2 HATI YANG TERSAKITI

2 HATI YANG TERSAKITI
Season 2 - 13. Pernyataan Cinta


__ADS_3

...🌷Selamat Membaca🌷...


"I want you to be my girl!"


Deg


Dira melotot tak percaya, bisa-bisanya Lingga menyatakan cinta setelah kesalahpahaman yang terjadi di antara mereka.


"Aku sudah mengagumi dari lama, dan tanpa sadar bahwa kini rasa kagum itu berubah menjadi cinta. Aku mencintaimu, Nadira."


Deg


Jantung Dira berdentum hebat. Ia tidak menyangka jika ternyata Lingga sudah menaruh hati padanya sejak lama. Lalu, bagaimana dengan perasaannya sendiri? Apakah ia juga memiliki rasa yang sama pada pemuda itu?


"Ra, aku ingin mendengar jawabanmu."


Dira menatap mata Lingga yang memancarkan keseriusan. Dengan cepat ia mengalihkan pandangan dan salah tingkah.


"Ta-tapi kita sepupu, Ngga." Dira masih ragu pada perasaannya sendiri. Hingga mengatakan alasan yang mungkin sedikit klise bila didengar. Padahal ia sendiri tahu jika Lingga bukanlah mahramnya dan diperbolehkan untuk menjalin hubungan percintaan.


"Tidak ada yang salah dalam hubungan percintaan antar sepupu. Lagi pula, kita sepupu jauh, tidak ada larangan dalam hal itu." Lingga menegaskan.


Dira tak berkutik. Ia belum punya jawaban pasti atas pernyataan cinta Lingga. Ingin menolak, tapi sudut hatinya merasa berat, ingin menerima, tapi belum yakin dengan perasaannya terhadap pemuda itu.


"Ngga, beri aku waktu untuk memikirkannya." Dira rasa itu adalah jawaban terbaik untuk saat ini. Ia tidak ingin gegabah, bagaimanapun juga ini menyangkut masalah hati, jadi harus dipikirkan secara matang. Terlebih, mereka berdua bersepupu dan hubungan yang terjalin suatu saat nanti pasti akan diketahui oleh orang tua keduanya.


Lingga mengangguk. Walaupun sebenarnya ia sedikit kecewa karena Dira sepertinya belum yakin pada perasaannya. Tapi dalam hati, Lingga tahu bahwa Dira memiliki rasa khusus untuknya terbukti dengan gadis itu yang cemburu akan kedekatannya dan Fanny.


Tak lama kemudian, bel masuk berbunyi. Lingga dan Dira berpisah dan masuk ke dalam kelas masing-masing.


...****************...


Eya sampai di rumah tepat pada pukul 12 siang. Saat berada di dalam rumah, ia tidak menemukan siapapun di sana. Hanya ada para pelayan yang sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Lalu, ia bertanya kepada salah satu pelayan.


"Bi, apa bibi tahu di mana mama?" tanya Eya. Kenapa ia hanya bertanya tentang keberadaan ibunya, karena Eya tahu bahwa di jam seperti ini, ayahnya masih berada di kantor dan semua saudaranya tentu belum pulang dari sekolah.


"Nyonya baru saja pergi ke kantor tuan, Non. Mengantarkan makan siang." Si pelayan menjawab.


"Oh, baiklah. Makasih ya, Bi. Bibi silahkan lanjutkan pekerjaannya."


"Baik, Non."


Tanpa menunggu waktu lagi, Eya memutuskan untuk menyambangi kantor ayahnya. Jika menunggu sore, ia khawatir meninggalkan sang nenek terlalu lama seorang diri.


...****************...

__ADS_1


"Mas!" Siang ini, tidak seperti biasa, Ajeng berkunjung ke kantor suaminya untuk mengantarkan makan siang.


"Sayang..." Cakra yang melihat kedatangan wanita terkasihnya, langsung saja meninggalkan pekerjaan yang sedang digelutinya dan berjalan menyambut kedatangan sang istri.


"Tumben sekali kamu datang ke kantornya mas. Ada apa? Kangen, ya?" tanya Cakra sembari menaik-turunkan alisnya menggoda.


"Tentu saja aku kangen. Istri mana 'sih yang tidak akan kangen pada suami yang tampan dan baik hati seperti kamu, Mas." Ajeng balik menggoda dengan sebelah tangan yang mulai bergelayut di lengan Cakra.


Cakra terkekeh. "Kamu membuatku lapar, sayang."


"Kebetulan sekali, aku membawakanmu makan siang. Ayo kita makan sama-sama." Ajeng mengangkat kotak bekal yang dibawanya.


Cakra menggeleng. "Maksudnya, mas mau makan kamu, bukan makan yang lain."


Ajeng berdecak. "Kalau itu kamu mah lapar terus, Mas. Nggak pernah ada kenyangnya."


Cakra tertawa. Ia mengecup pipi istrinya dengan gemas. "Ya sudah, ayo kita makan. Isi tenaga dulu, baru setelah itu turun ke medan perang. Kamar di ruangan mas ini sudah lama tidak kita gunakan untuk bersenang-senang."


Ajeng hanya geleng-geleng kepala mendengar rayuan maut suaminya.


