
...🌷Selamat Membaca 🌷...
Sudah dua bulan lebih Reyhan tak lagi mendapati Yura berada di sekitarnya. Biasanya gadis itu selalu berada di sampingnya dalam keadaan apapun, apalagi di kampus mereka memang mengambil jurusan yang sama. Namun, semenjak pulang dari liburan, semuanya berubah. Yura tak lagi menempelinya seperti yang sudah-sudah, bahkan gadis itu cenderung cuek. Jika berpapasan di kampus, Yura hanya akan menyapanya sekilas, kemudian berlalu. Hal tersebut ternyata membuat sesuatu dalam diri Reyhan menjadi kosong. Ia rindu kehadiran gadis itu di sisinya.
"Kenapa, Rey? Belakangan ini gue lihat lo sering melamun?" tanya teman kampus Reyhan yang bernama Faldo.
"Gue ok, cuma lagi lelah aja, sih..." balas Reyhan.
"Oh gitu, kalau lelah sebaiknya lo pulang aja, kelas 'kan udah selesai, ngapain lo sendirian mojok di perpus..."
"Iya, bentar lagi gue pulang. Masih ada sedikit tugas yang harus gue selesaikan." Reyhan membalik buku di depannya dan menyalin beberapa kata yang ada disana ke dalam buku catatannya.
"Gue tadi lihat Yura di parkiran, dia sama cowok cakep, kayak bule gitu..." beritahu Faldo.
Telinga Reyhan langsung tegak mendengar jika Yura sedang bersama cowok bule. Ia jadi teringat pada Jordan, mungkinkah pria setengah bule itu datang jauh-jauh ke Jakarta hanya untuk menemui Yura.
Reyhan langsung membereskan barang-barangnya yang berserakan di meja perpus dengan cepat.
"Lo mau ke mana?" tanya Faldo bingung melihat Reyhan yang terburu-buru.
"Ada urusan, gue duluan..." Reyhan segera menyadang tas dan berlari kecil meninggalkan perpustakaan.
.......
__ADS_1
Reyhan sampai di parkiran, tapi ia tidak menemukan keberadaan Yura maupun cowok bule itu di sana.
"Ck, pasti mereka sudah pergi..." gumamnya.
Reyhan memutuskan untuk pulang. Sepertinya ia memang butuh istirahat. Ia berjalan menuju mobilnya yang terparkir tak jauh dari tempatnya berdiri. Sebenarnya ia sedang malas menyetir, tapi apalah daya, tidak mungkin mobil ditinggalkannya di area parkir kampus begitu saja.
Di perjalanan pulang, Reyhan beberapa kali berdecak kesal karena laju mobilnya tersendat akibat macet. Suasana hatinya yang semula memang sudah buruk, semakin diperparah karena macet.
Reyhan menyandarkan tubuh lelahnya di kursi kemudi, menunggu tak pasti kapan macet akan berakhir.
Deg
Saat pandangannya mengarah ke luar jendela, Reyhan menemukan gadis yang membuatnya galau tengah berbonceng mesra dengan seorang cowok yang menggunakan helm full face. Ia tidak tahu pasti apakah itu cowok bule yang dibicarakan Faldo atau tidak.
Di sisi lain, Yura yang sedang melihat kemacetan di depannya merasa tertarik saat sebuah kaca mobil di sampingnya terbuka secara perlahan. Otomatis pandangannya langsung terarah ke sana.
"Reyhan..." gumamnya.
Yura menatap Reyhan yang juga sedang menatapnya. Tak ada kata yang keluar dari mulut keduanya, bahkan hanya tegur sapa pun tak ada. Namun, Yura bisa melihat jika Reyhan menatapnya dingin. Namun, hal itu tak berlangsung lama, karena motor yang membawa Yura melaju lebih dulu, membelah kemacetan.
Kembali ke Reyhan, pemuda itu tak bisa menahan gejolak aneh pada dirinya ketika melihat Yura memeluk pinggang si pengemudi motor. Ia tidak suka, dan hal itu tergambar jelas pada wajahnya.
"Ck, sampai kapan aku harus berada di dalam mobil ini!" Reyhan memukul stir kemudi dengan kesal.
__ADS_1
"Udaranya panas banget lagi!" keluhnya.
Reyhan yang malang...
.......
Yura akhirnya sampai di rumah. Ia turun dari motor dan jalan beriringan memasuki rumah bersama dengan cowok yang mengantarnya pulang.
"Makasih Shane, lo udah repot buat menjemput gue, padahal lo tadi malam baru sampai dari Amrik, harusnya lo istirahat aja di rumah..." kata Yura tak enak hati.
Cowok bule yang bernama Shane itu tersenyum. "Gue bosan di rumah, Kak. Pengen juga jalan-jalan, untung si Yovan sedang nggak ada jadwal kuliah, jadi gue bisa minjem motornya buat jemput lo. Lumayan lah dapet motoran sebentar walau Jakarta macetnya bikin kesel," balas Shane tergelak.
"Ya udah, nanti malam lo ajak aja Yovan keluar, pergi ke mana gitu..." saran Yura.
"Rencananya sih gitu, Kak."
Shane Aditama adalah anak dari adik ayahnya Yura. Ibunya orang asli Amerika. Jadi, bisa dibilang mereka berdua bersepupu. Shane seumuran dengan Yovan dan ia datang ke Indonesia untuk berlibur.
So, Reyhan sudah salah paham...
...Bersambung...
Jangan lupa like, vote & comment🙏🏻
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca 😊