The Way Love

The Way Love
CLIX


__ADS_3

Baru saja sampai di tempat tujuan. Sya sudah terpana dengan pemandangan yang begitu indah. Bahkan vila yang akan mereka tempati bukanlah vila dengan desain modern. Melainkan vila dengan bangunan kayu.


Meski bangunanya dengan kayu. Vila itu begitu terawat dan indah. Apa lagi dengan berbagai tanaman yang mengitarinya.


Sya turun dari mobil dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam area vila itu. Dia tidak berhati-hati dalam berpijak. Hingga tubuhnya limbung dan hampir terjatuh.


Saat itu Mike melihat Sya. Dia dengan cepat mendekat untuk menolong. Meski begitu, akhirnya mereka terjatuh bersama.


Mike menatap Sya yang mungkin akan marah karena hal ini. Sya tidak marah, dia tertawa karena merasa lucu saat terjatuh.


"Kenapa tertawa?" Tanya Mike.


"Tidak ada," ucap Sya sembari membersihkan bajunya.


Saat itu keluar dua orang dari dalam pria. Seorang ibu dan bapak. Sya mengulas senyum pada mereka.


"Perkenalkan, mereka adalah Bu Jono dan pak Jono. Mereka yang mengurus vila ini."


"Saya Syaheila."


Sya mengulurkan tanganya tanpa ragu. Dengan hangat Ibu dan Bapak jono menjabat tangan Sya. Setelah berkenalan, Sya dan Mike masuk untuk istirahat. Sementara Pak Jono dan Bu Jono mengurus keperluan mereka.


"Apa vila ini milikmu?" Tanya Sya.


"Ya. Baru beberapa bulan lalu aku membelinya."


Sya mengangguk-angguk.


"Apa yang kamu suka dari vila ini?" Tanya Sya sembari menatap kesekelilingnya.


"Entahlah. Aku hanya ingin membelinya."


Sya tersenyum. Dia berjalan lebih dulu dari Mike. Mike yang sejak tadi terpesona oleh Sya tidak bisa menahan diri lagi. Dia menarik Sya untuk masuk ke dalam kamar.


Mata Sya terbuka lebar. Dia kaget dengan apa yang dilakukan oleh Mike. Mike bahkan mengunci tubuh Sya di dinding.


"Apa kau tahu kenapa aku membawamu kesini?"


Pertanyaan itu tidak memiliki jawaban untuk Sya. Sya akhirnya menggeleng.


"Kita sudah menikah, dan kau, kau masih sama saja dalam memperlakukan aku. Aku ingin lebih."


"Maksudmu?" Sya bertanya dengan tatapan bingung.


"Kau tidak mungkin sepolos itu Sya."


"Mike. Aku mohon, jangan sekarang."


"Kapan seharusnya kita lakukan?"


Diam. Sya tidak tahu harus menjawab apa.


Perlahan wajah Mike mendekat. Sya menatap tidak tahu bagaimana. Dia merasa begitu aneh, mungkin karena Mike melakukannya dengan tiba-tiba.

__ADS_1


Tok tok tok.


Mike terlihat tidak senang. Meski begitu, Mike akhirnya melepaskan Sya. Akhirnya Sya bisa bernafas lega. Memang benar, bukan kali pertama Sya melakukannya. Meski begitu, Sya masih merasa canggung.


"Ada apa?" Tanya Mike pada pak Jono.


"Pemandian air hangat sudah kami siapkan di taman belakang."


"Terima kasih." Ucap Mike.


Mike menutup pintu. Dia kembali menatap pada Sya. Sya tahu arti tatapan itu. Dia memberanikan diri mendekat pada Mike. Dia tahu, pernikahan bukanlah hal yang bisa disepelekan.


"Mike. Biarkan aku menata diriku."


Mike menatap Sya tidak senang.


"Beri aku waktu. Aku janji akan berikan segalanya."


"Lupakanlah." Mike meninggalkan kamar itu begitu mendengar perkataan Sya.


Hati Sya bergetar. Dia takut akan kemarahan Mike. Bagaimanapun, Mike sudah memberikan segalanya. Bahkan dia rela mendonorkan hatinya untuk Danendra.


Sya berjalan ke balkon. Disana terlihat kolam air hangat yang dimaksud oleh Pak Jono. Tidak lama terlihat Mike keluar dengan menggunakan celana pendek. Dia akan berendam disana.


