Tolong Ubah Takdirku!

Tolong Ubah Takdirku!
Dua Saudara Yang Terluka.


__ADS_3

" Rima dan Reno saling mencintai."


Kalimat itu lagi. Tak tahukah orang-orang jika itu sebuah penuturan yang selalu ingin ia hindari. Namun tetap saja selalu datang menyambar indera pendengarannya.


" Nggak mungkin." Diandra. " Nggak ada cewek lain apa?"


Rima memang cantik, tapi dengan statusnya saat ini yaitu sebagai istri dari kakaknya, terlebih Rima telah melahirkan satu anak, setidaknya itu merubah bentuk tubuh proporsional Rima.


Reno bisa mendapatkan gadis cantik original lainnya dan lajang, Tak harus Rima.


" Sayangnya itu benar,"


Dihyan. Lagi-lagi mampu mengiris hati seperti sebuah belati.


"Tapi itu dulu. Anggap saja masa lalu!"


Diandra hanya menundukkan kepala. Terlalu dekat untuk dikatakan masa lalu.


Pria itu masih setia menggenggam tangan sang adik, seolah tengah memberikan kekuatan. Ia bisa menebak bagaimana rasa kecewanya Diandra pada Reno saat ini.


Ia tahu sebesar apa perasaan Diandra pada Reno.


Besar, sangat besar, bahkan penuh dengan pengharapan. Namun apa yang dilakukan oleh pria itu? Reno justru menyakiti hati wanita yang ia sayangi ini.


Bukan hanya sekedar menyakiti tapi juga mempermalukan Diandra dengan meninggalkannya seperti ini.


Padahal bisa saja pria itu melayangkan gugatan perceraian.


Ah mungkin tidak! Mungkin ia akan kembali berusaha membantu sang adik untuk mempertahankan rumah tangga itu.


Di sini ia sadar, jika ia turut menyumbang kesalahan dan menyakiti Diandra.

__ADS_1


" Cinta itu buta melekat pada siapa saja yang ia kehendaki, Begitu juga dengan Reno yang mencintai Rima sejak dulu, bahkan sebelum aku menikah dengan Rima,"


" Jika suatu saat Reno meminta untuk berpisah, maka Lepaskanlah. Karena kebahagiaan Reno bukan bersamamu!"


Diandra masih tertunduk, sulit sekali rasanya untuk mengangkat kepalanya saat ini.


Melepaskan Reno.


Itu baru sebuah opini namun rasanya sudah sangat menyakitkan meski hanya hinggap di indera pendengarannya. Bagaimana jika itu benar-benar terjadi. Ia mungkin akan jatuh terperosok ke dalam kubangan kesedihan.


"Kak, apa benar kak Reno dan Rima pernah saling mencintai?"


Setelah sekian lama bertahan dengan perasaan yang hanya mencinta namun tak dicintai, akankah ia bertahan lebih lama lagi?


Hanya ingin memastikan saja.


Jika boleh, ia ingin membenci Rima.


Tapi,...


" Rima telah berubah. Dia telah memaafkanku, dia juga telah memaafkanmu."


" Bagaimana bisa kakak seyakin itu jika Rima telah berubah?"


Sementara Reno Sendiri lebih memilih meninggalkan dirinya dan keluarganya, dan ia yakin alasan Reno adalah ingin bersama Rima. Ia tahu Reno kecewa padanya, tapi bukankah semua bisa dibicarakan dan diperbaiki?


" Bagaimana jika Rima justru kembali pada Reno?" Wanita itu turut memikirkan nasib keluarga kecil kakaknya.


Bagaimana nanti bayi kecil bernama Azkha itu?


Bagaimana nanti tanggapan orang-orang pada mereka? Dua saudara yang sama-sama ditinggalkan untuk pasangan yang lain.

__ADS_1


Bagaimana nanti saat teman-temannya tahu jika suaminya lebih memilih Rima dibandingkan dengan dirinya.


Miris sekali.


Rima lagi! Rima lagi?


Wanita yang selalu saja mengalahkannya. Padahal mereka sama sekali tak pernah berniat untuk saling berkompetisi.


Tapi.


Ck, ia selalu kalah! Kalah lagi!


Mendengar pertanyaan dari sang adik jelas saja mampu menyambar hatinya.


Bagaimana jika benar Rima memilih kembali pada Reno?


Membayangkannya saja telah mampu menghantam hatinya. Bagaimana jika itu benar?


Reno mencintai Rima, mungkin saja pria itu telah menjanjikan kebahagiaan pada Rima. Sementara ia sendiri bahkan mungkin tak pernah mengatakan cinta pada Rima.


" Jika memang Rima ingin kembali pada Reno, maka aku juga akan siap untuk melepaskannya."


Salah memang jika harus memaksa cinta terlalu keras dan terlalu lama. Mungkin akan membawa luka yang merambat dan semakin melebar antara mereka.


Setidaknya mereka telah berusaha untuk bertahan pada masing-masing.


Maka pecahlah sudah tangis Diandra. Ia benar-benar tak mampu membayangkan apa yang terjadi jika memang itu terjadi.


Lalu bagaimana dengan kedua orang tua mereka?


Pasti sakit dan malu.

__ADS_1


Oh ya ampun, kenapa harus seperti ini?


Dua saudara yang terluka.


__ADS_2