Tolong Ubah Takdirku!

Tolong Ubah Takdirku!
Menenangkan Diri


__ADS_3

Kini sepasang suami istri itu telah duduk di dalam mobil.


Sopir telah berganti, bukan lagi Pak Eko seperti saat tadi mereka pulang.


Tangan saling berpaut satu sama lain. Meskipun begitu, pandangan keduanya saling beralih satu sama lain. sama-sama memandang keluar jendela kaca. Pandangan di luar yang memperlihatkan mobil-mobil berjejer merayap di jalanan sepertinya lebih menarik, hingga membuat betah keduanya.


UID,YUDI, IUD atau apapun itu namanya telah dilepas dari rahim Rima. kesempatan untuk berharap sekarang jauh lebih banyak dari sebelumnya.


" Kita mau ke mana?" Pertanyaan pertama yang dilontarkan Rima saat mengetahui jalur yang mereka tempuh menuju ke bandara.


" Honeymoon." Singkat Dihyan meski belum menoleh setidaknya Rima bisa lega sedikit. Iya tahu jika pria itu masih sangat marah padanya.


" Honeymoon? Ke mana?" Tanyanya lagi penuh penasaran. Bagaimana tidak penasaran, Ia bahkan masih datang bulan saat ini, dan mereka mau honeymoon Yang benar saja?


" Bali."


"Loh kok," Rima telah menegakkan tubuh, punggung tak lagi bersandar pada jok mobil saat melayangkan protesnya. " Aku nggak bawa apa-apa."


Pertanyaannya itu akhirnya mampu mengalihkan pandangan Dihyan dari kaca jendela mobil.


" Nanti beli di sana."


" Semuanya beli di sana? Banyak loh, Skin Care ku aja nggak bawa. Belum pakaian sama pakaian dalam juga!"

__ADS_1


Toh alasan yang membuat pria itu marah sudah tidak ada lagi pikirnya.


melihat wajah Dihyan yang nampak tenang, membuat Rima jadi semakin berani mengutarakan protesnya.


" Kamu kan punya duit banyak?" Dihyan mulai berbicara dengan santai.


" Punya duit gimana? Kerja aja nggak!"


" Kartunya kan ada!" setelah berkata itu Dihyan kembali melayangkan pandangan ke samping kaca jendela. Sepertinya sudah enggan menanggapi protes Rima lagi.


" ya udah, sampai sana belanja dulu!"


"Heemmmm."


Dan gadis itu pun tak lagi berkata saat mendengarkan jawaban yang berupa deheman itu.


Jauh berbeda dengan seseorang yang kini berada di kantor tengah mencak-mencak sendiri. kepergian sang bos yang seringkali secara mendadak, membuat agenda-agenda yang telah tersusun rapi menjadi berantakan.


" Bos kamu mana?"Reno Tengah berdiri di depan dua sekretaris itu, dengan berkas yang di tangan beberapa kali di kibaskan tepat di hadapan mereka.


" Kami tidak tahu Pak. Pak dihyan hanya berpesan agar Pak Reno menghandle pekerjaan di kantor beberapa hari ke depan." Dengan menunduk Armada mengutarakan pesan yang ia terima tadi dari sang Bos.


" Kamu kira menghandle pekerjaan kantor semudah membeli bawang di Pasar Loak?" suaranya telah memenuhi sebanyak udara yang ada dalam ruangan.

__ADS_1


"Bilang sama bosmu, kerja harus profesional, bukan ambil cuti seenak jidatnya!"


Lagi-lagi Ghea dan Armada hanya menunduk. Mereka bisa apa saat bos besar mengatakan tidak bisa masuk kerja untuk beberapa hari ini. Dan lagi mereka harus menjawab apa di depan atasannya yang satu ini.


Yang mereka sesalkan, Kenapa harus ada mereka di antara kedua atasannya ini?


Pantai Pandawa menjadi destinasi sepasang suami istri itu saat ini. Bukan lebih tepatnya tujuan Dihyan sendiri sambil membawa istrinya.


" Kenapa harus Bali?"


" Karena Bali yang paling terkenal sebagai tempat rekreasi."


Rima mencibir kala mendengarkan jawaban dari Dihyan. " Bilang aja pengen lihat k0l0r!"


Setelah mengatakan itu rima kemudian berlari masuk ke daerah pantai lebih jauh. membasahi kaki dengan riak ombak yang menari-nari.


Dihyan hanya menikmati dari jauh, ini hanya momen sebagai pelepas penat bagi mereka berdua. Atau, Anggap saja ingin menenangkan diri.


Di mana dirinya dan rima baru saja berada pada titik kerapuhan yang sama. Berharap setelah ini, hubungan mereka kembali sejuk seperti sebelumnya. setidaknya tidak ada pertikaian atau perdebatan yang menguras emosi dan tenaga seperti tadi siang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Maaf ya cuma dikit, banyak typo nya juga. itu karena aku nulis lewat HP, beda banget saat nulis pakai laptop.

__ADS_1


Aku lagi nggak enak badan, demam, badan juga pegel-pegel semua. Mungkin memang lagi disuruh istirahat dulu.


cuma Minta doanya aja, Semoga bisa sehat secepatnya. bisa nulis lagi sebebas-bebasnya.


__ADS_2