Mata Sya terus menatap. Rasa bersalah muncul. Kenapa hatinya masih saja belum menerima Mike. Hatinya masih saja menganggap Mike sebagai teman yang baik dalam hidupnya.


Sementara Mike mencoba melupakan perkataan Sya. Dia sudah janji pada dirinya sendiri untuk tidak memaksa Sya. Dia akan sabar menunggu sampai Sya mau memberikanya.


Meski begitu, mike merasa kesal. Kenapa dia marah dan membuat Sya ketakutan. Padahal niatnya menikahi Sya karena untuk melihat Sya tersenyum kembali.


Perlahan tapi pasti. Sya mendekat pada Mike. Dia juga memberikan sebuah kecupan singkat pada pipi Mike.


"Apa yang kau lakukan?" Tanya Mike.


Sya menatap mata mike dengan lekat.


"Aku akan memberikan semuanya untukmu."


Saat ini tubuh mereka berada di dalam kolam air hangat. Sudah jelas jika badan mereka basah semua.


"Sya. Aku tidak suka jika kau melakukannya karena terpaksa. Apa lagi, karena rasa ingin balas budi."


Sya melepaskan peganganya pada Mike. Dia tahu, apa yang dilakukanya sudah salah.


"Sya. Aku mencintaimu dengan tulus. Aku tidak minta lebih, aku hanya ingin kau belajar mencintaiku."


Wajah Sya menunduk. Apa yang dikatakan Mike begitu mengena dihati Sya.


"Maaf."


"Sudahlah. Lebih baik jika kau ganti baju dan bersiap untuk makan malam."


"Baik."

__ADS_1


Sya keluar dari kolam. Saat itu Mike melemparkan handuk agar menutupi tubuh Sya. Karena baju yang Sya gunakan langsung transparan begitu terkena air.


***


Makan malam sudah siap. Kali ini Sya melakukan hal yang harus dia lakukan sebagai istri. Tanpa ragu dia menggunakan dress cantik dengan make up yang sepadan.


Malam ini, Sya ingin belajar mencintai orang yang telah mencintainya. Dia tidak ingin terus terkurung dalam masa lalu. Apa lagi, jika mengenai Danendra. Mau bagaimanapun, Danendra adalah anaknya meski dia harus terus terikat dengan masa lalunya karena itu.


"Malam," ucap Sya.


Mike melihat Sya yang tidak biasa. Hal itu membuat Mike tersenyum.


"Kenapa dandan?"


"Aku ingin melakukanya," jawab Sya.


"Bukan karena aku ya?"


"Kau bisa mengatakan seperti itu."


Bu jono dan Pak jono mulai menyiapkan makanan ke meja. Sya melihat makanan yang disiapkan begitu banyak. Meski begitu, dia tidak protes sama sekali.


"Apa kau suka?" Tanya Mike.


"Ya. Aku menyukainya."


Mereka mulai makan dalam keheningan. Mike makan, namun matanya masih saja tertuju pada Sya. Hari ini, Mike merasa ada yang berbeda dari istrinya itu.


"Sayang."


"Ya." Jawab Sya spontan.


"Bagaiman jika Danendra memilih bersama dengan Lufas?"


Sya sedikit mencerna pertanyaan itu.


"Tidak apa." Jawab Sya kemudian.


"Benarkah?" Mike merasa aneh dengan jawaban Sya itu.


"Ya. Saat ini, aku hanya ingin melihatnya merasa bahagia dan aman. Jika memang itu pilihannya, murni pilihanya. Aku tidak masalah."


"Kenapa sekarang kau memilih seperti itu?" Tanya Mike lagi.


"Aku ingin belajar mencintai diriku saat ini. Saat aku mencintai diriku, saat itu aku bisa mencintai orang lain."


Mike mengangguk-anggukan kepalanya. Ponsel Mike tiba-tiba berdering. Melihat siapa yang menelfonya, Mike langsung meninggalkan Sya sendiri.


Sya tidak peduli dan kembali makan. Setelah beberapa saat Mike kembali. Wajahnya tidak terlihat senang. Hal ini membuat Sya langsung bertanya.


"Ada apa?" Tanya Sya.


"Besok kita pulang."

__ADS_1


Sya ingin bertanya lagi, tapi saat itu wajah mike semakin serius. Sya memilih diam dan mengikuti apa yang Mike katakan.


__ADS_2