2 HATI YANG TERSAKITI

2 HATI YANG TERSAKITI
Season 2 - 28. Pulang Liburan


__ADS_3

...🌷Selamat Membaca🌷...


Lingga menatap Dira yang tertidur di sebelahnya. Saat ini mereka berada di dalam pesawat menuju Jakarta. Jam sudah menunjukkan pukul 8 malam. Penerbangan yang semula dijadwalkan pukul 5 sore ternyata harus delay selama 1 jam, alhasil jam 6 pesawat baru take off meninggalkan bandar udara internasional Komodo.


Pemuda berumur 18 tahun itu melirik arloji di pergelangan tangan kanannya. Kurang lebih 20 menit lagi, mereka akan sampai. Ia berniat untuk membangunkan kekasihnya, agar nanti pas turun tubuhnya tidak goyah akibat baru bangun.


"Bee, bangun..." Lingga berbisik di telinga Dira. Pelan-pelan, ia juga menepuk pipi putih gadis itu.


Dira hanya bergerak sebentar, kemudian kembali tenang dalam tidurnya, justru orang yang duduk di samping kiri Dira lah yang lebih dulu terjaga. Dia adalah Reyhan. Posisi duduknya Dira berada di tengah antara Lingga dan Reyhan.


"Sudah bangun, Mas?" sapa Lingga basa-basi.


"Hm, berapa lama lagi kita sampai?" tanya Reyhan sembari mencoba duduk tegak.


"Sekitar 15-20 menit lagi, Mas."


"Oh..." Pandangan Reyhan jatuh pada adiknya yang belum jua terbangun dari tidur nyenyaknya. "Biar aku yang bangunkan," ujarnya.


"Dek, bangun. Kita hampir sampai." Reyhan menggoyangkan pelan tubuh Dira.


"Enghh..." Dira sedikit melenguh sebelum akhirnya membuka mata perlahan.


Ia mendapati Lingga dan Reyhan sedang menatap lekat ke arahnya. Buru-buru Dira memperbaiki duduknya. Ia juga mengucek mata yang masih sedikit buram, dan memeriksa apakah ada ileran di sudut bibirnya. Syukurlah, tidak ada Iler sama sekali. Lingga bisa Ill-feel kalau tahu kekasihnya tidur ileran.


...****************...


Akhirnya mereka semua sampai di Jakarta. Mobil jemputan dari masing-masing keluarga sudah menunggu di depan bandara. Dira dan Reyhan dijemput oleh Radi.


Dira dan Lingga bergandengan tangan menunju luar bandara. Keduanya merasa berat untuk berpisah karena beberapa hari ini selalu bersama.

__ADS_1


Sementara di tempat perhentian mobil, Radi tengah menunggu kedua anaknya sambil bersandar di badan mobil. Dilihatnya ada beberapa mobil lainnya yang berdiri di sana.


Deg


Radi tersentak saat melihat seseorang dari masa lalunya juga berdiri di luar mobil sama seperti yang ia lakukan. Seperti tengah menunggu seseorang juga. Namun, dengan cepat ia mengalihkan pandangannya agar tidak ketahuan. Ia sedikit malas kalau harus berhadapan dengan orang itu.


"Ah, itu mereka..." Dari jauh Radi bisa melihat Reyhan dan Dira berjalan ke arah luar. Tapi, pandangannya langsung tertuju pada seorang pemuda yang berjalan berdampingan dengan putrinya. Matanya memicing beberapa detik lalu setelahnya melotot shock saat menyadari jika putrinya dan pemuda itu bergandengan tangan.


"Siapa pemuda itu, wajahnya seperti tak asing," pikir Radi.


Kembali ke Dira dan Lingga. Mereka sudah melepas tautan tangan, dan kini tengah mengucapkan selamat tinggal.


"Nanti malam aku hubungi ya, Bee..." ucap Lingga.


"Iya..." Dira ingin sekali memeluk Lingga, tapi tak bisa ia lakukan karena ada Reyhan bersama mereka.


"Ayo, Dek. Ayah sudah menunggu di depan." Reyhan mengajak Dira pergi, takut membuat ayah mereka terlalu lama menunggu.


Lingga tersenyum dan turut melambaikan tangannya melepas sang kekasih hati untuk pulang. Seperti ini saja rasanya sudah sulit, apalagi jika nanti mereka harus berpisah jauh untuk menimba ilmu.


Drrttt... drrtt... drrttt...


Ponsel Lingga bergetar, ada sebuah panggilan dari sang ibu.


"Ya, Ma?" jawabnya.


"Mama dan papa sudah di depan, kamu di mana?" tanya Maya di seberang telepon.


"Ini udah di depan. Aku bisa lihat mama dan papa berdiri di luar mobil."

__ADS_1


"Oh, ya sudah. Mama tutup teleponnya dulu."


Tit


Saat melihat Radi, Dira langsung berlari dan menghambur ke pelukan ayahnya itu. Ia meninggalkan kopernya begitu saja, alhasil Reyhan lah yang membawanya ke mobil.


"Ayah, aku kangen..." lirih Dira manja.


"Ayah juga kangen putri cantik ayah ini..." Radi mengacak surai panjang Dira gemas.


Sementara dua orang itu melepas rindu, Reyhan sibuk memasukkan barang-barang mereka ke dalam bagasi.


"Masuklah! Hari sudah semakin malam, mamamu akan cemas kalau anak gadisnya belum pulang juga," suruh Radi.


Dira dan Reyhan pun masuk ke dalam mobil. Sedangkan Radi, ia melirik sejenak pada orang di masa lalunya itu.


Deg


Radi terkejut begitu melihat jika pemuda yang bersama putrinya tadi ternyata adalah anak orang di masa lalunya, siapa lagi kalau bukan Maya.


"Berarti yang bersama Dira tadi adalah Lingga. Ada hubungan apa mereka sampai harus bergandengan tangan. Apa mereka menjalin hubungan? Aku harus mencari tahu..." batin Radi. Pikirannya mulai berkecamuk, bagaimana kalau ternyata putrinya dan putra Maya menjalin suatu hubungan dan mereka saling mencintai.


"Ayah kenapa belum masuk?" sentak Dira.


"Iya, sayang..." Radi memasuki mobilnya. Sepanjang perjalanan, ia terus memikirkan hal tersebut. Sampai di rumah, ia akan bertanya pada Reyhan, mana tahu putranya itu tahu sesuatu.


...Bersambung...


Jangan lupa like, vote dan comment 🙏🏻

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca 🤗


__ADS_2