
...🌷Selamat Membaca🌷...
Saat ini Ajeng dan Dira berada di kediaman Radi. Wanita hamil itu begitu bersemangat ketika mendengar jika kakak angkatnya akan menikahi sang pujaan hati.
"Ternyata pria yang kau ceritakan waktu itu adalah Kak Radi, ya..." goda Ajeng saat ia, Rina dan yang lainnya duduk bersantai di ruang tengah. Radi tidak ada karena sedang berada di kantor.
"Hm, iya Nona..." Rina hanya bisa mengangguk, terlihat malu-malu.
"Jangan panggil aku Nona, sebentar lagi kau akan menjadi istri dari kakakku, seharusnya aku yang memanggilmu kakak ipar," protes Ajeng.
"Tapi Nona lebih tua daripada saya, jadi biarkan saya memanggil anda dengan sebutan Kakak atau Mbak," tolak Rina.
Ajeng terdiam, benar juga, Rina lebih muda empat tahun dari Ajeng yang saat ini akan memasuki usia 26 tahun. "Hm, baiklah. Panggil aku Mbak saja, jangan Nona, itu tidak enak didengar!"
"Ba-baiklah, Mbak." Rina mengangguk paham.
Dadang dan Tuti hanya memerhatikan perbincangan kedua wanita muda itu dalam diam. Kedua paruh baya itu sudah mengetahui jika Ajeng adalah adik angkat sekaligus mantan istri dari calon suami putri mereka. Sesekali Ajeng juga mengajak mereka berbincang.
Saat hari merangkak siang, Ajeng dan Rina memutuskan untuk memasak makan siang. Kebetulan Radi akan pulang untuk makan siang, begitu juga dengan Cakra yang diminta Ajeng untuk bergabung bersama mereka.
"Abang Reyhan, jaga adiknya sebentar ya, tante sama bunda mau memasak makan siang dulu," pinta Ajeng sebelum pergi ke dapur.
"Iya, Nte..." jawab Reyhan dengan senang hati. Bocah laki-laki itu terlihat begitu bahagia kala bermain dengan Dira, putri Radi yang akan menjadi adik sambungnya.
"Putri kita beruntung ya, Pak." Tuti berbisik dengan mata berkaca-kaca. Ia bahagia karena anak sematawayangnya mendapatkan keluarga baik seperti Radi dan Ajeng.
"Iya, Buk. Lihatlah! Reyhan bahkan sudah sangat dekat dengan adik sambungnya itu. Semoga kelak mereka saling menyayangi..." tambah Dadang.
"Aamiin..."
.......
Semua sudah berkumpul di meja makan, termasuk dua pria tampan yakninya Cakra dan Radi yang baru saja datang.
Ajeng langsung melayani makan suaminya, menyendokkan nasi beserta lauknya. Rina dan Tuti juga begitu, melayani pasangan masing-masing.
__ADS_1
"Kau juga harus makan banyak, sayang. Biar si dedek dalam perut bertumbuh sehat," ucap Cakra sembari menambahkan sepotong ayam goreng ke piring istrinya.
Semua yang mendengar ucapan Cakra, langsung menoleh pada Ajeng.
"Kau hamil, Jeng?" tanya Radi.
"Iya, Kak." Ajeng mengangguk. Sejurus kemudian ia melotot ke arah sang suami. Bisa-bisanya pria itu pamer di saat seperti ini.
Cakra yang mendapat pelototan cinta dari sang istri hanya cuek saja. Ia tetap melanjutkan makan dengan lahap, bahkan nasi di piringnya sudah tinggal sedikit, dan ia juga berniat untuk menambah. Semenjak Ajeng dinyatakan hamil, Cakra memang suka sekali makan dan mengemil, katanya balas dendam karena di pagi hari ia selalu muntah.
"Selamat ya, Jeng..." ucap Radi tulus.
"Selamat juga ya, Mbak. Semoga ibu dan dedeknya sehat sampai saat persalinan nanti." Rina turut mendo'akan.
"Nak Ajeng, selamat ya atas kehamilanmu. Semoga kau dan janin sehat selalu. Dilancarkan proses kehamilan hingga melahirkan. Semoga Tuhan selalu melindungimu. Aamiin." Tak ketinggalan, Tuti juga ikut memberikan selamat dan do'anya.
"Aamiin. Terima kasih atas semua do'anya." Ajeng senang karena semua mendo'akan kebaikan untuknya dan si calon buah hati.
Cakra tersenyum, kehamilan Ajeng kali ini membawa kebahagiaan bagi semua orang. Terkhusus untuk kedua orang tua Cakra yang memang sudah sangat menginginkan seorang cucu dari putra bungsu mereka.
Cakra sudah kembali ke kantor karena masih ada pekerjaan yang menanti, sementara Radi tetap tinggal di rumah. Ia dan yang lainnya akan membahas masalah pernikahan yang direncanakan akan diadakan dua minggu lagi.
"Apa sebaiknya kita menggunakan jasa Wedding Organizer?" usul Ajeng saat mereka tengah berdiskusi.
"Tidak perlu, Mbak. Aku menginginkan pernikahan yang sederhana saja, jadi tidak perlu sampai menyewa jasa WO segala," tolak Rina.
Ajeng tak membantah, jika itu yang diinginkan calon pengantin, ia bisa apa. "Bagaimana, Kak?" Kemudian ia meminta pendapat Radi.
"Hm, baiklah. Pernikahan yang sederhana saja, tapi resepsinya tetap diadakan di hotel. Bagaimana?" tanya Radi seraya memandang calon istrinya.