Ajeng dan Cakra berjalan menuju sofa dan menikmati makan siang mereka di sana.


...****************...


"Kapan kamu mulai bekerja di kantor?" tanya Rama.


"Kata Om Cakra, aku bisa mulai bekerja besok. Beliau memintaku untuk memimpin salah satu anak perusahaan, tapi ku pikir lebih baik memulainya dari bawah."


Rama mengangguk. Ia merasa bangga dengan pemikiran sang anak. Memang segela sesuatu itu sebaiknya dimulai dari bawah, alias dari nol, jadi perjuangannya akan lebih terasa dan tentu itu bisa membuatmu lebih menghargai sebuah pekerjaan.


Saat sedang asyik berbincang, ponsel Rama yang berada di atas meja bergetar. Ada sebuah panggilan dari nomor salah satu mahasiswanya. Arjuna melihat jelas nama si pemanggil.


"Sebentar, papa angkat telepon dulu." Rama segera mengangkat panggilannya tepat di depan Arjuna.


Beberapa menit berlalu, panggilan itu pun berakhir. Arjuna yang penasaran, langsung bertanya.


"Keinara itu siapa, Pa?" tanyanya.


"Salah satu mahasiswi bimbingan papa, seminggu lagi dia akan diwisuda dan minta waktu bertemu karena akan menyerahkan file skripsinya yang sudah selesai."


"Oh..." Arjuna merasa bersalah karena sebelumnya terbesit sedikit rasa curiga di hatinya tatkala melihat nama perempuan lain di layar ponsel sang ayah.


"Kei anak yang baik dan ceria. Ia bercita-cita menjadi seorang guru." Rama pun bercerita. Ia teringat akan niatnya yang ingin mengenalkan sang putra pada mahasiswinya yang bernama Keinara. Mungkin sekarang niat itu bisa dijalankannya. Mana tahu nanti mereka berdua berjodoh.


Arjuna tampak tak terlalu tertarik mendengar cerita Rama tentang mahasiswinya.

__ADS_1


"Kamu sudah punya kekasih?" tanya Rama tiba-tiba.


Arjuna menggeleng.


"Kebetulan sekali, bagaimana kalau kamu coba berkenalan dengan Kei. Kamu pasti akan menyukainya," ucap Rama.


"Maaf, Pa. Aku tidak bisa. Ada seorang gadis yang sudah menjadi pemilik hatiku."


Rama kaget mendengar pengakuan Arjuna, selama ini ia tidak pernah tahu bagaimana kehidupan percintaan sang putra. Ternyata, sudah ada gadis yang dicintai anaknya itu. Kalau begitu, tentu ia tidak akan memaksa jika memang Arjuna sudah memiliki tambatan hati.


"Tidak masalah. Jika kamu siap, bawalah gadis itu ke rumah dan perkenalkan pada kami." Rama mendukung penuh pilihan sang anak selama itu baik untuknya.


"Iya, Pa." Arjuna mengangguk. "Kalian mengenalnya. Bahkan mengenalnya dengan baik," lanjutnya membatin.


...****************...


Taksi online yang ditumpangi Eya akhirnya sampai di pelataran gedung perkantoran milik keluarganya. Semua karyawan di sana mengenal dengan baik semua anak-anak pimpinan mereka, jadi dengan leluasa Eya bisa masuk.


"Om Dhika, apa papa dan mama ada di dalam?" tanya Eya pada sekretaris Cakra yang sudah dikenalnya dengan baik.


"Ada, Nona. Silakan masuk." Dhika mempersilakan.


Eya mengetuk pintu ruangan sang ayah beberapa kali, setelah terdengar sahutan dari dalam, baru ia memilih masuk.


"Eya!" Seru Cakra dan Ajeng berbarengan. Mereka berdua kaget mendapati kehadiran sang buah hati yang tiba-tiba.


"Pa, Ma." Eya menghampiri kedua orang tuanya dan menyalaminya.


"Tumben kamu ke kantor papa, ada apa, sayang?" Cakra mengelus kepala Eya yang duduk di antara dirinya dan Ajeng.


"Pa, Ma." Eya menatap kedua orang tuanya bergantian. "Aku mau tinggal bersama nenek, boleh 'kan?" pintanya.


Cakra dan Ajeng saling berpandangan. "Boleh. Kamu mau menemani nenek di sana?" tanya Ajeng.


"Iya, Ma. Nenek bersikeras untuk tetap tinggal di sana. Aku tak tega jika nenek harus sendirian tidak ada teman. Jadi aku memutuskan untuk tinggal bersama nenek saja. Papa dan mama tidak keberatan, kan?"


Cakra tersenyum. "Tentu, sayang. Papa bersyukur karena kamu mau menemani nenek di sana. Sekali-kali pada, mama dan saudara-saudaramu juga akan menginap di sana."


"Makasih, Pa, Ma." Eya memeluk ayah dan ibunya bergantian.


"Besok kamu harus sekolah lagi ya, Nak. Sudah lama kamu libur nanti ketinggalan banyak pelajaran." Ajeng mengelus rambut panjang putrinya, sayang.


"Iya, Ma."


...Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa Like Vote Comment


Terima kasih sudah membaca 🙏🏻😁


__ADS_2