeng tujuh hari tujuh malam kalau stop begini." batin Alex mulai gelisah sendiri.


"Kenapa, Yang? Kamu mau bicara apa?"


.


.


Bersambung dulu ya gaes 😃

__ADS_1


__ADS_2