"Baiklah, Mas. " Rina menurut. Sebenarnya ia ingin mengadakan acara selamatan saja, tapi jika Radi menginginkan resepsi, apa boleh buat.
"Bapak dan ibuk setuju saja sama pilihan Nak Radi..." ucap Dadang dan diangguki Tuti.
"Iya, nanti aku juga akan membantu Rina mencari gaun dan segala keperluan menjelang pernikahan," tambah Ajeng.
__ADS_1
Radi menatap adik angkatnya. "Tapi jangan sampai kelelahan, ingat, di dalam perutmu ada calon bayi yang perlu dijaga!" pesannya.
"Iya, Kak. Aku akan selalu mengingatnya." Ajeng mengusap perutnya yang masih datar.
Radi terdiam, sebenarnya sebelum pulang tadi, ia sudah mengunjungi sebuah WO cukup ternama di kota mereka. Ia ingin menggunakan jasa WO untuk mempermudah urusan pernikahannya nanti.
Teringat akan cerita Dadang semalam, membuat Radi ingin mewujudkan pernikahan impian Rina. Saat remaja, wanita itu bercita-cita kalau menikah nanti akan menggunakan gaun yang indah, lalu pesta pernikahan akan diadakan di gedung besar dan mengundang banyak orang, dia ingin kue bertingkat dan masih banyak keinginan lainnya.
Saat pernikahannya yang pertama, ternyata semua itu tidak dapat terwujud. Kendala ekonomi menjadi masalahnya. Rina hanya menikah di rumah kecilnya dengan disaksikan beberapa orang warga desa. Tidak hanya itu, mirisnya ia hanya dinikahi secara agama oleh mantan suaminya. Janjinya akan menikahi Rina secara resmi setelah mengumpulkan banyak uang di perantauan, tapi ternyata... talak yang dia dapatkan, tepat di depan istri kedua suaminya yang seorang janda beranak dua.
Kini, Radi bertekad akan mewujudkan pernikahan impian Rina. Walaupun wanita itu hanya ingin yang sederhana, tapi sederhana menurut sudut pandang Radi tentu berbeda. Ia akan menghadirkan sebuah pernikahan terbaik yang nanti bisa dikenang Rina di sepanjang hidupnya.
...Bersambung...
Jangan lupa Vote, Like & Comment
Terima kasih
Sedikit dulu, aku mau curhat....🤭
Mohon dibaca! 😣
Jadi gini, aku pernah membaca sebuah cerita tapi sudah terhapus dari perpustakaan, niatnya ingin membaca lagi, tapi judulnya lupa. Saya sudah berusaha mencari, tapi tak ketemu. Mana tahu para pembaca di sini ada yang pernah membacanya. Hm... kira-kira ceritanya begini...
Ada seorang gadis biasa, ia sangat mengidolakan seorang pria yang berprofesi sebagai model/actor (lupa), terus kalau nggak salah dia bekerja menjadi entah itu asisten atau mua dari si pria tersebut. Nanti, mereka melakukan kekhilafan yang menyebabkan si gadis hamil, si pria nggak bisa bertanggung jawab karena sudah dijodohkan oleh mamanya dengan seorang wanita terkenal. Padahal sesungguhnya si pria juga menyukai si gadis, tapi ia takut pada mamanya yang suka nekat.
Lalu, nanti si gadis bertemu dengan seorang pria lainnya, mereka dekat, dan memutuskan untuk menikah setelah anak dalam kandungannya lahir. Dan ternyata oh ternyata, pria lain itu adalah kakak kandung dari pria yang menghamilinya. Si pria yang menghamili sempat sedih karena sejujurnya ia ingin bertanggung jawab, tapi keadaan tidak memungkinkan.
Singkat cerita, si pria ini nanti bercerai dengan wanita yang dijodohkan oleh mamanya, dan dia pergi ke luar negeri.
Si gadis hidup bahagia dengan kakak kandung si pria, sampai nanti dia hamil dan keguguran. Ia juga mengetahui jika suaminya selingkuh, selingkuh dengan mantan istrinya yang dikira sudah mati. Suaminya ternyata punya anak perempuan dan lumpuh. Anak itu membuat si suami sedikit mengabaikan si gadis malang dan bahkan sering pulang terlambat. Akhirnya si pria menjelaskan bahwa dia memiliki seorang istri dan anak yang dikiranya sudah mati beberapa tahun lalu, si gadis memutuskan untuk melepas si pria karena dia tahu si anak membutuhkan ayahnya. Awalnya si pria tidak ingin berpisah karena katanya dia mencintai si gadis, tapi setelah drama panjang, akhirnya mereka berpisah. Tak lama setelah mereka berpisah, si pria menikahi kembali mantan istrinya yang ternyata sudah hamil terlebih dahulu, padahal ngakunya tidak pernah berbuat demikian. Berarti si pria ini memang sudah mengkhianati pernikahan mereka semenjak bertemu kembali dengan istri lamanya.
Dan ya, nanti pria pertama kembali ke tanah air dan mereka memutuskan untuk bersama, bahagia. Sementara nanti si pria kedua menyesal dan dapat karma juga.
Yah, kira-kira seperti itulah cerita singkatnya. Saya sama sekali tidak ingat pada nama-nama tokoh cerita tersebut. Mohon bantuannya ya bagi readers yg sekiranya pernah membaca cerita seperti di atas. Saya ingin membacanya kembali. Jika tahu, tolong tuliskan judulnya di kolom komentar 😣😣😣😣 🙏🏻🙏🏻
__ADS_1
...Terima kasih...