2 HATI YANG TERSAKITI

2 HATI YANG TERSAKITI
Season 2 - 31. Tak Ingin Terluka


__ADS_3

...🌷Selamat Membaca🌷...


"Ada apa, sayang? Kamu terlihat murung. Apa kamu masih memikirkan Lingga yang bersekolah jauh di sana?" Fadhil menduduki ranjang tepat di sebelah istrinya yang duduk melamun.


"Ya, salah satunya itu. Namun, yang membuat aku kepikiran saat ini adalah tentang gadis yang kita duga adalah kekasihnya Lingga, Nadira..." jawab Maya.


"Oh. Memangnya kenapa? Gadis itu cantik dan tampak baik. Dia dan Lingga terlihat saling mencintai." Fadhil teringat momen keduanya saat di bandara.


"Itulah yang jadi masalahnya, Mas. Kenapa Lingga harus berhubungan dengan gadis itu. Perempuan di luar sana sangat banyak, tapi kenapa dia harus memilih Dira. Kenapa?" Maya tak habis pikir.


Fadhil yang mendengar kekecewaan dalam nada istrinya pun menjadi bingung. "Mendengar ucapanmu, mas merasa jika kamu tidak suka dengan gadis itu. Ada apa?" Pria itu menatap lekat wajah istrinya yang berkerut resah.


"Mas! Dira adalah anaknya Radi dan Ajeng!" pekik Maya tertahan.


"Radi dan Ajeng? Maksudmu pasangan suami-istri yang kamu hancurkan hidupnya dulu?" Fadhil memastikan.


Maya mengangguk dengan mata berkaca-kaca. "Iya, Mas. Kenapa putra kita harus mencintai putri dari Radi dan Ajeng. Bagaimana kalau Dira tahu kalau ibu dari kekasihnya adalah wanita yang telah merusak rumah tangga kedua orang tuanya, pasti dia akan membenci Lingga. Aku tidak mau, di saat Lingga jatuh terlalu dalam mencintainya, lalu gadis itu justru balik membenci putra kita. Lingga pasti akan terluka, Mas!"


Fadhil terdiam. Perkataan Maya memang ada benarnya. Kebanyakan anak broken home, pasti akan membenci orang yang sudah menghancurkan keluarganya. Namun, jika si anak dididik dengan baik, tentu hal itu mungkin saja tidak terjadi. Apalagi untuk Dira yang sudah mendapatkan kasih sayang dari ayah sambung yang baik dan tulus seperti Cakra.

__ADS_1


"Sayang, kita tidak bisa menyimpulkan sebelum menghadapinya langsung." Fadhil menggenggam tangan Maya, meyakinkan bahwa semua tidak seperti apa yang ditakutkan istrinya itu.


"Tapi, Mas. Bagaimana kalau beberapa tahun kemudian, Lingga ingin menikahi Dira, sementara Radi atau Ajeng tidak merestuinya. Ujung-ujungnya pasti Lingga yang akan tersakiti. Ini semua karena ulahku, andai dulu aku tidak pernah mengenal Radi!" ratap Maya penuh penyesalan.


"Sudahlah. Sebaiknya sekarang jangan pikirkan hal itu. Biarlah mereka menikmati masa pacaran dulu. Mas yakin, setiap orang tua pasti akan selalu mendukung anaknya. Do'akan saja, jika suatu saat nanti Lingga dan Dira berjodoh, mereka akan mendapatkan restu dari para orang tua, baik itu dari kita, Radi dan Ajeng maupun dari Satria dan Silvia." Fadhil memberikan semangat agar istrinya tak berkecil hati mengingat masa lalu yang suatu saat bisa jadi boomerang bagi orang yang disayanginya.


"Iya, Mas." Maya mengangguk saja, walau dalam hati ia masih memikirkan masalah itu.


"Oh ya, seingatku Radi dan Satria adalah saudara sepupu, berarti Lingga dan Dira juga bersepupu?" tanya Fadhil saat baru teringat.


"Kua benar, Mas. Bukankah kita bisa menjadikan alasan sepupu supaya mereka tidak melanjutkan hubungan itu."


'Hust, nggak boleh bicara seperti itu. Biarkan semuanya mengalir semestinya, kita serahkan semuanya pada Tuhan."


"Iya, Mas."


Maya sibuk memikirkan tentang hubungan Lingga dan Dira. Sementara dua orang yang sedang dibicarakan itu tengah bertelepon ria.


"Bee, jika di kampus nanti ada laki-laki yang mendekatimu, maka menjauhlah. Aku tidak ingin jika kamu berpaling dariku," mohon Lingga.

__ADS_1


Dira terkekeh. "Itu juga berlaku untukmu, Bee. Jangan genit dengan gadis-gadis di sana. Ingat, bahwa di sini ada aku yang setia menunggumu."


"Tenang saja, Bee. Gadis perkasa bukanlah tipeku. Aku menyukai gadis lemah lembut dan manja sepertimu," goda Lingga.


"Ish, aku tidak manja loh, ya..." rajuk Dira.


"Masa sih..." Lingga terkekeh.


Sepasang kekasih itu larut dalam percakapan yang lama.


...Bersambung...


Sedikit dulu, ya...


Aku rada-rada galau karena kucingku baru mati...


Jadi masih sedih, dan nggak konsen mau lanjutin cerita 😢


Jangan lupa Like, vote dan comment

__ADS_1


Berikan juga hadiah bunga dan kopi seikhlasnya 🙏🏻


Terima kasih sudah membaca😊


__ADS_2